Minggu, 13 November 2016

Surat Cinta Umi

Teruntuk bayi kecil Umi yang sekarang sedang tertidur lelap disebelah Umi,

Teruntuk anak soleh Umi (amin ya Rab) yang sekarang berusia 3bulan2hari, Ahza Rasyid El Aria (Umi dan Abi memutuskan untuk memberi panggilan El demi menghindari kesalahan ucap nama hingga akhirnya merubah arti jika panggilan lain yang dipakai),

Umi tau nak, sekarang tulisan Umi ini tidak berefek apapun bagi El, tidak ada manfaat apapun bagi El.

Umi tau nak, tanpa Umi menulispun El bisa merasakan dengan hati El betapa Umi (Abi, Nenek, Kokong) mengasihi El dengan teramat sangat.

Menulis ini adalah (mungkin) salah satu bentuk keegoisan Umi. Umi ingin entah kapan saat El besar dan El entah bagaimana bisa menemukan surat cinta Umi ini, El tau betapa Umi mencintai dan menyayangi El...

El adalah cinta Umi setelah Allah, Rasul, Nenek, Kokong dan Abi.

El bukan sekedar anak bagi Umi, tapi juga guru yang sudah dan (pasti) akan mengajarkan banyak hal untuk Umi bahkan sejak El masih dikandungan Umi selama 39minggu.

El adalah semangat Umi untuk terus berubah menjadi lebih baik, baik dan baik lagi agar bisa menjadi Ibu yang suatu hari bisa El banggakan didepan temen-temen El bahkan dunia.

El adalah pengingat Umi untuk terus belajar mengenai banyak hal setiap harinya. Karena El hobby lama Umi untuk membeli banyak buku dan membaca banyak buku (yang dulu sempat stop) kini terealisasi kembali.

El bisa membuat Umi terharu, sedih, dan bahagia sekaligus dengan melihat tingkah polah, mimik raut muka, gesture dan tumbuh kembang El.

Sejak El lahir ke dunia ini melalui proses persalinan normal yang panjang, 11 Agustus 2016 lalu sudah merubah cara pandang Umi tentang banyak hal yang (InsyaAllah) kearah positif sayang, terima kasih...

El sudah mengalihkan hidup Umi 180derajat kearah yang (InsyaAllah) baik sayang, terima kasih ...

Terima kasih sayang sudah mau menjadi anak laki-laki Umi diantara milyaran perempuan lain, walaupun mungkin Umi bukanlah Ibu yang terbaik bagi El.

Terima kasih sayang sudah mau menjadi bagian dari hidup Umi, walaupun mungkin hidup Umi tidak seindah yang El mau.

Terima kasih sayang sudah mau menjadi bahan pembelajaran untuk Umi, walaupun mungkin ilmu Umi tidak akan pernah full untuk memberikan semua yang terbaik bagi hidup El.

Terima kasih sayang atas segala kebahagiaan yang sudah El kasih untuk Umi, Abi, Nenek, Kokong dan seisi rumah dengan tingkah polah El. Sejak El hadir ditengah-tengah kami semua lebih berwarna.

Terima kasih sayang atas kesediaannya menjadi pelipur lara, penghapus penat sekaligus kesedihan Umi.

Terima kasih atas segala-galanya yang sudah dan belum El lakukan... Umi insyallah yakin El akan selalu membanggakan bagi Umi -amin-.

Maafkan Umi atas segala kebodohan, keteledoran, ketidaksabaran, kegagalan, kesalahan, dan kekhilafan yang sudah dan akan Umi lakukan ...

Maafkan Umi jika Umi tidak sesempurna malaikat yang digambarkan cerita-cerita tentang peran seorang Ibu bagi anaknya ...

Maafkan Umi jika sampai detik ini El masih menjadi korban keegoisan umi dan abi yang masih sangat baru menjalani proses menjadi orang tua.

Yang perlu El tau adalah apapun yang Umi dan Abi putuskan, apapun yang Umi dan Abi lakukan, apapun yang Umi dan Abi jalani semata-mata untuk kebahagiaan dan kebaikan El. Walaupun mungkin jalan yang ditempuh berat dan terjal

Umi titipkan dan pasrahkan selalu El pada Sang Maha Segala yaitu Allah SWT, karena Umi hanya mahluk lemah, tempat salah dan dosa.

Umi tidak rela El menjadi bagian dari kegagalan Umi di dunia ini yang tidak mampu lagi Umi rubah. Umi tidak rela El disentuh api neraka.

Semoga El selalu berada dalan perlindungan, penjagaan dan bimbingan terbaik Allah SWT baik melalui perantara Umi atau apapun dan siapapun :)

Semoga El menjadi salah satu bentuk keberhasilan Umi yang menjadi pemberat timbangan amal jariyah Umi di akhirat kelak

Warm hug and kisses,

Love you because of Allah baby,

Umi


Posted on by Astri Sulastri Prasasti | No comments

0 komentar:

Posting Komentar