Minggu, 26 Mei 2013

Bersamalah,

Bersamalah dengan orang yang saat dengannya kamu tidak perlu takut terlihat jelek, karena kamu tau pasti, dia akan selalu menerima kamu seburuk apapun itu...
Bersamalah dengan orang yang selalu bisa membuatmu merasa berharga, karena dia selalu bisa memperlakukan kamu dengan sangat baik...
Bersamalah dengan orang yang tidak pernah malu bersamamu, meski saat itu kamu mungkin tidak sedang dalam keadaan yang baik

Bersamalah dengan orang yang selalu ingin mendampingi kamu, meski kamu sudah memintanya pergi, berkali-kali ...
Bersamalah dengan orang yang tetap ada untukmu, meski kamu pernah berniat untuk meninggalkannya ...
Bersamalah dengan orang yang selalu sabar menghadapi kelakukanmu yang bahkan bagi sebagian orang sangat menyebalkan ...

Bersamalah dengan orang yang sedikit menuntut,
banyak membimbing,
belajar bersama,
dan tidak menggurui ....

Bersamalah dengan orang yang siap menghadapi masa depan,
bukan yang terjebak dengan masa lalu
dan mengutuk

Bersamalah dengan orang yang sanggup menerima kamu, kemarin, sekarang dan nanti
bukan yang hanya mau baikmu
teapi juga mau kekuaranganmu

Bersamalah dengan orang yang tidak hanya ingin menikahimu,
tetapi hidup bersama mau sepanjang usianya
tidak terbatas didunia
juga akiratmu...

Bersamalah dengan orang yang mampu saling berbagi dalam kekuarangan
mengisi dalam kesepian
tertawa dalam kebahagiaan
bahkan menangis dalam kesedihan

saya, sudah...insyaallah :)

Minggu, 12 Mei 2013

The Man Who Really Loves You

The man who really loves you is the man who never leave you alone in every moment
Ya minimal, dia selalu memastikan kamu berada dalam kondisi aman
Bukannya yang sibuk dengan kegiatannya, lalu entah kamu ada dimana, bagaimana ...

The man who really loves you is the man who always beside you even high or down
Ya walopun gak bisa bantu, tapi dia selalu berusaha untuk gak membuatmu semakin jatuh
Dia selalu menemani kamu saat yang lain pergi
Dia selalu siap mendengarkan, meski juga banyak cerita
He knows when he has to talk to you

The man who really loves you is the man who can accept you in your worst
Tidak banyak menuntut, tetapi sabar menuntunmu menjadi manusia yang lebih baik
Menemani di setiap proses perubahanmu dari buruk menjadi lebih indah
Melindungimu dari semua keburukan yang semakin membuatmu semakin terseret arus
Tidak menyalahkan, tidak mencaci, tidak membuat putus asa bahkan menjudge
He will behind you all the time to push you up

The man who really loves you is the man who can treat you best
Dia tau bagaimana kamu ingin diperlakukan
Dia mengerti apa yang kamu suka dan tidak suka
Dia sadar dengan perannya sebagai pemimpin dalam sebuah hubungan, apapun jenis hubungannya...

The man who really loves you is the man who always make you feel that "you dont need anaything else, just be with him ...."
The man who really loves you is the man who always make you feel that "you are the happiest person, beside him ..."
The man who really loves you is the man who has known the worst of you but he still wanna you
The man who has known the real of you but he still in your hands
The man who has known your world, but he didn't change anything, he colouring and fulfilling it well ....

The man who has the eyes which can said "I love you so and I'm happy with you" in every time... 




Yah, Pada Akhirnya...

Yah, pada akhirnya waktu lah yang akan menjawab apa-apa yang tadinya semu menjadi lebih jelas....
Semua yang tadinya masih buram, akan menjadi lebih terang pada waktunya
Begitu juga dengan semua yang tidak pasti, akan menjadi sebuah kepastian cepat atau lambat
Time will show you everything

Yah, pada akhirnya semua kebimbangan juga akan menemukan titiknya
Titik dimana tidak lagi ada kata bimbang
Titik dimana yang ada hanya keyakinan dan keteguhan
Tidak bisa dipaksakan, perlahan... dan pasti ...

Pada akhirnya, semua keraguan juga akan terbuka
Yang benar akan tetap menjadi kebenaran, begitu juga sebaliknya
Kebaikan dan ketulusan akan terlihat
Entah dalam proses yang bagaimana, tidak terpikirkan namun bisa dirasakan :)

Yes, You !
Sampai pada hari ini, cuma kamu yang masih terus bertahan
Sampai pada detik ini, cuma caramu yang selalu membuat saya beringasan
Kadang senang tidak terbendung, sedih tidak tertahankan
Sampai pada masa ini, cuma kamu yang tau bagaimana cara memperlakukan saya dengan sangat amat baik

Bismilah,
Semoga waktu akan semakin dan semakin menguatkan posisimu
Yah, pada akhirnya...
Entah kapan, jika memang kamu, akan tiba masanya

-thankYOU for everything -

Posted on by Astri Sulastri Prasasti | No comments

I Love Interna :3

Gatau mulai dari kapan saya punya ketertarikan yang sangat ini buat stase Interna. Selain dapet bangsal yang enak, perawat yang baik-baik, pasiennya beragam dan nyenengin, dokternya juga bikin saya bilang WOW tiap hari :)

Ya, Interna itu salah satu stase besar yang kata anak-anak lain paling enak dibandingin stase besar yang lain. Dan sekarang saya udah ngerasain dimana letak "enak'nya itu. 

Bangsal yang saya jaga adalah satu bangsal kelas III, Lavender namanya. Bangsal lavender terdiri dari 5 kamar besar. Satu kamar isinya sekitar 6-8 pasien. Jadi tiap follow up ya minimal meriksa sekitar 30 pasien dalam 1 jam. Belom nulis status. Belom kalo pasiennya baru, jadi harus meriksa lengkap, nulis statusnya juga lengkap. Agak gemfoor brooh. Ya namanya juga kelas III, pasiennya juga pasien-pasien kelas III. Tantangannya adalah kalo pas ngasih penjelasan tentang penyakit. Selain harus dengan kalimat yang sangat amat sederhana, juga pake bahasa jawa yg agak sedikit kental. Dan you knoe what, itu agak syusaaaaaah. Gak jarang, keluarga pasien gak ngerti sm penjelasan kita karena saking sederhananya keadaan yang udah gawat banget berasa ringan. Kadang malah kebalikanya. Ujunya bolak-balik harus kasih edukasi. But, saya masih sangat amat menikmati interaksi saya bersama pasien-pasien kelas III ini. Apalagi kalo mbah-mbah yang udah sepuh. Aaaaaah, lucu, nyenengin, bikin sayang, bikin inget sama Aki saya sendiri :")

Perawat-perawat di bangsal Lavender ini bikin saya tambah betah aja. Mereka baik-baik, ramah, dan bener-bener mengharagai koas disana. Ada Mbak Giatri yang hiperaktif, rame dan calon besan saya. Mbak Gi punya kura-kura perempuan, yang tadinya mau dinikahin sama kura-kura saya, Bruno. Tapi ternyata cinta mereka agak terlarang, karena beda sub species, jadi gak bisa bikin anak :( Dan saya gagal jadi besan Mbak Giarti. hmmm ..

Ada juga Mas Eko yang aseliiii yaa ni orang, otaknya harus dikuras pake Wipol. Kotor dan karetan abiis. Hahaha. Adaaaa aja yang bikin ngakak ketawa. Tapi yang saya salut, walopun kalimat yang keluar dari mulutnya kadang gak tertata, dia nih Family Man banget. Dia gak malu tuh bantu-bantu istrinya cuci baju atau gantiin popok anak. Dia juga sayang dan setia banget sama istrinya. Istrinya yang sekarang adalah pacara pertama dan terakhirnya mas Eko, mereka udah pacaran sejak 10 tahun yang lalu sebelum akhirnya menikaah. Woooooww kaan. Sekarang mas Eko jadi besan saya, karena akhirnya Bruno cocok sama kura-kura perempuannya mas Eko, nih mereka lagi proses bulan madu di kost. Yaa semoga menjadi keluarga Samara. Saya sama mas eko udah gak sabar punya cucu kura-kura yag lucu-lucu :p

Ada Bu Utami, kepala ruang yang rajin, keibuan dan perfeksionis. Yang saayaaang banget sama saya, katanya :p Bu Utami udah kayak ibu sendiri, tiap saya laper, dibawain makan, pernah juga dibeliin jamu supaya saya sehat terus, katanya. Tiap saya tepar, sampe ketiduran di bangsal, Bu Utami ini yang gak pernah lupa nyelimutin saya. Aaaah Bu Ut :3

Ada Mbak Sumi yg gak kalah carenya, Mbak Dewi, Buk Muji, Pak Budi yang selalu ngasih wejangan dan gak sayang ngebagiin pengalamannya, dan lain-lain. Semuanya lovable bangeeet :)

Alasan saya yang terakhir dan utama suka stase ini adalah karena dokternya yang super duper jenius. Dr.Indra Adhi Sp.Pd M.Sc. Ini dokter masih muda, low profile, pinter, rajin kerja dan family man juga. Semua yang kita tanya, dia selalu bisa jawab. Kadang bentrok sih gara-gara kita beda sumber, tapi cara dr.Indra mikir itu yang bener-bener bikin nganga. Runut, terperinci, dan MANTAP. Saya malah ngerasa pasien-pasien kelas III disini sangat amat beruntung dirawat dr.Indra, karena pengobatan dr.Indra itu holistik abis. Dia ngobatin dari segala sisi dan dari berbagai cara.Dia gak cuma ngobatik yang keliatan tapi juga proses-proses yang gak keliatan. Makanya obatnya emang rada banyak. Buat yang gak tau mungkin terkesan polifarmasi, tapi padahal gak. Obat-obat yang dipake beda semua cara kerjanya. Saya rasa otaknya sejenis otak komputer deh. Kesimpulan saya, saya bener-bener-beneraan ngefans sama dokter Indra. Saya kagum sampe ke ubun-ubun.

Beberapa kali saya udah maju manajemen kasus sama beliau, mulai dari Sirosis Hepatis, Tetanus sampai yang terakhir kemaren Kardiomiopati. Entah kenapa, tiap mau maju saya jadi punya tantangan dan semangat tersendiri. Saya harus bisa nguasain materi semantep-mantepnya, didepan dokter Indra. Saya minimal harus nyambung apa yang dia omongin nanti. Yaa walopun gatau, tapi minimal ngeh lah. Kayaknya insyaAllah usaha saya agak berhasil sih. Karena proses manajemen kasus saya mengalami peningkatan. Mulai dari manajemen kasus I yang saya agak dibantai, dikasih banyak pertanyaan dan gak semua bisa jawab, akhirnya ngango dan babak belur. Berasa dipukulin buku yang tebel. Sampe akhirnya kemaren, saya maju manajemen kasus III daaaaaan saya dikasih pujian sama beliau. Hmmm beliau bilang, beliau bangga, bangga men bangga sama sayaa. Alamaaaaaak, rasanya kayak terbang ke langit seribu warna, pas balik lagi kebumi mendarat dilautan susu yang ada es krimnya, maniiisssss broooo! :)))

Yaa, alhamdulilah...ternyata perjuangan saya emang gak sia-sia. Gak percuma deh tiap hari bangun jam dua pagi, ngantuk-ngantuk follow up, maboook di bangsal dan jaga IGD, telfon-telfon konsul, dan semuanyaa. Rasanyaaaaaa maniiiiiisss :3

Oke, saya harus makin makin makin keras lagi berusaha. Stase Interna cuma kesisa 5 minggu. SEMANGAAAT Hap hap hap ! Bodo amat deh gak ada libur. Bodo amat deh badannya berkali-kali ambruk. Bodo amat sering sakit kepala, bodo amat. BREAK A LEG, BREAK A HEAD :))

 

Posted on by Astri Sulastri Prasasti | No comments