Selasa, 20 Desember 2016

Ketika Prioritas Berubah

Jika ditanya, apa tidak ingin melanjutkan sekolah seperti si A ?
Apa tidak ingin lulus langsung lanjut ambil spesialis di luar negeri seperti si B ?
Jawaban keduanya?
Sama seperti orang pada umumnya yang tentu ingin mencapai puncak karir setinggi-tingginya.

Tapi, jika pertanyaannya berlanjut mengenai kapan ?
Inshallah secepatnya, hanya itu yang saya bisa jawab ...

Karena,
Kini, prioritas saya telah banyak berubah
Bukan lagi tentang cita-cita pribadi
Bukan lagi tentang ego saya sendiri
Bukan lagi tentang keinginan ini itu

Ada orang tua yang sejak dulu selalu membahagiakan saya dan memenuhi semua keinginan saya, (hampir) semuanya...

Rasanya begitu kejam jika masih harus berkutat dengan keinginan diri sendiri yang masih banyak ingin ini itu ini itu...

Sementara tua mereka tidak bisa lagi menunggu kan ?

Waktu mereka untuk dibahagiakan mau tertunda berapa lama lagi  ?

Selain itu,

Ada bayi mungil yang juga tidak bisa distop tumbuh kembangnya, bukan lagi hari bahkan detik...

Ada bayi mungil yang tidak bisa menunggu lama untuk dihujani kasih sayang agar bertumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih ...

Ada bayi mungil yang tidak bisa menunggu barang sebentar untuk dididik dengan penuh cinta agar kelak menjadi pribadi yang dirindukan banyak orang ...

Maka sejak lama saya putuskan untuk memilih jalan sedikit memutar, dan menempatkan karir dibelakang...
Maka dengan yakin saya telah banyak merubah prioritas hidup saya, demi banyak hal yang lebih berharga, untuk saat ini 💓

Bismillah ❣

Kamis, 15 Desember 2016

Menjadi Ibu Sesungguhnya

"oeaaaa oeaaaa...." begitu kira-kira suara lengkingan tangis bayi yang sayup saya dengar karena dalam kelelahan setelah proses melahirkan panjang 3x24 jam.

Masih samar saya melihat dokter kandungan yang sudah setengah baya tersenyum lega mencium saya sembari memberikan ucapan selamat "selamat ya dek akhirnya bayinya bisa lahir normal, sehat dan selamat." Kemudian beliau terlarut lagi dengan dentingan suara ini itu untuk memulai proses penjahitan karena saya harus di episiotomi atau dilakukan pengguntingan pada dinding jalan lahir agar memudahkan proses pengeluaran bayi.

Disusul oleh bidan muda yang dengan cekatan meletakkan bayi mungil diatas dada saya dalam posisi telungkup setelah melakukan tata laksana bayi baru lahir bersama dokter anak yang juga masih muda untuk dilakukan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD), "ini ya bu anaknya, IMD dulu", katanya.

Entah perasaan dan pikiran apa yang ada saat itu, semua jadi satu. Lelah, lega, bahagia, sedih, sakit, haru, bercampur aduk hingga tidak ada satu katapun yang bisa saya ucap selain tetesan air mata.

Anak perempuan yang dulu begitu polah dengan banyak kegiatan. Anak perempuan yang sama sekali tidak terbayang menjadi istri sekaligus Ibu di usia muda. Kini di atas dadanya (read: saya) tergolek bayi mungil yang dengan penuh semangat menggeliat demi menjemput rejeki pertama nya dari Sang Pencipta melalui puting susu. Kini anak perempuan itu telah menjadi Ibu, ya Ibu sesungguhnya ...

Melewati proses persalinan yang cukup melelahkan memutar kembali memori di kepala saya tentang banyak Ibu yang proses persalinannya telah saya saksikan, saya bantu bahkan saya lakukan sendiri. Ternyata mudahnya memberikan istruksi berbanding terbalik dengan usaha yang harus dilakukan si Ibu yang harus dengan "tenang" menghadapi rasa sakit yang teramat sangat. Padahal saya dengan mudahnya memberikan aba-aba "ayo bu, tenang yaa, tarik nafas panjang, jangan dulu ngeden ya bu...." dan sebagainya.
But, now... I know that feel... Bahkan teknik hypnobearthing yang sudah saya pelajari jauh sebelum proses ini, entah kemana perginya...

Hari-hari pertama menjadi Ibu adalah sebuah perjuangan versi lain. Saya yang notabene orang medis harus dihadapkan pada mitos pasca persalinan yang masih sangat kental. Begitu juga dengan mitos merawat bayi baru lahir yang masih sangat lekat. Dan "lawan" saya adalah orang tua dan orang terdekat saya sendiri :)

Sempat mengalami baby blues yang lumayan "ringan" tidak membuat saya sampai tega menelantarkan anak bayi kebanggaan saya. Saya harus bisa bertahan, begitu saya membatin. Toh meski dengan "cara nenek" si anak akan tetap tumbuh tetapi tidak ada salahnya memperbaiki banyak hal yang sebatas mitos kan ? Mungkin egois, tapi saya ingin anak saya dibesarkan dengan cara-cara yang baik dan "benar", bukan sekedar "tumbuh besar".

Kini bayi mungil saya telah berusia 4 bulan dengan segudang keistimewaannya, karena setiap bayi dilahirkan istimewa, bukan ?

Perasaan campur aduk masih mengisi hari-hari saya, dan kini ditambah dengan kebanggaan. Kebanggaan karena memiliki anak luar biasa dengan tumbuh kembang yang luar biasa. Kebanggaan karena akhirnya bisa mengalahkan banyak mitos yang ada.

Senin, 21 November 2016

Travelling Bareng Bayi 3 Bulan, Mungkin kah ?

Sempet banget kepikiran buat gak jadi ikut travelling bareng keluarga ke Belitung, padahal udah disiapin sejak berbulan-bulan lalu. Alesannya ? Ya apalagi kalau bukan karena sayang anak 😅😄. Maklum lah usia baby el baru aja 3 bulan dan belum banyak referensi tips and tricks buat ngajak travelling bayi di umur segitu. Ditambah tujuan travelling nya half back to nature pula. Kebanyakan yang ngeshare travelling ngajak bayi udah di umur 6 bulan, yah itu sih udah lumayan besar dan udah oke lah diajak kemana juga, menurut saya 😂.

Setelah proses berpikir yang cukup panjang, lama dan pake acara ribut kecil dulu sama suami, akhirnya diputuskan dengan setengah hati kalau saya dan Baby El akan ikut berangkat juga, dengan segala tips and tricks yang kita susun sedemikian rupa. Mengingat, perjalanan kami yang 3hari dua malam dihadapkan pada jam berangkat yang sama sekali gak ramah bayi yaitu flight pesawat pertama jam 6, kebayang dong kudu berangkat jam berapa padahal jarak dr rumah ke bandara cukup jauh sekitar 2jam 😅 . Belum lagi dihadapkan pada jadwal travel disana yang padat merayap dalam 3hari plus ada tour island segala pakai perahu boat, daaaan sama sekali gak ramah bayi.

Yah namanya juga tour keluarga besar ya, gabisa dong mereka ikut keinginan kita cuma gegara 1 bayi. Langkah pertama yang saya dan suami buat adalah melakukan perencaan tentang mana-mana kegiatan yang mau diikutin, tentang pembagian tugas dan membuat komitmen dari awal, kalau apapun yang terjadi kami berdua harus selalu bersama berpartner (kemudian nyanyi lagu bangun pemudi pemuda supaya agak heroik :p). Selain itu, semua kegiatan yang akan kita ikutin hanya berfokus pada kepentingan dan kenyamanan Baby El, dengan seminimal mungkin ganggu siklus hidupnya dia. Jangan sampai gegara orang tuanya yang pengen happy jalan-jalan, pengen ikut wefie2, eh si anak bayi yang jadi korban. Jangan sampai !

Dan foilaaaa meskipun banyak diwarnai drama gegara banyak hal yang susah diintervensi kayak cuaca yang panas, bus yang kecil dan bla bla bla tapi kami berdua berhasil ngajak Baby El travelling. Saya dan suami juga bisa enjoy walaupun emang capeknya double dan gak bisa ikut berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan. But, baby El dapet nilai 70 untuk traveling pertama nya ke Belitung. Kami juga bisa sempet ikut beberapa kali foto keluarga dan sempet ambil rute jalan sendiri dg rent car diluar travel supaya tetep bisa jalan-jalan ramah bayi.

Berikut tips and tricks ala saya dan suami :

1. Buatlah komitmen bersama
Komitmen bersama ini sangat amat penting dalam semua hal ya, teruntuk selama travelling. Jelas banget lah si bayik gabisa cuma digendong ibunya aja terus-terusan, yang pada akhirnya nanti cuma ibunya yang capek sendiri. Partner yang baik akan membuat segalanya lebih mudah dan indah (ceileh :p). Yap, jadi antara pasangan sebaiknya udah diomongin banget jauh sebelum berangkat, tentang gimana pembagian tugas selama dijalan, gimana jarak aman antara pasangan supaya kalau pas butuh apa-apa gak perlu teriak dan masing-masing udah ngerti tugas serta kewajiban masing-masing, tentang jam tidur jam mandi bayi, so pasangan tau persis apa aja yang dibutuhin dan tau banget kapan harus bertindak.

2. Sebisa mungkin udah tau jadwal travelnya
Dengan tau jadwal, akan lebih mudah untuk ngatur dan milih mana kegiatan yang bisa dan gak bisa kita ikutin. Dengan tau jadwal, akan lebih mudah juga untuk pilah pilih barang-barang yang akan dibawa di travel bag. Pun kalau travelling gak sewa jasa travel, mesti bener-bener tau akan kapan kemana dan bagaimana medannya. Perencaaan yang baik dan detail akan bermanifest pada kesuksesan perjalanan. Kalau kata orang sih gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan 😄😅

3. Do like as usual as you do
Lakukan lah segala nya seperti biasa. Kalau biasanya bayi mandi jam 6 ya jam 6 harus mandi, dimanapun posisi nya, pun kalau gabisa mandi, minimal dilap lah. Contohnya nih si baby el udah punya jadwal mandi sendiri tiap pagi sore daaan kalau kelewat jamnya berefek sama jam tidur dia yang sering keganggu, mungkin karena kurang nyaman sama badannya yang sering keringetan. Jadi saya dan suami udah siapin pack mandi dan waslap (takut gabisa mandi dan cuma bs lap) di travel bag plus semua baju ganti serta pernak perniknya. Jadi mau jam berapapun kita ada dimana, alhamdulilah jam mandi nya gak kelewat. Selain jam mandi, yang biasanya bikin anak jd rewel adalah kalau dia terlalu capek atau ngantuk. So, jangan sampe jam tidurnya juga kelewat kebablasan. Kalau udah jamnya tidur ya diposisikan tidur, dimanapun itu. Kita lah orang tuanya yang paling ngenal siklus bayi, jadi sesuaikanlah segalanya. Bukan malah si bayi yang suruh nyesuain kita loh 😅

4. Bawa barang-barang seefektif dan seefisien mungkin
Gak bisa dipungkiri lagi, keperluan baby yang sekecil itu bisa 2x lipatnya dari kita yang orang dewasa. Diapers, baju ganti, minyak telon, baby lotion, waslap, gendongan, handuk, selimut dan bla bla bla, yang kesemuanya sebaiknya dibawa seefisien dan seefektif mungkin disesuaikan sama bentuk kegiatannya. Kalau kira-kira jam travelling ngelewatin waktu mandinya dia, ya siapin lah alat mandi waslap di travel bag dengan ukuran-ukuran mini. Kalau kira-kira si baby lebih nyenyak gendong jarik, bawa lah itu jarik kemana-mana supaya kapan pun dia ngantuk bisa langsung diantisipasi. Kalau kira-kira bayi sukanya bobo lama bawalah gendongan yang nyaman, yang bisa leluasa bergerak tanpa ganggu baby bobok misalnya tipe2 gendongan katak. Kalau kira-kira medannya pasir atau tanah ya gausah ribet-ribet bawa stoller 😅. Berdasarkan pengalaman kemarin sih barang wajibnya adalah : diapers, pelastik hitam kecil untuk diapers kotor atau pakaian basah, baju ganti secukupnya, kit mandi, lotion baby, minyak telon (semuanya ukuran mini), apron menyusui, alat pumping dan botolnya supaya asi tetap lancar jaya walopun pada akhirnya asip tetep dibuang 😂, waslap, payung, gendongan senyaman bayi, selimut, handuk, jaket dan topi (semua yang warnanya bs untuk mix and match dan yang gak terlalu tebel), lain-lainnya kayak mainan, ban, neck ring, dsb disesuaikan dg destinasi travel aja ☺

5. Selalu siap sedia obat-obatan
Gak pengen sih si bayi sakit, tapi kita juga gamau kan kalau ternyata tetiba dia demam dan kita kewalahan nyari obat padahal posisi lagi ditengah-tengah hutan 😅 Obat udah mesti harus dibawa minimal penurun panas atau pereda flu untuk bayi. Supaya psikis orang tua juga kondusif gak takut si bayi ini itu, dan bayinya juga nyaman ngikut orang tuanya travelling. Selain obat baby, bawa juga obat untuk kita-kita nih. Karena hampir pasti pegel dan pusing menghampiri :p.

6. Salinglah pengertian
Yah namanya juga perjalanan yah, bawa bayik pula mestilah capek, kurang tidur, makan keganggu dan sebagainya. Saling pengertianlah dengan pasangan, supaya gak bawa emosi dan ganggu stabilitas nasional 😂

7. Gunakan nursery room dengan maksimal
Nursery room atau ruang ganti popok dan menyusui pasti ada si bandara, mall atau tempat-tempat umum yang besar, mengingat mendukung Ibu untuk memberikan ASI udah ada undang-undangnya 😄.  Biasanya ruangan nursery nih lebih nyaman dibandingin ruang lain, jadi bisa ngapa-ngapain lah Ibu dan bayik diruangan ini. Walaupun udah bawa apron menyusui, pakai nursery room jauh lebih oke 😎 So udah sampe bandara, langsung cusss nursery room aja.

8. Kudu strong dan siap jadi atlet angkat besi
Gausah malu untuk gendong bayik bolak balik di pesawat kalau emang si bayik udah bosen duduk. Gausah malu untuk ngajak ngobrol dan ngajak main bayik selama di pesawat. Usahakan selama landing dan take off susui lah anak bayik supaya dia lebih nyaman dengan perubahan tekanan udara. Pakai earplug boleh juga sih tapi gak banyak bantu, yang paling oke tetep menyusui 😄 Inget, kenyamanan bayik adalah prioritas !

Demikian tips and tricks ala Umi dan Abi nya Baby El. Gak perlu takut travelling ngajak bayi asalkan sudah dipersiapkan segalanya dengan matang jauh-jauh hari, kalau perlu bikin planning dari A sampai Z 😅. Piknik itu penting sih apalagi sama keluarga, banyak lah manfaatnya. Kayak sekarang, setelah bawa baby el piknik saya dan suami udah ngerti besok-besok harus siap sedia apalagi.

Salam dari Kami yah,

Selamat travelling 😍😘

Sabtu, 19 Desember 2015

NEW JOB :)

Beberapa waktu lalu saya sempet cerita tentang Sp.A anak saya yang super WOW kan ya ?
Dan sekarang adalah hari ke-3 saya jaga praktek pribadi beliau yang jaraknya deket banget dari RSUD...
Kebetulan dalam beberapa hari beliau harus dikirim keluar kota karena ada pelatihan
So, saya disuruh untuk gantikan beliau selama beliau pergi ...

Antara seneng karena dapet kerjaan baru, dan akhirnya saya keluar dari zona nyaman (read : kamar), seneng bisa dipercaya, ya walaupun gatau apa pertimbangannya milih saya (maklum seperti yang udah pernah saya bilang, selama iship saya ini life in silence banget :p), seneng bisa dikasih kesempatan :)
Juga takut, takut gabisa dan pasti gabisa sebaik beliau dalam nerapi pasien, takut ngecewain kepercayaan beliau, dan taku gabisa ngasih yang terbaik ...

Hari-hari pertama kikuk banget bray !
Ya walopun udh sering banget jaga klinik tapi ini beda, ini jaga klinik Sp.A nya langsung
Ya tau sendiri deh, ilmu nya saya jauh banget kan dari beliau 
Itu satu pasien lama banget saya tanya-tanya, bukan karena gak nangkep yang diomongin ibunya tapi karena saya bingung mau kasih terapi yang mana 
HAHA ~

Karena ini rada vital, itu praktekan pribadinya orang, nah kalau saya ngasih obat ngasal atau asal sembuh aja, tanpa tau efeknya, tanpa tau reaksi obatnya, trus pasiennya kabur, lah kan tanggung jawab di saya dong ? -.-
Aaaaaah whatever,
Finally saya cuma bisa berdoa aja ...saya juga insyallah berusaha kasih yang terbaik yang saya bisa
Semoga dalam hari-hari saya berikutnya, Allah menuntun saya untuk bisa ngasih terapi yang baik dan benar .... dan saya gak ngecewain kepercayaannya beliau ...

:)





Rabu, 09 Desember 2015

Membangun sebuah Keluarga Kecil itu ...

Keluarga kecil kami terdiri dari dua orang, saya dan suami ...
Di rumah ya berantem berdua
Ketawa berdua
Makan berdua
Minum berdua,
Mandi berdua -opss keceplosan ;p-
Cuma kita berdua at least selama hampir satu tahun umur pernikahan kami

Dalam setahun, udah banyak juga loh yang kami lewatin :)
Awal-awal pernikahan yang lumayan indah dan ngagetin dimulai dari cium kening saat bangun tidur dan makin hari makin lupa :p
Bulan-bulan kedua pernikahan yang ribut hampir setiap hari karena masalah-masalah yang menurut saya besar sedangkan menurut suami kecil
Ngeributin tentang attitude masing-masing, kebiasaan jelek masing-masing, cara ngomong masing-masing yang semuanya pasti dialamin sama semua pasangan baru ... 
Walaupun udah kenal lama, namanya suami-istri tetep aja butuh penyesuaian

Jadi istri juga gak sesimple yang dibayangin ...
Gak sesimple selalu ada temen, mau apa-apa tinggal bilang, mau belanja pake uang suami
Ada tanggung jawabnya, 
Ada yang harus dijaga,
Ada hal-hal yang bisa dan gabisa dilakuin,

Perlu ada egoisme yang dipatahkan, perlu ada pemikiran dan keinginan yang dipendam ..
Karena sekarang bukan cuma ada kepentingan saya, tapi juga ada kepentingan suami dan keluarga besar kami berdua
Karena sekarang bukan cuma berpikir untuk kemajuan dan kesuksesan diri sendiri tapi juga kesuksesan kami berdua sebagai suami istri
Karena sekarang bukan cuma mikirin kepuasan dan kebahagiaan diri sendiri tapi juga kepuasan dan kebahagiaan pasangan

Dan itu masih saya pelajarin sampai hari ini walaupun makin kebelakang intensitas berantemnya udah makin kurang
Masing-masing udah mulai nemuin cara sendiri buat ngeredam emosi diri sendiri
Masing-masing udah mulai nemuin cara sendiri buat ngeredam emosi pasangannya
Masing-masing udah mulai bisa lah nyesuain ...

Alhamdulillah, punya suami yang super sabar :)
Walaupun beberapa tingkah dan sikapnya sering bikin jengkel tapi selalu ada aja yang bikin dia lucu kayak badut :p
Walaupun banyak kebiasaan jeleknya yang saya gak suka tapi dia selalu ada cara buat bikin saya akhirnya gak marah :p
Walaupun kadang sikap dan pemikiran kita gak nyambung tapi ya harus ada yang mau diem, minimal sampai kita bisa ngobrol lagi :p

Pasti saya dan suami dijadikan keluarga kecil bukan tanpa alasan
Selalu ada hikmah dan hal positif yang bisa diambil dan dipelajari
Selalu ada sesuatu yang bisa kita petik dari semua keributan, dan naik turunnya hubungan ...
Cuma perlu agak sedikit redam egoisme walaupun emang susah banget
:)

Menjadi keluarga tidak sesimpel yang dipikirkan dan juga gak seribet yang ditakutkan
Selama ada komunikasi yang baik
Selama bisa saling mengerti satu sama lain
Selama masih ada pihak yang mau mengalah
Semua akan bisa berjalan baik ...

Menjadi keluarga adalah proses belajar
Bagaimana bisa menjadi lebih baik, karena berdua harusnya lebih baik dibandingkan sendiri kan ?
Proses belajar gak bisa dibatas harus selesai seminggu, sebulan, setahun, lima tahun ...
Semua berjalan sesuai prosesnya masing-masing seumur hidup mungkin,

Menjadi keluarga bukan proses instan seinstan acara ijab kabulnya,
Setelah itu banyak proses-proses yang harus dijalani untuk membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia
Bukan perkara mudah loh !
Karena ada dua hati, dua pikiran, dua pribadi yang berbeda, dan dibelakang nya ada dua keluarga besar yang harus disatukan dan pertanggungjawabannya langsung sama Allah SWT ...

Semoga saya dan suami bisa menjalani semuanya dengan jauh lebih baik dan jauh lebih bijak
AMIN !

I MISS ..

Selama hampir satu tahun menjalani Internship ini, gak banyak hal bermanfaat yang bisa saya lakuin diluar kegiatan Internship ...
Gak banyak juga hal-hal out of the box yang bisa saya lakuin buat push me up ...
Emang biasanya bisa ? Ya gak juga sih, tapi seenggaknya gak sepasif ini juga kali ya :p

but now I'm really missing all part of me ...

Kangen banget sama kegiatan-kegiatan yang banyak dan menyita pikiran
Kangen bisa ngasih materi di depan umum, bisa sekedar sharing pengalaman atau sekedar berbagi tips-tips kecil ...
Kangen banget bisa bawain acara besar, bisa jadi bagian dari seuatu yang besar ...
Kangen bisa ngerasa berguna,
Kangen bisa ngelakuin sesuatu yang baru yang belom pernah dicoba sebelumnya,
Kangen jd seksi sibuk :p 

Tapi ...

Yang saya akhirnya jalani sekarang emang sesuai dengan apa yang udah saya prediksi dan saya bayangin diawal sih
Awal berangkat dulu, inget banget .... niat saya ya simple banget sih : jalanin, lewatin, dan say goodbye hahaha
So, otak saya dengan begitu ajaibnya mengikuti niat itu, seluruh alam bawah sadar saya juga ngikut, sampai pada akhirnya saya sedingin ini, keluar seperlunya, ngomong secukupnya, dan yaa gitu lah mungkin gak banyak juga orang di RS yang kenal saya kalau ketemu diluar tanpa jas dokter (lah emang gue siapa ? auk dah siapa :p)

But basicly saya suka aja, karena walaupun ada sisi negatif selalu ada sisi positinya kan ?
Saya jadi lebih banyak me time nya,  satu hal yang gabisa saya dapetin kalau gak internship (mungkin)
Saya jadi bisa punya banyak waktu untuk bareng sama suami, walaupun doi sibuk sendiri sama chess time dan puya obsesi buat jadi grand master catur (obsesi baru setelah internship)
Saya jadi punya banyak waktu untuk nyusun-nyusun rencana hidup saya kedapan
Saya jadi punya banyak waktu untuk belajar masak karena punya suami yang hobinya makan
Saya jadi punya banyak waktu buat nonton film, salah satu kegiatan yang saya suka selain nulis dan travelling
:)

Dari semuanya itu ada beberapa point penting sih yang lagi-lagi saya buktikan sendiri walaupun udah tau secara teori : selalu niatkan segala sesuatunya dengan positif karena otak dan alam bawah sadar kita begitu hebat untuk melakukan segala perintah dari niat itu :)

dan percaya deh apa yang kita pikirkan itu yang akan terjadi, sehebat itu Allah menciptakan otak manusia dengan segala neurotransmiter dan molekul kimianya -lah malah bahas pelajaran :p-

Point terakhirnya ... nikmatin aja apa yang ada coy ! gausah mikirin apa yang gak ada atau apa yang gabisa kita lakuin. Kebahagiaan gak melulu dengan nyanyi karokean, makan disini dan situ, keluar kesini dan kesana :)

Karena maklum bo, jaman makin berubah, dan saya juga ikut berubah. Dulu saya suka banget hura hura, haha hihi. tapi sekarang saya makin ngerti .... bahwa hidup gak melulu tentang itu 

Alhamdulillah, proses intenship yang panjang ini sebentar lagi akan berakhir ...
Dengan positif dan negatifnya
Dengan kesan baik dan jeleknya
Dengan semua manis, asam dan asinnya
Akhirnya semua ini akan selesai ...

Saya, dan kami semua bisa pulang kembali ke tanah masing-masing ...
Melakukan banyak hal yang kami suka
Melakukan banyak hal yang insyallah akan lebih bermnafaat dan berguna 
And now ... Im starting to count the days :)

Kaka Iship se-Luwu :)

Hai, kayaknya saya belom pernah cerita sedikitpun tentang temen-temen internship disini yah ...
Jadi dalam satu wahana ini kami ada ber-21 orang, yang berasal dari beberapa universitas yang berbeda, tersebar sepanjang sumatera dan jawa
So, kami belum kenal satu sama lain ...

Berawal dari grup line, lalu janjian pake pita sama di bandara, lalu ketemu di hotel Grand Town Makassar
Kebetulan, saya dan suami aja nih yang dari UII jadi kami berangkat dari bandara Yogyakarta dan gak ikut sama rombongan kelompok yang rata-rata ketemu di Jakarta
Karena beda waktu berangkat, ya saya sama suami nyampe duluan lah
Eh btw, ada anak UGM yang bareng kami... dan dia satu tempat duduk di pesawat sama saya :p
Awalnya diem-dieman eh lama-lama ngobrol ternyata kami satu lokasi tujuan internship
Doi adalah dr.Ade Dwi Pratiwi... Cewe asal bekasi yang kece -lah ternyata asal kita juga sama dr Bekasi :p- :)
Dengan begitu dia jadi temen pertama saya di Intenship ini ... hahaha

Di Hotel kamipun sempet ketemu untuk sekedar kenalan
You know what ? Ada beberapa orang yang bisa saya langsung kenal tanpa kenalan (karena wajahnya khas dan sama kayak di foto profile line), nomer satu adalah dr.Simren Jit Singh yang akhirnya jadi ketua rombongan kami...
Doi berasal dari FK Methodis Medan, so jangan kaget kalau logat dan ngomongnya agak keras
Tapi whatever terlepas dari segala tingkah laku dan cara bicaranya, termasuk ke saya .... doi aslinya baik, ketua yang tanggung jawab dan care sama anggotanya ...You do great dude !

Orang kedua yang langsung saya kenalin tanpa harus kenalan adalah dr.M.Giovanni Abdillah karena doi orangnya show up banget, dia orang pertama yang nraktir kami sekelompok makan pempek asal Palembang karena doi asli Palembang (FK Unsri) ...
Gio -begitu kami panggil- akhirnya jadi ketua kelompok kecil kami yang terdiri dari 7 orang, 2 laki-laki dan 5 perempuan ...
Ni anak baru pertama kali banget jauh dari rumah dan keluar dari comfort zone nya, tapi karena anaknya super nyantai, supe pede dan super ramah ya overall rebes aja sih :)
Lika-liku di kelompok, apapun itu kan hal yang biasa karena pada dasarnya kami bener-bener saling gak kenal tapi mendadak harus tinggal satu atap ...

Orang ketiga adalah dr. Merlin Khodir alias Cici Korea, hahaha just kidd
Merlin biasa gitu aja sih saya manggilnya, berasal dari Palembang tapi doi lama di Jakarta
Gampang dikenalin karena doi yang wajahnya juga lumayan khas karena darah Chinese nya
Anaknya cantik banget, ramah banget, seru banget kalo ngobrol sama doi, nyambung kemana-mana, dan orangnya care abissss ...
Ini salah satu Iship favorite saya juga nih, sayangnya kami gak sekelompok:p

Anyway, lanjut cerita perjalanannya ya .... dari Hotel kami langsung bertolak ke wotu, luwu timur ... Perjalanan dari Makassar-Wotu memakan waktu 12 jam so, kami sampai di Wotu masih pagi banget
Untuk anak yang puteran pertama dapet di RS ya mereka langsung pembagian kamar tapi buat kami yang puteran pertama di Puskesmas, kami cuma numpang mandi lanjut siap-siap ke puskesmas
Supaya mandinya bisa cepet, kami langsung dibagi ke beberapa kamar dan disini saya sekamar mandi dengan dua orang temen kedua saya yaitu dr.Laksmi Pradnya Laksmita dan dr.Mungke Kencana Kusuma Khoir
Dua cewe yang asalnya sama-sama dr FK UNISULA Semarang ini adalah temen satu kelompok puskesmas saya, dan mereka oke banget !

And finally, tibalah di inti cerita ... loh? daritadi jd nyeritain apa hahaha
I must to say bahwa di pembahasan kali ini saya cuma pengen nyeritain Mbak Mungke alias Ka Mungke aka. dr.Mungke Kencana Kesuma Khoir calon Spesialis Kulit dan Kelamin (amiiiin) :p
Gatau kenapa, pengen aja seluruh dunia tau kalau at least jangan cuma nilai orang dari tampilan luar, dan jangan pernah ngejudge orang begini dan begitu cuma dari depannya, kayak Ka Mungke ini :)
Somehow dia gak ngeliatin kedewasaaanya, sometime dia ngomong malah kekanank-kanakan tapi itu cara-cara unik dia buat ngelakuin sesuatu yang baik

Ka Mungke ini unik banget, sejak pertama ketemu saya udah tertarik sama doi, entah kenapa ...
Sampe sempet saya bilang sama suami kalau saya suka sama doi dan pengen deket sama doi (padahal waktu itu ngobrol aja belom pernah loh tapi dia punya magnet tersendiri)
Setelah banyak ngobrol ternyata banyak hal banget yang doi simpen dan semuanya keren :)
Doi orangnya superr baik, bikin nyaman, gak pernah berpikiran jelek sama orang, selalu positif thinking, dan aaaaah pokonya beberapa kali bikin saya nyeeesss lah karena kebaikannya dia...
Doi gak pernah berlebihan didepan orang sok ini sok itu, ngomong ini ngomong itu, padahal doi orgnya perhatian dan care banget sama orang lain ...
POKONYA SUKA !

Bukan cuma saya yang deket sama Ka Mungke, suami juga begitu ...
Malah mereka udah kayak adek kakak, apalagi kalo udah makan berdua waduuhh ampun DJ, saya cuma melongo aja ngeliat mereka makan dengan semangat 45 dan penuh penghayatan saking asyiknya hahaha
Dua-duanya sama-sama lucu, sama-sama doyan makan, sama-sama omnivora :D

Kami sering sharing, sering curhat satu sama lain... bahkan hal-hal yang gak saya ceritain ke temen internship lain bisa saya ceritain ke Ka Mungke, gitu juga dengan dia ...
Karena, entah ... yang jelas saya salut banget sama Ka Mungke :)
Atas banyak hal ... Atas semua yang udah dia lakuin buat orang lain walaupun orang lainnya gatau... Atas semua niatnya dia yang tulus banget ... Atas kebaikan dia yang supeerrr banget buat saya dan suami ...
I LOVE YOU Ka Mungke ...

Semoga Ka Mungke selalu bahagia dan sehat yaa
Semoga suatu saat Ka Mungke ketemu dengan jodohnya yang saya yakin juga pasti orang yang super baik karena perempuan baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki baik untuk perempuan baik, kan ?
Semoga apapun yang Ka Mungke inginkan dan cita-citakan terwujud ...
Setelah selesai iship jangan lupa ya sama kami berdua, Ka Mungke :)

Ini Ka Mungke, Saya, dan Mbak Ami (berurutan dari Kiri ke Kanan)

Ini satu kelompok besar kami waktu pertama kali sampai di Asrama RSUD Ilaga Ligo

NB. Pengen banget nyeritain semuanya tp nnt jadi panjang banget bo karena jumlahnya 21 orang... takutnya part Ka Mungke nya malah sedikit :p jadi sementara ceritain Ka Mungke dulu aja yah :)

Jumat, 20 November 2015

My New Favo !

Setelah baca postingan terdahulu tentang Internship RSUD I Laga Ligo, ternyata ada satu dokter yang belom disebut karena waktu saya sekelompok pertama kali di RS beliaunya lagi pelatihan gitu. Jd kurang familiar deh sama nama beliau. 
So.. now I will introduce to you all my new favo doc,welcome !!!

dr. Sa'diyah Manda Sp.A 


Sekarang saya kebetulan di stase Anak nih -ciyeee iship punya stase kayak koass ciyeee :p- dan beliau deh yang saya kejar-kejar tiap hari buat nunggu visite, buat diskusi, buat poli dan lain-lain. Pokonya selama di RS ya sama beliau :)

Awal denger nama beliau rada nakutin sih, karena katanya belau itu orangnya tegas dan bla bla bla
But, setelah kenal...WOW ! Beliau baik bangeeet, sebaik-baiknya konsulen Anak yang pernah saya temuin, seriusan :)
Kalau ada tiga kata yang bisa deskripsiin beliau ya : Pinter, Cerdas, Cekatan !

Inspirasi banget sih dari beliau. Semua tindakan di perinatologi ya beliau yang kerjain sampe ke urusan ambil sample darah. Beliau mau banget tuh nungguin bayi yang kira-kira emang butuh pengawasan lebih berjam-jam, padahal banyak bgt kan kerjaan yang lainnya, dan padahal juga bisa diserahin ke petugas ruangan untuk ngamatin trus lapor. Selain itu, beliau orangnya teliti banget. Beberapa kali aja entah salah nulis, salah gomong, pasiennya salah nyebut, atau apapun yang remeh-temeh selalu ketangkep basah sama beliau. Jadi kadang suka malu sendiri deh :p

Sadly, besok udah hari terakhir bareng beliau. Antara sedih karena mau pisah konsulen sebaik dan seupdate beliau dan seneng karena stase berikutnya jumlah pasiennya lebih sedikit jd bs dateng ke RS rada siang hehehe :p 
Kalau selama 2 minggu di Anak ini kan pasiennya banyak tuh, apalagi beberapa hari belakangan lagi musim banget Demam Berdarah jadi itu bangsal anak sampe tumpeh-tumpeh, penuh pasien anak. Konsekuensinya ya dateng follow up nya rada pagi gitu supaya keburu buat follow up semua pasien. Etapi dokternya emg pengertian banget dah. Beliau gak pernah ngelama-lamain kami di poli, malah kalau bisa pasien yang gak perlu ditunggu ya gausah ditunggu, jadi kami bisa rada gasik pulang dari RS nya :)

Minggu lalu nih, kami diajak nginep dan jalan sama dr.Sa'diyah ke rumah beliau di Wawondula yang jaraknya sekitar 3 jam dari Wotu. Kebetulan disana ada beberapa tempat cihuy. Beberapa destinasi nya nanti saya bahas di bab yang laen ye :D Yang jelas... happy banget bisa kenal sama keluarga besar beliau yang super rukun, ramah, rame karena banyak krucil-krucilnya yang kira-kira umur 3-5 tahunan, dan yaa happy lah bisa diajak jalan-jalan kesana kemari ...

Last but not least,
Saya cuma bisa ngasih hadiah doa untuk Guru dan Konsulen hebat saya ini...
Semoga dr.Sa'diyah Sp.A selalu diberi keberkahan, kemudahan dan kesuksesan dalam semua hal yang ingin dan belum dicapai beliau ...
Semoga beliau dan keluarga besar selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan ...
AMIN !

Thx dok buat semua ilmu, pengalaman, kesan-kesannya yang manis, dan segalanya :)


Suami, dr. Sa'diyah Sp.A, dan saya :)



Senin, 16 November 2015

Fakta-Fakta Mengenai Dokter yang Belum Diketahui Orang Banyak

Banyak hal yang gak banyak orang tau tentang dokter. Selama ini pandangan orang mengenai dokter lebih banyak negatifnya, padahal penilaian itu cuma yang terlihat di depan aja alias fana hehehe.

Nah saya selaku dokter,  mau bocorin sedikit nih beberapa fakta-fakta mengenai dokter yang banyak orang gak tau. Yuk mareeeee :

1. Biaya Pendidikan Dokter Selangit


Tabel diatas cuma sekedar contoh dari salah satu universitas yang ada Fakultas Kedokterannya.
See ?
Fakultas Kedokteran jadi ranking 1 penyumbang terbesar kas Kampus.
Makanya gak usah iri dan gak usah kaget juga kalau pelayanan buat anak kedokteran mulai dari pengurusan masalah akademik, semester, bayaran, ujian dan lain-lain biasanya jauh lebih dimudahkan dan fasilitasnya pun jauh lebih bagus.
Ya masa udah bayar mahal terus dikasihnya sama aja, kan gak mungkin dong ...
Daaaan diatas itu baru biaya secara umum.
Di beberapa universitas bahkan ada yang tiap mau ujian bayar, ngulang ujian bayar, praktikum bayar, ngulang praktikum bayar. Belom lagi harga buku-buku nya yang setebel-tebel bantal tidur, gausah ditanya deh harganya berapa. 

Selain itu,  setelah lulus dari kampus kami anak kedokteran ada yang namanya pendidikan klinik atau koass daaaan sebelum bisa berangkat koass harus diuji lagi, ya pasti ujiannya bayar dong. Setelah ujian lulus, mau berangkat koass yaaa bayar lagi. Biasanya bayaran untuk koas ini bisa hampir setengahnya dari biaya bayaran kampus pas di awal masuk kuliah, yaa bisa dihitung sendiri yah kira-kira berapa :) 

2. Lama Kuliah Dokter setara S1+S2 jurusan lain




Biasanya untuk lama pendidikan S1 jurusan lain diluar kedokteran bisa memakan waktu 5-7 tahun khususnya di Indonesia, ya gak sih ?

Nah, sedangkan untuk kami anak kedokteran 2 kali lipatnya coy. Beberapa tahap pendidikannya udah dijelasin di gambar diatas:

Tahap Sarjana Kedokteran tercepat bisa dilalui dalam waktu 3.5 tahun, terlama bisa sampe maksimal 7 tahun, diatas itu biasanya sudah di DO

Setelah itu program profesi dokter alias koass sekitar 1,5-2 tahun bergantung kurikulum yang dianut masing-masing universitas, namun sebelumnya kami harus diuji dulu untuk tau layak atau gak menjadi Dek koass, proses Ujian dan pembimbingannya sekitar 6 bulan.

Selesai Koass tahap selanjutnya adalah mengikuti ujian nasional atau yang biasa disebut dengan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang diadakan pertiga bulan, diantaranya ada waktu menunggu dan waktu bimbingan, total waktu yang dibutuhkan sekitar 6 bulan-1 tahun.

Kemudian diangkat sumpah dokter (alias mendapat gelar dr.) alhamdulillah finally !!!

Selesai ?
Gak dong, lalu kami lanjut program internship yang lamanya 1 tahun

Nah setelah selesai internship ini baru deh kami bisa jadi dokter yang praktek mandiri. So, total untuk kami anak kedokteran mulai masuk hingga bisa bekerja sendiri adalah selama 7.5-13 tahun. Itu baru rata-ratanya, banyak yang menjalani lebih lama lagi loh :D

Jadi gak usah kaget saat kalian udah punya anak 3, dan punya temen dokter yang masih aja update status tentang ujian :p

3. Pendidikan Dokter memiliki JUMLAH UJIAN terbanyak

Biasanya jurusan diluar kedokteran dengan sistem semester memiliki jumlah ujian formal dua kali dalam setahun, yaitu tengah semester dan akhir semester, ditambah ujian akhir skripsi, ya kan ?

Nah, Kami anak kedokteran memiliki sistem yang sedikit berbeda.
Kebetulan saya kebagian kurrikulum dengan sistem paket atau blok. Jadi materi yang wajib didapatkan sudah dipaketkan menjadi beberapa paket yang terdiri dari beberapa materi. Kami yang dengan model paket alias blok memiliki 3-5 blok/paket pelajaran dalam 1 semester. . Masing-masing ujian terdiri dari ujian tertulis dan ujian praktek, jadi satu blok ada 2x ujian.

So minimal ada 6-11 ujan formal dalam satu tahun sudah ditambah dengan ujian akhir skripsi atau karya tulis namun diluar ujian per 1 paket yang terdiri dari 5-6 materi yang tiap materi ada ujiannya tiap minggu.

Setelah lulus kampus, kami ada ujian kelayakan untuk menentukan pemberangkatan koass. Semua materi yang ada di kampus menjadi materi ujian koas. Dalam 1.5-2 tahun koas terdiri dari 10-12 bagian, dan tiap selesai bagian kami ada ujian tersendiri baik ujian tulis maupun ujian lisan. Dalam pendidikan koass minimal ada 10-12 kali ujian.

Lulus koass, kami belum langsung jadi dokter karena harus mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Ujian UKDI ini terdiri dari 2 kali ujian yaitu ujian percobaan dan ujian formal. Masing-masing terdiri dari dua tahap yaitu ujian tertulis dan ujian praktek, jadi total untuk menjadi dokter ada 4 ujian yang harus dilewati. 

Nah....sekarang kita total semua ya, total ujiannya anak kedokteran adalah 20-27 ujian formal diluar ujian per paket tiap minggu nya selama 3.5-7 tahun pendidikan kampus.

Masih ada yang ragu sama dokter setelah diuji bertubi-tubi begini ? Masih ada yang bilang dokter umum bodoh dan gatau apa-apa setelah ngelewatin puluhan ujian begini? Sungguh Terlalu :p 

4. Dokter Internship TIDAK DIGAJI


Dulu, sebelum ngejalanin semua tahap pendidikan dokter ... saya pikir jadi Dek Koass adalah bagian ter-ter-ter- ... eh ternyata saya salah. Waktu Koass, wajar kami dimarahin. Waktu Koass, wajar kami disuruh. Waktu Koass, sangat wajar kami diuji. Waktu Koass, sangat wajar kami tidak digaji. Waktu Koass, yaa wajar lah kami tidak dihargai. Karena memang masih proses belajar, dan belum punya titel apapun.

Tapi sekarang, setelah menjalani internship. Rupanya semua keperihan lebih banyak ada di proses ini. Sudah bertitel tapi tidak dihargai. Sudah bertitel tapi dipandang sebelah mata. Sudah bertitel tapi malah seperti dek koass. Sudah bertitel tidak digaji.

Kami paham betul bahwa menjadi dokter berarti belajar seumur hidup. Bahwa menjadi dokter internship juga salah satu pembelajaran bagi kami. Bahkan fase hidup setelah internship pun juga fase pembelajaran bagi kami. Tapi, pasti banyak cara yang lebih baik untuk sekedar menghargai profesi kami kan ?

Kami yang sudah bekerja, menerima pasien, jaga malam, dan sebagainya diberikan oleh pemerintah bantuan hidup dasar (BHD) sebesar 2.5 jt rupiah (saya angkatan berangkat tahun 2016), berlaku untuk seluruh Indonesia. Entah ada di jawa yang semua serba murah dan serba terjangkau, atau entah yang seperti saya di daerah yang serba mahal dan semua serba jauh, atau malah seperti banyak teman sejawat lain yang di pedalaman yang bahkan sinyal saja tidak ada. BHD itu dipotong pajak pula, entah pajak apa karena kami belum berpenghasilan, masa iya ada pajak penghasilannya ?

BHD ini jauh sekali dari gaji para pegawai lain yang setara kami. BHD ini jauh sekali dari harapan kami yang ada di pedalaman yang bahkan untuk makan saja tidak cukup. Bagaimana dengan kami yang sudah berkeluarga ? Bagaimana dengan kami yang menjadi tulang punggung keluarga ? karena selama internship kami sama sekali tidak punya hak untuk bekerja di klinik/RS lain, sekedar cari penghasilan tambahan. Gak heran sih, banyak dokter internship yang jualan lah, jadi pegawai mini market lah, jadi buruh lah, demi hidup coy ! :p

Mengeluh ? Tentu tidak. Kami tetap bekerja sebagaimana mestinya.
Demo ? Tidak juga. Apa pula nanti pandangan masyarakat kalau dokternya demo. Bukannya mendapat simpati, pasti malah dicibir sana sini. Dikira menelantarkan pasien. Dikira matre. Dikira tidak bersyukur. Dikira ini dan itu.

Padahal harapan kami simple....sekedar pekerjaan kami dihargai sebagaimana beratnya resiko dan tanggung jawab kami terhadap nyawa banyak manusia, cukup itu :)
Kami sudah dokter loh ini, dokter internship yang sudah diuji bertubi-tubi, yang sudah berijazah, yang sudah bertitel :p

6. Dokter Umum diberikan 2.500 per pasien sebagai upah

Berbeda dengan banyak pekerjaan lain, beberapa fasilitas kesehatan membayar dokternya per kepala. Kini, sebagian besar masyarkat Indonesia telah memiliki asuransi kesehatan yaitu BPJS. Nah dari pasien-pasien BPJS ini, dokter dibayar 2.500/kepala yang berobat di sebagian besar klinik dan rumah sakit. Bagaimanapun bentuk sakitnya. Bagaimanapun resiko nya. Bagaimana pun keadaan pasiennya. Apapun tindakan yang dilakukan. TIDAK PANDANG BULU alias TIDAK PANDANG BESAR RESIKO :)

Padahal dokter dihadapkan pada resiko medis yang besar. Dokter dihadapkan pada tuntutan pasien yang harus sembuh, harus cepat, harus tanpa efek samping. Dokter dihadapkan pada tantangan hukum yang membayangi nya. Dokter dihadapkan pada sorotan media yang sering malah membuat profesi dokter di pihak antagonis. 

Hal tersebut, sangat berbeda dengan yang kami rasakan. Saya rasa sebagai dokter kami semua sama. Dokter manapun pasti ingin yang terbaik bagi pasiennya. Kami ingin pasien kami sehat dan terlayani dengan baik. Kami ingin pasien kami mendapat obat yang terbaik. Kami ingin memberikan penanganan yang terbaik. Tapi, ah sudah lah kami ini pada dasarnya cuma buruh rumah sakit. Apa sih yang bisa dilakuin selain ikut peraturan dan manajemen?

Jadi buat pak bapak buk ibuk man teman kalau ada masalah di RS please jangan langsung ngejudge dan maki-maki gak jelas ke dokter yaaaaaaaah ! Kita itu BURUH di RS, nah yang buat peraturan harus ini itu, terima pasien ini itu, gak boleh begini begitu bukan dokter, tapi manajemen melalui peraturan-peraturan di RS nya.

Pasien cerdas, gak malu buat bertanya dan gak cepat naik pitam :)
Please bijak :)

7. Beban Pendidikan Dokter Tinggi

Setelah lulus dokter umum, kami para dokter bisa memilih ingin terus menjadi dokter umum, pendidikan spesialis atau lain-lainnya. Tentu banyak yang ingin menjalani pendidikan spesialis dong karena secara keilmuan lebih spesifik dan secara tingkat pendidikan tentunya lebih tinggi dibandingin dr. umum -yaiyalah :p-

Zaman makin berkembang, sekarang gak hanya ada satu atau dua spesialis bahkan puluhan dan berkembang lagi menjadi puluhan sub spesialis dan konsultan. So, kalau cita-cita nya klinis dan pengen pendidikan spesialis, subspesialis atau konsultan mesti nyiapin budget dan waktu lagi deh buat pendidikan.

Selain waktu yang lumayan lama, biaya masuk nya yang tinggi, selama menjalani pendidikan kami gak diperkenankan untuk buka praktek lain, so selama pendidikan harus udah punya modal yang cukup bro. Makanya selama masih muda banyak dokter umum yang mati-matian kejar setoran -salah satunya gue, demi mencapai cita-cita dan demi masa depan yang lebih cerah- hahaha AMIN :)


Demikian, beberapa fakta-fakta tentang dokter. Masih banyak fakta lainnya loh. Semoga saya ada kesempatan untuk mengupdate ya :)
Yang jelas, tulisan ini tidak ada maksud negatif apapun. Tidak bermaksud menyinggung pihak manapun atau mengecilkan profesi manapun. Sekedar share, sekedar info. 
Semoga kesehatan Indonesia kedepan semakin baik dan semakin maju :)

#SAVEDOCTOR
#SAVEPEOPLE

Kamis, 12 November 2015

Profesi Dokter :)

Dulu waktu kecil, pas ditanya apa cita-cita nya kalau sudah besar ? Mesti banyak diantara jawaban kita pengen jadi dokter atau gak polisi ...

Sebegitu populernya profesi dokter, bahkan anak kecil yang belum sekolah aja tau, bahkan cita-cita jadi dokter gak hanya dimiliki oleh lapisan masyarakat tertentu, bahkan profesi dokter juga menjadi impian banyak orang tua di Indonesia ...

Jas putih, pengabdian, kaya raya, malpraktek, itu lah cap untuk profesi ini sekarang ...
Dokter belakangan menjadi sorotan publik dengan banyaknya coreng-moreng disana sini
Dokter belakangan seakan menjadi musuh bagi pasien
Dokter belakangan seakan menjadi sosok yang jahat, tidak berhati ...
Entah dokter mana yang dibicarakan ...

Dokter di pedalaman tanpa akses, tanpa jaminan kesehatan, tanpa tunjangan yang layak, tanpa kecukupan, tidak pernah ada yang menyorot ...

Dokter di perbatasan tanpa peralatan medis, tanpa obat yang memadai, tanpa dukungan maksimal dari pemerintah daerah, tidak pernah ada yang menyorot ...

Dokter di banyak daerah dengan jumlah pasien yang ratusan per hari tanpa pemberian hak yang pantas tidak pernah ada yang menyorot ...

Yang banyak disorot justru adalah, 

Kejadian akibat efek samping obat yang jumlahnya tidak banyak, itupun tidak bisa diprediksi sebelumnya, bahkan cuma Tuhan yang tau ... karena respon orang terhadap obat sangat personal, dan sulit untuk diprediksi ...

Kejadian dokter yang memberikan obat paten yang relatif mahal tetapi tetap memberikan obat tersebut sesuai indikasi ... karena banyak obat generik yang tersedia toh tidak memiliki kualitas yang baik ... karena bahkan jaminan kesehatan yang ada sekarang yaitu bpjs sangat terbatas dalam memberikan pilihan obat, sedangkan dokter dihadapkan pada tuntutan pasien yang harus sembuh, harus tanpa efek samping, dan harus cepat ...

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, salah satu teman sejawat kami, Internship di Kepulauan Aru yaitu dr.Andra meninggal dunia akibat infeksi virus yang berkomplikasi di otak ...
Dalam prosesnya alhamdulilah banyak pihak yang membantu termasuk RS terkait dan pemerintah daerah ...

Tapi tahukah masyarakat bahwa kesehatan kami, para dokter internship tidak ditanggung ?
Kami yang setiap hari bergelut dengan kesehatan masyarakat, memberikan terapi, edukasi, berkutat dengan darah, nanah, dan nyawa ...bahkan harus membayar untuk sekedar berobat di rumah sakit tempat kami bertugas ... adakah yang tau ini ?

Padahal banyak dari kami ditugaskan di daerah terpencil, penuh dengan penyakit infeksius, bahkan untuk vaksin saja kami harus mengeluarkan uang pribadi kami ...

Dengan gaji yang alhamdulilah lebih rendah dari pendapatan tukang parkir di Jakarta selama sebulan ini, kami masih harus mengeluarkan biaya besar untuk vaksin ini itu, untuk membeli obat ini itu, demi dapat bertugas dengan baik, menyelamatkan dan mengobati banyak orang, tanpa kami harus tertular ...

Jam kerja kami yang tidak mausiawi, tanggung jawab profesi kami yang sangat besar, tuntutan masyarakat yang begitu tinggi, dukungan dari pemerintah pusat yang begitu minimal, resiko pekerjaan kami yang sangat ekstrim .... ah sudahlah ...

Alhamdulillah, saya dan banyak teman sejawat saya terpilih menjalani profesi ini ...

Profesi yang sekolahnya saja melebihi profesi lain dalam lama masa studi, dalam jumlah uang yang harus dibayar ... tetapi diberikan penghargaan justru jauh dibawah profesi lain ...

Profesi yang masa sekolahnya, masa pendidikan profesinya, harus mengorbankan banyak hal ... tetapi setelah lulus kami juga masih harus berkorban lebih banyak hal lagi ...

Profesi yang katanya dituntut harus mengabdi, dituntut harus ikhlas, dituntut harus selalu memberikan pelayanan ... dengan mengesampingkan hak kami bahkan sebagai manusia bebas, hak kami sebagai pekerja, hak kami sebagai buruh di RS ...

Kami, harus bangga, karena tidak banyak orang yang mau memilih profesi ini, 

Karena kalau mau banyak uang kerja saja di bagian perpajakan, kuliahnya sebentar, setelah lulus bisa langsung bekerja dan gaji puluhan juta ... Kami ? Ah kami hanya seperempatnya dari itu dengan jumlah kerja, tanggung jawab, dan resiko yang lebih tinggi ...

Karena kalau mau cepat kaya masih banyak pekerjaan lain, yang kerjanya cukup tanda tangan dan nilai tanda tangannya jutaan rupiah ... Kami ? Ah sudah lah tidak usah dibahas ...

Insyallah kami paham betul, bahwa profesi ini adalah profesi mengabdi bagi kesehatan banyak orang ...
Insyallah keiklhlasan sudah pasti selalu kami jaga dan kami pegang teguh ...
Insyallah kesabaran dan kebanggaan kami akan profesi ini akan selalu kami pupuk, apapun berita yang beredar diluar sana mengenai profesi kami ...
Insyallah, meski jutaan mata manusia tertutup... Allah tidak akan menyia-nyiakan semua yang sudah kami lakukan ...
Insyallah, meski jutaan mulut manusia berkomentar pedas ... Allah tidak akan membiarkan kami terpuruk dengan semua niat dan usaha yang kami berikan ...

Kami akan terus mengabdi untuk negeri,
Kami akan terus memberikan pelayanan hingga pelosok negeri,
Kami akan terus bertatap muka dengan jutaan pasien yang menanti kami dengan penuh harap,
Kami akan terus membangkitkan profesi kami...

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, keberkahan, dan rahmat-Nya kepada seluruh dokter di Indonesia, amin :)


#HKesehatanNasional
#DokterBerduka
#RIPtemansejawat
#HidupDokterIndonesia









Rabu, 11 November 2015

Mengulang Koass :D

Alhamdulilah setelah beberapa waktu di rumah, yang dikira orang liburan padahal gak ada libur-liburnya ...
Yang dikira orang gimana-gimana padahal gak segitunya ...
Sekedar pengen punya kegiatan yang lebih bermanfaat ...
Sekedar pengen punya quality time buat diri sendiri dan banyak orang ...
Sekedar itu aja :)

But well, gatau kenapa setiap perjalanan saya selalu dan selalu aja bermasalah
Kemaren karena banyak huru-haranya sebelom ke bandara akhirnya berangkat dr rumah rada nelat dari planning awal
Padahal di papan pengumuman bandara pesawat lio* air jurusan makassar delay, tapi gatau kenapa hari itu perasaan gak enak aja pengennya buru-buru masuk dan check in ..
Eh bener ... sampe dalem ternyata udh gabisa check in alias TELAT, bete aja gitu kenapa papan pengumumannya bilang delay ternyata enggak -.- telatnya 10 menit dari batas check in terakhir aja coba,
Yaudah akhirnya reschedule dan bla bla bla seharusnya kami berangkat jam 13.10 so kami jadi berangkat di pesawat jam 21.10 yang akhirnya delay dan baru berangkat jam 21.45 WIB
Dalem otak udah gak bisa mikir apapun lagi, yang penting sampe deh di Makassar apapun yang terjadi
Kami sampe jam 02.00 WITA dalam keadaan setengah mabok karena ngantuk berat, dihadapkan pada kenyataan terminal daya dan sekitarnya kosong babar blas gak ada tanda-tanda mahluk hidup kecuali rumput yang bergoyang ....
Dengan amat sangat berat akhirnya nginep dulu di hotel nunggu pagi, alhamdulilah deh nemu kasur dan bisa langsung pelor aka. nempel molor
Beberapa jam kemudian, setelah seger dan matahari kayaknya udah tinggi, kami out dan akhirnya naik mobil pete-pete (mobil keluarga yang dipake buat angkutan umum jarak jauh) ke wotu hari itu juga ...
AND FINALLY jam 22.00 WITA nyampe deh kami di asrama yeyeye :D

Itu cerita balik WOTU, cerita balik BEKASI belom denger ya ?

Cerita dimulai dari salah pesen tiket bus, 
Rencana awal adalah kami pesen tiket bintang timur (nama bus yang biasa dipesan sm temen-temen yang udah pulang bolak balik), lah gatau kenapa yang kebeli malah tiket bus kharisma
Gak terlalu masalah sih cuma akhirnya miskom, kaminya nunggu dimana eh si busnya nunggu dimana 0.0
Akhir cerita, itu bus kharisma mogok tengah jalan tengah malem tengah sawah coy ! 
Malah tiket pesawat nya ambil jam pagi kan, udah jedag jedug aja takut telat
Akhirnya setelah nunggu radak lama, kami mutusin buat ganti bus dan taraaaa busnya seadanya banget, yaaaah syudahlah apa boleh buat daripada tiket melayang
Nyampe bandara udah dalam keadaan lusuh, bau, muka berminyak, muncul jerawat, dan gagal gaul banget lah -.-
But... kami cukup bergembira karena akhirnya bisa pulang dengan keadaan bagaimanapun , ciyeee :p

Nah inti cerita nya bukan pada cerita saya pulang dan pergi Wotu saudara-saudara ! hehehe
Itu tadi cuma preambule alias pembukaan aja, karena saking serunya perjalanan saya jadi yaa... sayang aja gitu kalau gak dipost :D

Jadi saya pengen banget ngasih kabar gembira buat anak kedokteran yang suka banget sama masa-masa koass
Karena internship adalah pengulangan koass ...

Yap ! kayak saya sekarang yang kebetulan dapet di rawat inap dan kegiatannya bener-bener koass-able deh. Mulai dari pagi follow up, lanjut nunggu konsulen dateng, nemenin visite, trus terakhir nongkrong dah di poli.
Perbedaannya cuma di panggilan aja, kalau dulu dipanggil dek atau mbak koass sekarang alhamdulilah udah dipanggil dok :')
But over all, internship gak ada bedanya ama koass 
Ya ... semua hal tetep ada positif dan negatifnya ya bro ...
Positifnya, insyallah nambah pengalaman sih karena pastinya ketemu tipe pasien yang beda
Udah gitu bisa nambah dan ngerefresh ilmu karena konsulennya cihuy-cihuy !

Semoga dua bulan sisa ini berjalan cepat, cepat dan cepat
Semoga dua bulan sisa ini berjalan lancar, lancar dan lancar
AMIN !

Sabtu, 17 Oktober 2015

Wecare.Id

Wecare.Id adalah sebuah wadah yang menampung dana dari masyarakat untuk kemudian disalurkan pada banyak orang yang membutuhkan, yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi pasien oleh tim Wecare.Id

Wecare.id adalah sebuah wadah untuk kita bisa berbuat lebih, apapun background kita
Bukan tenaga medis dan mau berdonasi ? Bisa
Tenaga Medis dan ingin mengumpulkan pasien dan menyalurkan bantuan ? Bisa
Bukan tenaga medis tetapi tau mengenai data pasien dan ingin membantu ? Bisa
:)

Alhamdulillah sejak saya tau sedikit mengenai Wecare.Id ini saya langsung tertarik untuk bergabung...
Karena menurut saya, kegiatan ini keren banget dan cukup menginspirasi
Tidak melulu berkutat dengan pasien
Tidak melulu berkutat dengan ilmu kedokteran
Bahkan insyallah disini saya bisa berbuat lebih :)

Ada dua pasien yang saya ajukan untuk mendapatkan bantuan
Dua-duanya dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan ... Ya, tempat saya mengabdi :)
Saya pikir selama saya disini, saya ingin menjadi lebih berguna bagi masyarakat luwu timur
InsyaAllah :)

Bagi semua yang ingin menyalurkan donasi atau tertarik untuk tau lebih mengenai Wecare.Id bisa dibuka langsung di webnya loh! Disana juga bisa dilihat beberapa profile pasien yang bisa dibantu :)

Ini saaatnya kita bisa berbuat lebih bagi kesehatan Indonesia !
web : http://wecare.id/

Rabu, 07 Oktober 2015

Finally Home :)

Pertama kali injak kaki di Bandara Soeta rasanya bahagia banget, walaupun lecek banget karena habis ngelewatin perjalanan yang mendebarkan selama 12 jam, walaupun tetiba jerawat nongol disana sini, walaupun lama banget rasanya perjalanan 2 jam di pesawat tapi semua kebayar ...

Setelah bisa lihat orang tua yang semakin menua
Setelah bisa bertemu keluarga yang semakin bertumbuh
Setelah bisa lihat perubahan disana sini
Itu semua menyadarkan saya, bahwa udah banyak banget hal yang saya lewatin gitu aja :(

dan Alhamdulilah .... tujuan untuk makan bareng keluarga besar tercapai di 4 jam pertama setelah sampai JKT :)
Alhamdulilah ... udah bisa kesampean MCU-in orang tua sendiri dan langsung terapi sendiri walaupun mungkin udah rada telat :(
Alhamdulilah ... udah bisa ngasih support buat adek yang sekarang mau melangkah maju setahap demi setahap 
Alhamdulilah ... satu proyek saya tercapai yaitu menjadi Medikator di WecareId , so saya jadi merasa bermanfaat dan berguna buat orang lain 
Alhamdulilah ... saya udah bisa menjalani hari-hari yang saya rindukan bareng pasien-pasien saya disini
Alhamdulilah ... banyak hal bermanfaat udah bisa dilakuin di seminggu pertama kepulangan saya :)

Ada beberapa proyek lagi yang mau saya lakuin disini, beberapa udah lewat dan yaudah ... beberapa lagi belom saya raih. Bismillah ya Allah, mudahkan segala yang saya usahakan ...

Kalau ditanya kangen gak sama Wotu, Malili, Luwu Timur dan sekitarnya ?
Hmmm, ada banyak hal yang saya kangenin tapi ada banyak hal juga yang gak pengen saya ulangin 
Ada banyak hal yang saya suka tapi ada banyak hal juga yang bikin gak pengen balik 
So, saya mau menikmati hari-hari saya disini dengan semaksimal mungkin 
Sebelum balik lagi ke masa-masa suram :p