Selasa, 13 Desember 2011

Perubahan

Berubah adalah salah satu kejadian paling pasti yang ada di dunia ini. Berubah juga terjadi pada diri manusia karena manusia terus berkembang. Bayi, balita, anak, remaja, alay dan dewasa, ya begitulah perkembangannya. Perubahan juga terjadi dalam setiap liku hidup, perubahan iklim, perubahan suhu, perubahan cuaca, terus terjadi tanpa kita sadari. Termasuk dalam satu hubungan. Ada fase dimana, kita merasa pasangan kita mulai berubah dan itu adalah satu titik jenuh dimana hubungan itu bisa sangat rapuh sekali.

Tetapi sayangnya, perubahan itu kadang hanya dirasakan sebelah pihak. Entah karena alasan apa, perubahan tidak ada bagi si pelaku. Perubahan sikap dalam suatu hubungan sepertinya terjadi pada semua orang. Sudah lama, lupa tepatnya kapan, aku merasa orang yang paling dekat denganku mulai berubah. Perubahannya sedikit demi sedikit dan semakin progresif. Mungkin dia gak akan pernah sadar atau mungkin sadar dan malah sengaja, entahlah. Yang jelas perubahan sekecil apapun itu terlihat dominan dan besar. Awalnya aku dulu merasa sangat spesial, bahkan aku sering mendapat perlakuan yang belum pernah aku dapat sebelumnya. Biasanya aku gak pernah hapal hari atau tanggal jadian, atau hari-hari spesial lain. Tapi karena dia, aku berubah. Aku dulu, sama sekali tidak biasa memberikan hadiah-hadiah sebagai ungkapan rasa sayang atau sekedar ucapan dan perlakuan manis. Tapi itu juga berubah   karena dia. Aku bahkan selalu memikirkan hal-hal baru yang bisa mengungkapkan perasaanku, walau dengan hal yang paling sederhana, masak misalnya. Dulu, aku juga jarang sekali menerima bunga dan itu berubah karena dia. Aku merasa spesial :)) aku bahagia.

Tapi seiring berjalannya waktu, semua berubah. Entah karena rasa yang mulai luntur perlahan dan sekarang hilang sama sekali atau hubungan kami telah sampai pada titik dimana pengungkapan rasa sayang sudah tidak dibutuhkan lagi. Yang jelas, aku merasa biasa, datar, dan kembali seperti dulu. Ya dulu. Entah sejak kapan, aku merasa banyak perlakuannya berubah. Entah sejak kapan bahkan untuk diperhatikan saja aku harus meminta. Entah sejak kapan bahkan tangisku sudah tidak istimewa lagi, bahkan dia bisa dengan sangat biasa melihat aku menangis, padahal itu senjata terakhir yang kupunya. Entah sejak kapan aku bahkan sudah ttidak tau harus melampiaskan marah dengan apa lagi, karena semua yang aku lakukan percuma, dia sama sekali tidak bergeming. Bahkan untuk berpikir saja tidak, apalagi bertindak.Ucapan-ucapan yang dia keluarkan malah terkesan meledek dan memojokkan aku semakin dalam, padahal sungguh aku tidak menuntut apapun kecuali sikap LAKI-LAKI yang aku anggap memang pantas jadi calon pendampingku.

Sering kami berelisih paham, dan aku juga sering kali merasa tidak didengar sama sekali. Bahkan malah tuduhan miring yang aku terima, membatasi lah, dan lain sebagainya.Picik sekali kamu! Mana yang mau jadi calon pendampingku ? Bahkan menghargai dan mendengar pendapatku saja tidak ada tempat. Bahkan aku harus marah baru diperdulikan. Mana yang mau jadi calon pendampingku ? Bahkan untuk sedikit bersikap bijak padaku saja gagal. Cuma hal kecil, helm atau lebih kecil lagi snack atau yang kecil lagi dari itu untukku bisa kamu lupakan. Kamu bahkan tidak perduli aku kedinginan dan kamu asik berlindung dalam jaket tebalmu. Kamu bahkan tidak perduli aku kelelahan dan kamu masih menikmati kendaraanmu. Kamu bahkan tidak perduli tentang semua yang jelas-jelas kamu lihat didepan matamu, tentangku. Ahhhhhh, sakit rasanya. 

Sudahlah. Kadang perubahan memang tidak selalu baik dan membahagiakan. Tetapi aku percaya bahwa semuanya punya akhir, kekekalan hanya milik Allah. Aku hanya perlu sedikit lagi bersabar untuk menemukan jalanNya. Semoga yang terbaik selalu menyertaiku, begitupun kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar