Senin, 11 September 2017

Membesarkan Anak se-Natural Mungkin

Kita hidup di zaman milenial, super crowded dengan gadget, medsos dan berbagai kemudahan efek kemajuan teknologi yang super cepat, tinggal ketik Amin atau like and share 

Kita hidup di zaman anak TK sudah bisa main YouTube, bebas klik apapun yg dia 'suka' entah sebetulnya yang dia buka sudah pantas ditonton atau belum.

Kita hidup di zaman anak SD punya hape canggih seri terbaru, bebas buka situs dan media apapun. Bebas berkomentar seakan-akan netizen cukup umur. 

Kita hidup di zaman anak SMP dan SMA bebas curhat plus dapet 'tempat' di medsos, tinggal chat, tinggal curhat lalu nyaman, padahal kenal pun enggak. Sedangkan di rumah, mamaknya ngomong dicuekin πŸ˜…

Kita hidup di zaman netizen 'kuliah' umum di medsos dan mbak Google, bebas baca berita apapun dari sumber manapun, semua dipercaya sebagai sumber kebenaran yang hakiki, merasa mengetahui segala hal mendalam dan merasa sudah berhak untuk mengomentari apapun padahal itu diluar kapasitasnya.

Kita hidup di zaman penuh dengan penghakiman lewat media masa, semua bebas dan kelewat bebas untuk mencaci maki, menghina dan menghancurkan figur seseorang semudah makan kacang goreng.

Ah, sungguh saya takut ...
Bagaimana nanti 5 atau 10 tahun lagi, apakah akan lebih ngeri dari ini ?
Atau akankah semua lebih baik ?

Berkaca dari ke parno-an saya melihat fenomena sosial di masyarakat sekarang, disamping memang banyak efek buruk dari Gadget yang digunakan berlebihan dan bila tidak diimbangi dengan (belum ada) kematangan fungsi sosial emosional, Sejak el lahir saya komit untuk tidak mengenalkan gadget sebagai bahan reekreasi apalagi nonton video atau Tv bareng. Big no ! Emang sih saya pun jadi harus banyak berkorban Karena jadi sangat jarang pegang hape. Kalaupun sangat mendesak sekali ya menjauh dari el atau tunggu el tidur. Pengen banget nonton Tv untuk nonton film atau sinetron ya tunggu el tidur πŸ˜… btw udah setahun lebih loh saya gak injek kaki di bioskop, padahal dulu sehari bs nonton 2/3 film, but it's oke ☺️

Saya sama sekali tidak sanggup dan tidak ingin EL menjadi bagian dari lingkaran bangun tidur-gadget-tidur lagi. Lingkaran dimana anak menjadi betah dirumah tapi jiwa dan pikirannya dimana-mana. Lingkaran dimana anak terlihat 'baik' dirumah tapi ternyata tindakannya jauh diluar. Lingkaran dimana anak terlihat 'kalem' di rumah tapi 'liar' diluar.
Nauszubillahiminzalik πŸ˜”

Saya sama sekali tidak sanggup dan tidak ingin EL melek teknologi mutakhir tapi sama sekali gak paham siapa dia, siapa Tuhannya, apa kewajibannya sebagai makhluk. 

Terlebih usia EL sekarang yang masih 1tahun, bisa bicarapun belum, memang belum ada manfaatnya untuk nonton TV, nonton YouTube, dan lain-lain. El masih membutuhkan banyak sentuhan fisik untuk memaksimalkan semua fungai indera dan alat geraknya. Tulang dan ototnya akan semakin kuat jika dia banyak bergerak aktif. Indera nya akan semakin terasah jika semakin banyak menyentuh benda-benda, melihat banyak hal, mendengar dan mencium. Itu semua tidak bisa didapat Dari hape ataupun televisi.

Akan lebih baik jika anak main pasir, batu-batuan, lihat tanaman, warna-warni plus wangi bunga, lihat ayam, kucing, kambing dan semuanya yang mungkin susah didapat lagi di kota besar. Itu semua akan memperkaya jelajah sensori dan mengasah kepekaaan panca Indra anak. Kotor ? Bau matahari ? Pasti. Tapi proses pembelajaran yang anak dapat jauh lebih bermanfaat dibandingkan kotor dan bau nya yg bisa hilang dg cuci tangan atau mandi. Toh anak kita memang butuh Mikroba agar tubuhnya bisa membentuk pertahanan diri secara alami bukan antibiotik. So, selama anak sehat, silahkan saja πŸ˜‡☺️

Anak yang terlanjur freak gadget, dia akan cenderung lebih kurang gerak Karena lebih asik nonton video. Anakpun akan cenderung kurang aktif bicara dan berinteraksi saking asiknya menatap layar dengan segala warna warninya. Malah banyak anak yang sama sekali tidak mau main diluar Karena tentu lebih nyaman di dalam rumah nonton tv sambil tiduran. Bagaimana dengan kematangan emosinya ? Tentu lebih tidak stabil Karena jarang berinteraksi sosial dengan banyak orang. Padahal anak belajar mengenal emosi ya dengan diajak bicara, dan berinteraksi dengan banyak orang. Bagaimana dengan kesehatan matanya ? Tentu juga tidak baik.

Selain itu banyak studi menyebutkan justru paparan screenplay yang berlebihan pada anak umur 2 tahun justru memberikan efek buruk seperti speech delay atau keterlembatan bicara dan gangguan perkembangan emosi. Tentu gangguan tersebut akan berpengaruh hingga si anak besar ataupun mempengaruhi seperti apa dia dimasa depan. Kasih an kan ? 

Toh zaman Orang tua kita kecil juga belum ada Gadget tapi mereka sanggup membesarkan 3,5 sampai 10 anak tanpa bantuan ART pula

Toh zaman BJ Habibie kecil pun belum booming YouTube dan semacamnya tapi lihat Pak Habibie ? Pintar dan hebat jadi panutan banyak orang :)

Pernah suatu hari saya membaca artikel tentang bagaimana pemilik Apple Bill Gates membesarkan anak-anak nya. Bill Gates dan Istri nya tidak mengizinkan anak-anak mereka memiliki gadget bahkan mereka diSekolahkan di sekolah yang tidak memiliki fasilitas komputer. Anak-anak nya toh tumbuh menjadi anak yang cerdas, Aktif dan sehat. Bagaimana dengan kita ? 😭✌🏻

Sungguh kita sebagai orang tua sudah seharusnya sebijak mungkin dalam membersamai anak, memilah milih mana yang baik dan tidak
Tanpa mengecilkan buibu atau Pak bapak yang mengenalkan teknologi sejak dini pada anak, yang saya yakin dengan banyak pertimbangan pula
Tidak perlu saling menjudge ☺️

Yang perlu kita renungkan adalah,

Banyak hal yang tidak diperlukan anak justru kita berbondong-bondong memberikan nya, seperti memperkenalkan gadget dini. Apa kah betul anak kita membutuhkan itu ? Atau justru itu sebetulnya kebutuhan kita sendiri ? 

Mari kita kembalikan anak ke fitrahnya dimana dunia anak adalah dunia main yang menyenangkan, bebas berlari kesana kemari, membuat banyak percobaaan mini dengan banyak hal yang dia temuii, mengembangkan imajinasi positif dengan banyak berinteraksi dengan alam serta lingkungan sekitarnya.

Mari kita men besar kan anak-anak kita senatural mungkin ;) yang natural lebih baik kan ? 

πŸ’•


Kamis, 07 September 2017

Serba Serbi per-MPASI-an

MP ASI atau makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan setelah bayi siap untuk memulai makanan padat, disamping ASI. Kesiapan ini dapat dilihat dari segi fisik, seperti sudah mulai mampu mengkoordinasikan tangan untuk masuk ke arah mulut, sering keluar air liur, mampu duduk tegak, dan terlihat excited saat melihat makanan. Sesuai rekomendasi WHO dan IDAI kesiapan makan ini bisa dilihat rata-rata pada saat usia 6bulan, artinya pada usia ini bayi sudah bisa diberikan MPASI.

MPASI juga diberikan atas pertimbangan beberapa kandungan mikronutrien pada ASI sudah sangat berkurang dan tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi seperti kandungan zat besi dan seng, maka bayi membutuhkan asupan tambahan lain untuk mengkompensasi ke kurang an tersebut. Makanan ini tidak untuk menggantikan ASI. ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.

Pemberian MPASI terlalu dini tanpa melihat kesiapan bayi atau menundanya bisa mengakibatkan banyak masalah, terutama masalah pencernaan dan yang paling ekstrim mengganggu tumbuh kembang bayi akibat gizi yang salah maupun kekurangan gizi. Maka akan sangat baik jika sebelum memberikan MPASI betul-betul dicek and ricek apakah bayi kita memang sudah siap. Untuk beberapa kasus memang sering kali dokter menganjurkan untuk mpasi dini tapi tentu mpasi dini ini memang atas dasar indikasi medis, ditentukan oleh dokter spesialis anak bukan Semata2 anjuran nenek atau tetangga. 

Pemberian MPASI banyak macamnya, yang saya gunakan untuk El adalah metode spoon feeding atau disuapi langsung plus baby led weaning atau membiarkan bayi makan sesuai keinginannya sendiri. Saya menggunakan dua metode campuran ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan gizi yg masuk Karena dikhawatirkan jika hanya menggunakan satu metode belum mencukupi. Maklum saya tipe makemak perfeksionis  πŸ˜…
Jadi setiap memberikan El makan, ada yang saya suapi ada juga yang berbentuk finger food atau makanan yang dipotong sesuai genggaman tangan bayi lalu biar kan El makan sendiri πŸ‘ΆπŸ»

Teknik BLW ini sekalian ngelatih koordinasi tangan el untuk masukin makanan ke mulut. Emang sih banyak banget yang kebuang karena cuma dibejek2 paling yang masuk mulut bs dihitung lah. Jangan kaget juga kalau akan sangat messy alias berantakan acakadul. Walau gitu tetep ada belajarnya ko, dia ngelatih saraf2 sensoris di tangannya untuk rasain berbagai macam tekstur makanan. So gak usah risau moms insyallah ada manfaatnya kok! Lagipula untuk memenuhi asupan gizinya kan udah dibantu disuapin Umi. Itulah sebabnya saya lebih pilih dua metode daripada satu.
EL Happy Umi Happy ✌🏻

Masing-masing metode ada kelebihan dan kelurangannya tapi cari lah yang pas di hati dan disesuaikan dengan kebutuhan bayi ya moms ☺️ Gak bisa cuma sekedar ikut-ikutan atau supaya anaknya keliatan hits. Gak perlu Lah berlomba-lomba hits kalau pada akhirnya anak kita yang jadi korban. Ikutin aja maunya anak. Anaknya mau pegang dan ubek2 makanan sok monggo, anaknya mangap2 minta disuap silahkan. Selama itu baik, gak masalah insyallah.

Awal MPASI alhamdulilah El gak banyak kesulitan untuk cicip2 rasa baru Selama waktu nya pas. Pas dia laper, pas dia lagi happy dan pas dia gak ngantuk atau ke pengen main. Susah ya ? Hahahaha.
Awal2 emg saya susah banget nentuin waktu yang 'pas' ini tapi seiring proses makan saya mulai bisa memetakan waktu-waktu tersebut yaitu tidak pada waktu setelah menyusu, setelah dia bangun tidur, dan setelah capek main. Dari awal saya memang menyetel waktu makan El 3x sehari sehat awal agar terbiasa.  Kadang diantara makan saya sisip dengan Cemilan juga. So lama kelamaan di jam dia biasa makan biasa nya dia udh mulai nagih tuh, mulai keliatan rewel eh disuapin diem πŸ˜„

EL juga dibiasakan untuk makan sambil duduk di kursi makan walaupun sering failed gegara di RS kan gak ada tempat duduknya, jadilah kita makan di kasur kamar jaga dokter untuk makan siang. Sorenya tiap pulang RS selalu mampir rumah nenek supaya EL bisa mandi dan makan sore tepat waktu (kalau udh jamnya kelewat EL gak mau makan lagi dan jarak RS rumah terlalu jauh kalau harus langsung ke rumah). Nah tau sendiri cucu pertama dibawa ke rumah nenek mesti banyak yang ajak main jadilah EL makan sambil main walaupun gak sambil jalan2 diluar juga sih. Hancur sudah ideal nya Umi nak πŸ˜‚ karena sikon gak mendukung, ya sudah lah yang penting EL makan ya nak.

Sedangkan untuk menu makanannya saya memutuskan untuk memberi MPASI homemade alias makanan dibuat sendiri dengan menu yang sering dimakan keluarga atau semua jenis makanan bisa dibuat untuk bayi. Tentu tekstur menyesuaikan ya! Untuk anak 6-7 bulan makanan dibuat bubur halus atau diblender, mulai 8 bulan sudah bisa agak kasar, 9 bulan bisa dicoba lembek atau tim, hingga 12 tahun sudah bisa makan masakan keluarga alias nasi utuh. El sudah mempraktekkannya, alhamdulilah mulai 11 bulan dia sudah terbiasa makan nasi dan memang kurang suka yang terlalu lembek.










Untuk mp ASI ini saya sudah konsultasi juga nih ke salah satu guru hebat saya di Yogya, yaitu Prof dr Soeroyo SpA (K) beliau bilang gak usah kepedean gizi makanan yang dibikin sendiri lebih baik karena mesti ada yang hilang karena proses masak dan penyajian, siapa yang jamin gizinya masih 100% ? jadi boleh Lah sesekali diselingi pabrikan. 

Baiklah, saya setuju si Prof gausah terlalu pede juga. Toh yang jadi goal dalam hal makan ini kan gizi anak terpenuhi toh. EL juga sesekali saya kasih cemilan biskuit, dan EL suka banget. Sedangkan untuk makanan instan lainnya EL nolak, bener-bener nolak karena terbiasa makanan biasa, mungkin di lidah EL distraksi rasanya terlalu jauh. Masakan Umi tetep juara di hati EL walaupun hambar πŸ˜‚

Kelebihan dari mpASI homemade ini, anak sudah dikenalkan variasi rasa asli makanan sejak awal dia makan. So, kebanyakan anak dengan mpASI homemade bukan termasuk anak yang pemilih dalam hal makan. Alhamdulilah setelah EL lulus mpASI homemade terbukti sih EL dikasih apapun masuk. Timun, terong, ikan, ayam, bebek, semua oke asal kering alias gak berkuah. Tapi tetep favorit EL ayam goreng dong macam Upin Ipin dan ngemil mentimun πŸ˜„πŸ‘ΆπŸ»

Kekurangannya ?
Agak butuh perjuangan untuk tetap konsisten masak buat working mom atau IRT tanpa PRT dan punya anak lebih dari 1 yang masih kecil, apalagi bagi ibu double Job seperti saya. Bisa belanja cuma malem di supermarket (minim makanan fresh padahal πŸ˜”) atau weekend dan sudah mesti bangun pagi untuk masak. Kadang sering gak sempet masak buat diri sendiri dan abinya tapi yaudahlah kita toh bs makan apa aja dengan gampang tanpa mikirin micin dan sebagainya, jd makanan EL tetap prioritas utama ☺️

EL pernah gak GTM alias nolak makanan dan tutup mulut ? Sering πŸ˜„
Karena sakit, tumbuh gigi atau tekstur makanan gak sesuai sama yg dia mau. Di sinilah kesabaran dan kreativitas Umi diuji. Dalam sehari saya sangat sangat sangat usahakan membuat lebih dari 1 jenis makanan dengan beda tekstur saat EL GTM. Nah tinggal saya perhatikan mana2 jenis makanan yang dia mau makan. Dari hasil riset itu saya simpulkan saat GTM EL sih lebih suka makan roti2an daripada nasi-nasian dengan tekstur yang cenderung padat plus renyah. Jadi deh Umi berkreasi dengan menu roti πŸ˜‚ setiap hari puter otak biar EL gak bosen.
Kadang pun EL gak mau makan cuma karena makan sendiri alias gak ada temen, jadi saya dan abinya sebisa mungkin untuk makan bareng setiap hari, meski direcokin makannya dan jadi reriweuh kadang dia ikut icip dan akhirnya mau ikut makan. Alhamdulilah sejauh ini GTM terlewati ☺️☺️

Selain GTM tantangan dalam pemberian MPASI ini beragam bergantung umur anak. Anak yang baru 6-9 bulan tantangannya adalah memetakan waktu makan, kapan dia mau makan, kapan dia udah selesai makan dan seringkali tersedak. Untuk waktu makan, ini bener-bener butuh proses yang gak cuma sekali dua kali. Untuk langkah awal, kita coba dulu aja untuk memulai makan di jam-jam kita makan kita sambil lihat sikon, anaknya ngantuk kah, lagi rewel kah atau lagi sibuk main. Lama kelamaan kepekaan Ibu mesti terlatih seiring dengan banyak percobaan dan kebersamaan saat makan. Anak tersedak ? Setelah teratasi tersedaknya lanjutin makan selama gak sampe heboh proses tersedaknya, insyallah aman. Pun bayi yang sehat sudah punya mekanisme canggih sendiri di mulutnya, jd walaupun tersedak dikit-dikit masih oke lah. 

Untuk anak yang lebih dewasa kesulitannya adalah si anak sudah terlalu aktif bergerak jadi sulit untuk duduk, So sebisa mungkin anak dibuat rileks dan nyaman saat makan. Saya sih anti banget maksa EL makan sampe berlama-lama. Khawatir trauma dan malah jadi momok sendiri buat EL karena di mata dia makan adalah pemaksaan bukan kebutuhan. Kalau EL gak mau dan gak mood ya udah dicoba lagi nanti. Kalau EL bete Yaudah selesai deh makannya, biasa saya batasi tiap sesi makan adalah setengah jam karena diluar itu EL udah gak betah duduk dan pengen kemana-mana lagi. Hehehe.

Kemudian tantangan selanjutnya adalah makanan yang udah di mulut dilepeh. Aaaaaa ini nih yang suka EL lakuin belakangan. Gak perlu worry moms selama anaknya masih mau mangap suapi aja terus sambil di perhatiin kapan dia ngelepeh. Kalau EL, makanan yg dia lepeh kalau terlalu banyak dan terlalu lembek. See ? Anak-anak emang unik punya self defense nya sendiri, semua harus pas πŸ˜‚

Semoga bermanfaat. Tulisan ini saya rangkum dari banyak materi yang saya baca. Kalau ada yang mau kepo menu-menu EL bisa dibuka ig Umi nya EL ya @asprasasti πŸ™πŸ»

Rasanya Double Job IRT dan Working Mom sekaligus ?

Banyak yang bilang, ngapain sih bawa bayi kerja, emang gak bisa ditinggal aja di rumah ?
Nope!
Cuma ada satu jawaban untuk gak jadi full mom. Kalau pun ada yang harus dikorbanin adalah kerjaaan dan karier saya sebagai dokter. Karena berkarir dan bekerja tidak menjadi tanggung jawab saya 100%

Rumah sakit bisa dengan mudah dapetin dokter pengganti, tapi gak akan ada yang bisa gantikan saya sebagai Ibu buat El

Karir dan kerjaan bisa saya cari lagi nanti, bisa saya bangun lagi nanti tapi mengasuh el sedari bayi gak akan bisa terulang lagi, sampai kapanpun. Terlewat ya sudah. EL tumbuh tidak menunggu saya, EL bukan boneka yang bisa di on off.

Menjadi Ibu, mengasuh mengasihi dan mengasah el adalah tanggung jawab pribadi saya sebagai ibu, dan gak bisa diwakilkan Karena nanti di akhirat saya sendiri yang harus bisa jawab saat ditanya tentang El.

Menjadi Ibu adalah fitrah saya sejak lahir sebagai perempuan tetapi menjadi wanita karir adalah pilihan, murni pilihan.

Salah satu alasan lain adalah keyakinan saya pribadi bahwa pengasuh terbaik adalah ibu kandung, bukan nenek atau mbak ....

Pernah sesekali EL saya tinggal di rumah neneknya dengan bantuan saudara untuk jadi pengasuh sementara, karena saat-saat tertentu gak memungkinkan bawa bayi... sesekali itu pula saya selalu dapet laporan el nyusu nya dikit, EL gak doyan makanan yang saya bikin, EL maunya jajan dan bla bla bla.

Aaaaaah ya sudah lah, hehe saya cuma bisa senyum ☺️
Saya tidak akan marah atau menyalahkan siapa yang ada di rumah, karena kesalahan murni ada di diri sendiri, kenapa anak ditinggal? Padahal yang tau gimana taktiknya supaya el mau makan, kapan el minum susu, el gak suka di paksa, kalau makan dilepeh bukan berarti el gak mau makan, dan lain-lain ya saya, mamaknya.
Maafin umi ya nak,

Lalu, saat ada pertanyaan lain,
Kenapa gak berhenti kerja aja ? Jadi IRT aja toh punya suami dokter juga kan ?

Aaaaahh seandainya semua sesimple itu untuk bisa saya jelaskan. Seandainya bisa.
Seandainya ....

Ini lah jalan terbaik yang bisa dilakukan sejauh ini. Sejauh semua baik-baik aja, insyallah saya jalani semua.

Inilah pilihan satu-satunya yang bisa saya ambil dengan segala konsekuensi dan halang rintang nya, dengan segala alasan yang ada di belakangnya.

Kemudian, jika ditanya lagi bagaimana rasanya ? 

Rasanya senang, puas, capek, jengkel, pengen skip aja ke next level 😁✌🏻

Bagaimanapun, saya cuma perempuan biasa yang juga pengen punya me time, pengen bisa jalan2 bareng temen, bisa perawatan, bisa make up dengan nyaman, bisa kerja dengan santai, bisa ini dan itu. Semua tentu sudah gak bisa lagi dilakukan sejak saya putuskan untuk ambil double job, menjadi IRT plus working mom sekaligus.

Sesekali penat dan jengkel hinggap, capek kerja dengan pasien2 yang kadang bermasalah masih harus dengerin El nangis seharian, malem nya harus bangun berkali2 untuk menyusui.
Sesekali kepikiran untuk kabur aja, liburan, refreshing.
Sesekali kepikiran untuk purapura hilang ingatan biar semua tanggung jawab berat ini hilang
*menjadi Ibu dengan segala tugasnya adalah tanggung jawab berat bagi saya, Karena yang saya asuh adalah manusia, yang akan menentukan bagaimana dia kedepan, mungkin kalau semacam peliharaaan lebih ringan kali yah :p
Sesekali stress sampe gak tau harus ngomong apa dan kemana.
Sesekali pengen banget damai barang sehari, disela ada pasien gawat, gak tega lihat EL terus2an nangis pengen sama Umi nya.
Sesekali pengen banget hilang dari peredaran mencoba berdamai dengan perasaan sendiri yang mungkin efek capek dan lelah.
Sesekali ...
dan itu manusiawi, kan ?
Saya rasa semua mamak yang urus anak nya sendiri pernah sedesperate saya atau malah lebih ;)

Tapi,
Semua itu gak lama.
Setelah saya kembali waras dan tersadarkan bahwa EL bukan orang yang harus dikorbankan atas segala yang saya rasakan dan saya lakukan
Bukan salah El atas apapun yang terjadi sekarang
Bukan el yang minta di lahirkan, Bukan El yang mau datang. Tapi, saya, saya yang sudah mengundang El dan mengharapkan El...
EL cuma anak bayi yang diamanahkan Allah untuk dijaga dan dididik dengan baik dan benar 
EL cuma anak bayi yang punya kekuatan super membuat sekelilingnya Happy 
EL sama sekali gak bersalah ♥️

Dibalik semua keluh kesah makemak tukang ngeluh ini ada juga rasa happy dan bangga yang saya simpen,
Happy saat Umi jadi orang pertama yang El tangisin saat pergi dan jadi org pertama yang El cari 
Happy karena alhamdulilah bonding saya sama EL semakin kuat
Happy bisa selalu ada disamping EL dan tau semua perkembangan EL tiap detik
Happy dan bangga bisa jadi parter EL dalam belajar banyak hal untuk kali pertama dalam hidupnya 
Precious πŸ’•

So,
Saya sadar, sekarang ini bahagia Saya adalah lihat El sehat dan bahagia, bisa bertumbuh kembang dengan baik 
Saya sadar, sekarang dunia saya adalah main bareng El, apapun yang mau el lakukan 
Saya sadar, sekarang me time saya ya makan dan bercanda bareng El.
Saya sadar bahwa segalanya yang dilakukan bareng el adalah keinginan Saya sendiri, pilihan saya sendiri,

Lagipula atas pilihan saya EL sudah sangat terkena imbasnya 
Setiap hari dengan jadwal tidur pagi di mobil dan pulang hampir malam tidur di mobil
Setiap hari main di rumah sakit dan interaksi dengan semua yang ada di dalamnya
Meski saya tetap usahakan el tetap bermain Selayaknya anak kecil, alhamdulilah lingkungan RS yang punya banyak kebun mendukung ...

Alhamdulilah sejauh dan sepanjang ini semua baik2 aja dan EL alhamdulilah tumbuh sehat dengan tumbuh kembang yang baik
Semua atas izin dan berkah Allah 
Allah yang selalu menjaga EL

Saya tanamkan pada diri saya sendiri bahwa saya akan mengabdikan hidup saya untuk membesarkan El dengan cara apapun sebaik2nya, 
Apapun dan siapapun kita, kita adalah sesuatu di mata anak2 kita, kan ? ☺️
Insyallah, semoga dikuatkan dan dimudahkan 

♥️

Rabu, 06 September 2017

Happy 1st Birthday My Superbb Baby πŸ‘ΆπŸ»

Masih inget banget 1tahun yg lalu, 11 Agustus 2016 pagi, Umi masih berjuang dengan rasa sakit yg teramat sangat karena kontraksi rahim yang sudah lebih dari 24 Umi rasakan semakin kuat dan kuat. Bidan jaga pagi itu bilang semestinya pagi sudah lahir karena menurut catatan bidan jaga malam kontraksinya bagus, bagus banget malah. Tapi emang dasar umi yang kelewat kreatif dan pada dasarnya sangat gak tahan sakit, jam 2 dini hari tanpa bidan dan dokter spog nya tau, umi minta abi untuk cariin obat penghilang nyeri kontraksi, mungkin itulah alasan kenapa malah jadi tambah panjang proses persalinannya. Hal ini umi lakuin juga berdasarkan pada kasus Melahirkan yg lain ko sayang, gak tau deh kalau ternyata efeknya ke umi malah beda. Padahal nyerinya pun gak hilang, gak reda sama sekali 😭 malam itu rasanya sangat panjang, malam terpanjang yg pernah umi lewatin ya susah tidur, gak ada tenaga, ahhh lelaaaah lah.
Dalam hati sempet berdoa, bisa gak ya sakit nya stop sebentaaaaaaar aja supaya bisa tidur ya Allah πŸ˜…πŸ˜­ 

Maaf kan umi ya nak, Bukan umi gak mau ketemu sama baby El tapi umi emg cemen bgt menghadapi rasa sakit. Sakit kepala aja udah nangis Bombay, lah ini sakit lahiran yg katanya berpuluh2 kali lipat Dari sakit biasa πŸ˜”

Siang hari itu umi bener2 ngumpulin segenap keyakinan supaya baby bisa cepet lahir, normal. Latihan nafas, latihan mengedan, jalan2, semua dilakuin berhubung ketuban sudah pecah lebih Dari 6 jam yang lalu, umi khawatir baby kena efeknya ☹️ Maklum umi yang juga dokter, menghadapi diri sendiri sebagai pasien otak umi lgsg muter aja mikirin apa2 yg mungkin bisa terjadi sama baby, sama umi, sama kita sayang. Daaan semakin bikin galau. Lihat nenek yg sudah sangat Lelah Karena nemenin semaleman sambil usap2 punggung umi bikin umi sedih dan umi harus semangat supaya semua ini gak percuma. Bismillah, semoga sore ini kita ketemu, amiiin πŸ˜‡

Sore itu pun dengan bantuan dr Spog yg cekatan dan sabar plus tante bidan yg dengan semangat Bantu persalinan yg dengan penuh susah payah, tepat jam 18.00 baby El lahir dengan alhamdulilah sehat dan selamat. Seketika semua sakit hilang nak 😍 Happy banget, alhamdulilahirabbilalamin, bayi yg umi nanti2 kan akhirnya lahir 😍

1tahun berlalu dengan sangat luar biasa sayang. Jungkir balik nya umi jadi Ibu baru, proses adaptasi nya baby yg luar biasa, perkembangan baby, aaaaah semua nya precious πŸ˜‡

Newborn 
Saat itu umi, baby dan abi masih tinggal dirumah nenek dan kokong, alhamdulilah banyak yg bantu dan temenin umi melewati malam Demi malam yg panjang, hari Demi hari yang ngantuk πŸ˜„ Baby El termasuk bayi yang super sensitive, denger suara dikit bangun, ada org banyak lgsg terganggu. Malam jadi siang, siang jadi malam. Nyusu nya kuaaaat bangeeet, setiap 2-3 jam umi harus bangun, begadang, bangun, begadang, gitu terus. Happy banget bisa lihat El tidur puas, happy lagi saat El bangun dan mukanya itu loh imut πŸ‘ΆπŸ» Umi masih sulit percaya ternyata ini bayi yg 9 bulan umi bawa kemana2 skr sudah di depan mata. Baru saat umur El lebih 30hari, tidur el udh lebih teratur dan kondisi umi membaik 😁✌🏻

2 Bulan
Umur 40 hari, tepat 40 hari pertama kali El dan umi keluar. El diajak rapat ke Salah satu hotel di Bekasi. Saking desperate nya umi yg pengen cepet menghirup udara luar, rapatpun yg cuma deket bela2in dateng ☺️ maklum biasa nya keluar ini jadi 'dikurung' hampir 3 bulan. Alhamdulilah walaupun ada nangis2 nya tapi el luar biasa oke, umi gak kapok bawa el keluar. 
Karena cuti hamil umi yg udah kelewat sebulan (alhamdulilah punya atasan dan RS yg pengertian πŸ˜‡) untuk persiapan el yg akan umi Ajak kerja, el umi ajak jaga malam beberapa kali. El emg anak umi yg hebat,gak rewel, gak aneh2. Alhamdulilah πŸ™πŸ»

3Bulan
El resmi ikut umi kerja, rapat, seminar, bag kan keluar kota pokoknya kemana-mana lah. Saat harus sesekali ninggalin El sebentar Karena gak memungkinkan bawa bayi, umi galau setengah mati πŸ™ˆ El minum asinya bisa gak ya di dot, el banyak gak ya minum asinya, el anteng atau gak ya. Aaaah seharian bikin bad mood krn kepikiran El.
Umi mau selalu sama El, selalu ♥️ maafin umi yg sangat egois ini, nak. Umi cuma takut org lain gak memperlakukan baby El semestinya, sepantasnya. Itu kenapa umi gak pernah mau el diasuh org lain.

Pada dasarnya umi memang sangat susah percaya orang lain terhadap banyak hal, termasuk hal yg kurang penting apalagi untuk yang paling penting dalam hidup umi sekarang yaitu El. semoga kita selalu sehat supaya bisa terus bareng ya nak πŸ˜‡

El juga pertama kali loh diajak traveling, udah umi bahas di tulisan sebelum nya ☺️

4 bulan - 11 bulan
Aaaah jadi Ibu 'muda' emang tantangan, harus banget belajar banyak hal yang 'bener' Bukan sekedar percaya kata nenek2 atau mitos. Karena banyak banget bisikan kanan kiri atas bawah yang bikin jiwa raga capeeeeeeeeeeeeek lebih capek dari jaga IGD 2x24 jam. Kalau boleh milih bisa gak gueeee jaga aja terus daripada jungkir balik jadi Ibu baru begini ? Astagfirullah πŸ˜”

El sakit garagara umi 
El jatuh Salah umi
El makannya sedikit Karena masakan umi
Tapi el Lucu, el sehat, el bisa ini bisa itu
Umi nya gak pernah Disebut
Umi cuma bisa sabaaaaarrrrr
 πŸ˜…
Tapi insyallah El tetap on the track termasuk dalam hal Mpasi di 6 bulan dan homemade. Tetep Asi tanpa Sufor. Tetep dengan gaya asuhan umi. Walau kerja, walau badai menghadang, walau raga remuk berkali2, bismillah many terus demi El ♥️ umi gak peduli orang lain, umi peduli sama El. Umi juga gak terlalu mentingin orang lain lihat umi sebagai Ibu yg gimana, yg penting umi mau el tau umi berusaha jadi umi yg terbaik buat el.

Daaaaan sekarang, El sudah 1 tahun nak. Selamat lulus mpasi homemade, Selamat lulus S2 ASI. Selamat jadi warga RS Amanda hampir 1tahun fullπŸ™πŸ» El anak umi yg luar biasa, I'm really a proud mom.

Puji syukur umi pada Allah atas segala kasihNya pada El Selama ini. Doa umi cuma 1, umi mau El selalu bahagia, selalu sehat, dan beruntung πŸ™πŸ»

Banyak pihak yang udah Bantu Umi besarin El sampai ke Titik ini,
Abi yang udah mau umi cerewetin, minta ini itu kebutuhan el, tiap 2hari belanja mpasi, jebol gak? Insyallah gak. Semua ada rejekinya.
Nenek Pilar
Yang selalu nemenin umi dan el tidur, yang gak bosen ajak el main saat umi mulai gak waras saking capek nya, yang selalu penduli sama el 
Kokong Pilar
Yang perhatian Sma umi dan el, yg mau anter jemput umi krn umi jadi susah bawa Mobil sendiri berhubung el gak betah di car seat 
Om tante ua Pilar
Yg sayang sama el 
RS amanda dan semua penghuninya
Yg izinin el ikut umi setiap hari, mau jadi sahabat el dan bantuin umi tiap umi kerepotan

Alhamdulilaaaaaah terima kasih semuaπŸ™πŸ»







Kamis, 08 Juni 2017

Anak Sakit, Kiamat untuk Ibu

Nanganin anak (orang) sakit memang bukan pengalaman sekali dua kali untuk saya, setiap hari pasien anak yang datang ke RS berjumlah puluhan sampai ratusan bahkan ...

"Gak mau makan, dok "
"Minum susu gak mau, air putih gak mau, sampe lemes saya dok ..."
"Nangis terus, gak mau tidur, maunya ditimang2 terus dok sampe kewalahan"

Itu yang sering dikeluhkan orang tua pasien, terutama kaum ibu yang kebanyakan merupakan pengasuh utama si anak.

Ya sebagai dokter, bisa apa lah saya selain kasih obat, kasih edukasi sambil nenangin orang tuanya, bahwa everything gonna be ok, mom, insyallah :)

But,
Lagi lagi, praktek gak semulus teori
Soal ujian gak sesederhana contoh
Ngelakuin gak semudah ngomong
And, I prove that so many ways ...

Dua hari belakangan, El kurang fit
Ya biasa lah anak kecil, pilek demam udah jadi langganan
Bukan pertama kali dan bukan yang terakhir juga pastinya
Tapi dari kesekian sakit nya dia, sakit kali ini yg paling bikin baper, mewek sesenggukan 😥

Saya bukan tipe mamak yang banyak nglarang El, perawat di RS sampai keheranan ...

"Dok kok dokter santai banget ya kalau el masukin ini itu ke mulutnya atau ngapa-ngapain sendiri ...”

Saking saya selow banget ngeliat el masukin pulpen lah atau apa apalah ke mulutnya, sedangkan perawat yang lain udah teriak-teriak 😂

Ya gitu deh, El butuh banyak paparan untuk daya tahan tubuhnya dia sendiri. El butuh semua itu untuk belajar. Belajar ngelatih dan ngasah semua yang dia punya.

Selama gak bikin dia bahaya, gak kotor-kotor banget, saya gak pernah larang El ...
Walaupun benda yg keliatan bersih belum tentu bersih. Saya juga memilah memilih mana-mana yg menurut saya it's ok, darl ♥

Toh dia emang lagi masa-masanya explore sesuatu, masuk-masukin barang ke mulut, ya emang lagi masanya ...
Tinggal kita pantau terus aja 😊

Sakit-sakit dikit bukan big deal bagi saya, karena itu lah respon tubuh untuk bentuk antibodi, ye kan ? Insyallah saya masih bisa kalem sambil terus mantau perkembangan El. Butuh obatkah? Butuh istirahat kah ? Atau butuh apa ...

Yang jadi masalah ya kalau udah bikin mewek mamaknya kayak sekarang ini 😂

Sebagai mamak yang super baper, lihat baby El nangis terus-terusan, susah banget dialihkan, gak mau makan babarblas, cemilanpun dibejek doang kemudian di lempar-lempar, ngASI gak mau, bikin hati sayaa hancur berkeping-keping, gak mood, sebel gak jelas dan berbagai emosi yang entah apa.

“El berubah 180derajat, bi 😥 biasanya (waktu sakit) dia gak sebegininya ....” gitu sambil saya sesenggukan ke Abinya El 😢

El yang sangat supel, senyum ke semua orang, makanan apapun masuk asal timing nya pas, ASI doyan bukan main, tetiba jadi super cranky dan fix saya sampe gak mood masuk kerja gegara sedih gak ketulungan. Ya sedih, ya khawatir, segalanya ...

“Nak, kalau bisa ummi yang sakit udah deh pindahin aja sakit nya El ke ummi. Gak sanggup ummi liat baby king begini..”
Sambil cium-cium El yang barusan kecapean setelah akhirnya diem dibawa muter-muter naik mobil...

Astagfirullah ....
Ternyata sebegini lemahnya saya jadi mamak yah. Apa semua mamak akan kayak saya pada waktunya ?
Saya harus kuat, karna semakin saya sedih, semakin El nya ngamuk..
Saya harus bisa ngatasin diri sendiri, sebelum bisa ngatasin El
Saya harus bisa lebih tenang, sebelum bisa nenangin El..

Bismillah Ya Rab...
Jadi kan sakitny El ini sebagai ladang pahala bagi  saya dan semua yang ikut, merawat El... Tanpa bantuan mereka mungkin saya entah bagaimana ...
Semoga setelah ini kesabaran saya semakin diuji, karena masih jauh dari kata sabar 😢
Semoga baby El kembali menjadi anak luar biasa, secepatnya ♥♥♥
Amiin...

Thx to Abi nya El yang selalu sabar denger keluh kesah ummi El, yang mau telat kerja, yang mau nahan ngantuk, mau makan sahur sendiri, dan segalanya ...
😇😚

Jumat, 12 Mei 2017

Rasanya Jatuh Cinta, Kali Pertama

Beberapa waktu lalu dan bukan kali pertama, saya dikira masih gadis alias belum menikah, apalagi punya anak, oleh rekan yang baru satu hari saya kenal. Setelah ngobrol ngalor ngidul akhirnya saudara satu kegiatan saya ini baru yakin bahwa anak kecil dihadapannya adalah seorang ibu muda belia.

Yah, nasib badan mungil dan muka bocah, bahkan dibilang dokterpun mungkin terkaget. Masih cocok jadi anak SMA, dok ! Gitu katanya 😂 semoga cuma penampakannya aja yah bukan lain-lainnya.

Masih orang yang sama, katanya punya anak itu jatuh cinta kedua ya dok ?
Pertanyaan unik dan belum pernah dilontarkan orang lain yang mendadak menarik saya menjauh dan semakin tenggelam dalam isi pikiran diri sendiri. Iya kah, jatuh cinta ?
Pertanyaan ini masih belum bisa saya jawab hingga perlahan potret demi potret kerbersamaan saya dengan si bayi mungil terputar, masih sangat jelas...

Sembilan bulan menahan segala kepayahan pada proses kehamilan, mengalami susah makan, moody, mual muntah, letih lesu, but I was really happy ...
Kemudian, menghadapi proses persalinan yang panjang, mengorbankan jiwa raga tenaga, but I was really excited ...
Belum lagi 40 hari selama masa nifas harus tinggal dirumah mengurus si kecil yang baru mulai beradaptasi serta belum berpola sama sekali, terkadang penat, jenuh, bahkan pernah hampir pingsan karena kelelahan, but see? I'm still here...
Harus tetap bekerja diluar plus menjadi ibu di waktu yang sama 24 jam, masih dengan tugas seorang mamak2, (masih terus) menyusui tengah malam, membuat mpasi dengan menu terbaik setiap pagi, seringkali stress kerja menambah beratnya mengasuh si kecil yang cuma mau nempel sama mamak nya ini 😅😂 dan masih sangaaat happy dengan sikap posesif nya si bayik ke mamak baper ini ...

Tanpa keterpaksaan, tanpa rasa berat, tanpa beban... Perlahan saya sadar bahkan selama ini yang saya lakukan adalah terus berusaha melakukan yang terbaik dan terus memberi tanpa ada harap apapun selain kebaikan bagi Baby El, My Little King ...

Lalu, kemudian saya membalikkan pertanyaan lain pada diri sendiri, adakah "orang lain" yang saya perlakukan demikian, sedemikian itu ?

Jawabannya?
Belum ada, sejauh sejarah hidup yang mampu saya rangkai.
Bahkan pada suami sendiripun kalau boleh jujur. Karena proses belajar seringkali harus dengan keterpaksaan di awal, kan ? Tidak terkecuali, menjadi istri.

Maka, dengan sangat yakin saya telah mendapatkan jawaban atas pertanyaan rekan saya tadi di awal.

Bahwa Iya, punya anak adalah merasakan jatuh cinta, dan bagi saya ini kali pertama 💕

Jatuh cinta pada hal lain, pada orang lain, untuk kali pertama. Jatuh cinta tanpa syarat dan tanpa melihat bentuk rupa. Jatuh cinta dengan persepsi lain, yang sungguh berbeda. Jatuh cinta yang entah sampai kapan, karena rasanya masih sama, bahkan terus bertambah.

Meski begitu, saya sangat yakin suami saya tidak akan patah hati jika tau siapa cinta saya pada kali pertama 💑

I Love You, El ❣

Cinta saya pada El, juga sekaligus menjadi teguran keras, oh ini kah yang mama rasakan pada saya, anaknya ?

Just two point of view of that,
It's just too sweet dan how teribble daughter I am 💔

Jumat, 13 Januari 2017

Dulu Vs Sekarang

Dulu sebelum jadi Ibu, kalau ada pasien anak ya pertimbangannya saat ngasih terapi gak lain supaya cepet sembuh, selain sediaan obat, mudah pemberian dan harga supaya lebih terjangkau
Sekarang,
Banyak banget yang dipikirin, salah satunya gak perlu banyak pakai obat, gimana caranya si anak tetep bisa sembuh, se-natural mungkin

Dulu sebelum jadi Ibu, enak banget rasanya edukasi emak-emak supaya bisa ngasih asi anaknya sampai 2 tahun, karena ini itu ini itu
Sekarang,
Sudah naik level hingga sampai pada tahap tertinggi yaitu empati, lebih pada konseling masalah apa yang ditemui serta pilihan jalan keluarnha, setelah tau betapa sulitnya meng-ASI-hi

Dulu sebelum jadi Ibu, rasanya ngambang banget semua ilmu tentang makanan pendamping ASI, yaa gampang lah, tinggal makan aja
Sekarang,
Sampe bingung nyusun jadwal makan dan menu supaya si anak bayi nyaman, lahap dan tetap tercukupi kebutuhan gizinya

Dulu sebelum jadi Ibu, rada geli liat perut ibu-ibu yang menghitam bekas hamil atau lihat luka bekas operasi sesar
Sekarang,
Betapa bekas hitam dan luka itu adalah bukti pengorbanan menjadi Ibu, sama sekali bukan tanda biasa, penuh perjuangan and I'm really appreciate them

Dulu sebelum jadi Ibu, heran banget liat badan ibu-ibu yang punya anak jadi melar sana sini, gak ngurus muka dan males dandan
Sekarang,
Omg! Ternyata begitu sibuk nya jadi Ibu hingga gak sempat lagi untuk me time, sekedar make up apalagi perawatan. Makan apapun jadi, asal ASI tetep banyak. Penampilan udah gak dipikirin asalkan anak sehat dan tumbuh sempurna.

Dulu sebelum jadi Ibu, paling gak suka pakai daster, bentuknya gak bagus dan kucel
Sekarang,
Daster jadi pakaian harian saya di rumah supaya lebih leluasa untuk menyusui dan ini itu

So, I'm so sorry sudah sangat berdosa atas banyak judging yang telahsaya lakukan, meski banyak yang tanpa disengaja dan disadari...

Satu pelajaran,
Jangan pernah judging sesuatu sebelum kita benar-benar ada di posisi orang itu, sebelum benar-benar berdiri pada kaki orang yang kita judge

Karena, tentu masalah setiap orang berbeda,
Yakinlah sebelum melakukan atau memutuskan sesuatu tentu sudah banyak proses yang mendahului, hingga akhirnya orang tsb bisa memilih what will they really do...
Yakinlah yang mereka lakukan sudah yang terbaik yang mereka bisa dan mampu lakukan ...

Apalagi menjadi orang tua adalah seni, tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Setiap anak punya karakteristiknya sendiri. Begitu pun dengan orang tua, punya caranya sendiri dalam mendidik. Mendidik pun tidak mendadak.

Akan jauh lebih baik jika pertanyaan tidak menyudutkan. Saran tidak menggurui.

Yes, I stand on the same way now and I do understand 💂💂💂

Rabu, 11 Januari 2017

My Little King, Baby El

Bisa menjadi working mom dan tetap bareng anak itu adalah surga versi lain bagi beberapa Ibu (yang memang ingin atau harus terus bekerja), especially saya. Tetap bekerja setelah hampir 40hari dirumah adalah pilihan yang (cukup) sulit, malah jadi baper gitu. Harus ninggalin anak saat lagi nikmat2nya ngurus anak itu rasanyaa -.-

Cita-cita banget bisa ngurus anak sendiri, bisa lihat langsung tumbuh kembangnya, bisa jadi orang pertama yang tau bakatnya, jadi care givernya yang utama dan semua hal kepingin banget bisa dilakukan bareng anak, sambil bawa anak.

Alhamdulilah, punya tempat kerja (read : RS) yang cukup ramah anak. At least gak ngelarang bawa anak dan orang-orangnya juga mendukung. Sempat takut untuk besarin baby El di tempat infeksius, tempatnya penyakit, tapi dengan banyak pertimbangan saya bertekad untuk tetap maju jalan. Bismillahirrahmanirrahim, Allah yang jaga El, ya sayang.

Dan jadilah saya, half working mom -walaupun bekerja nya full dan bawa anaknya full juga- sedangkan Baby el sekarang jadi dokter kecil, kesayangannya para suster dan bidan di RS.

Bisa ngikutin tiap detiknya dia adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya, berikut ringkasan perkembangan el yang insyallah akan terus bisa saya dampingi :


Usia 0 bulan +
Baby el masuk Perinatologi dan gak bisa rawat gabung sama Umi nya karena hasil laboratorium post lahir kurang begitu bagus (high CRP). Tapi tenang sayang, Umi selalu jaga baby El di perina. Hampir tiap berapa jam sekali datang kesana untuk menyusui dan lihat El. Oya, disana el jadi bayi paling ganteng, karena yang lain perempuan :P si newborn el tau banget tiap Umi nya dateng mesti nangis, setelah dipegang umi langsung deh anteng. I love you my dearest baby boy :3

Tantangan banget adalah saat 2 hari pertama, ASI Umi belum begitu banyak. Walaupun sempet stress tapi Umi dan Abi terus berusaha untuk bisa memberikan el Asi, daaaan berhasil :)

Kebahagiaan kesekian bagi saya adalah saat bisa bawa el untuk pertama kalinya ke rumah. Welcome home baby sayang... Semua orang sudah menantikan El pulang, mau lihat baby ganteng katanya.

Baby el butuh 30 hari untuk bisa beradaptasi dan punya siklus tidur yang lebih teratur. Selama 30hari itu malam jadi siang, siang jadi malam, malah sering gak ada bedanya. Tapi alhamdulilah, saya gak sendiri, masih ada mama (read : nenek). So, up and down nya saya sebagai Ibu baru gak sendirian banget lah. Walaupun harus sering elus dada lantaran banyak hal yg cuma sebatas tradisi gak bisa saya terima dari segi medis dalam merawat el.

Semua Ibu pasti mau yang terbaik bagi anaknya, begitu pun saya, juga keluarga yang lain. Semua perdebatan ini karena sayang yang sangat sama el. Semua orang sayang el...


Usia 1 bulan +
Ternyata 40 hari dirumah aja dan gak bisa kemana-mana gak enak banget yah. Bosen, suntuk, ditambah efek hormon yang naik turun jadi makin emosional. Bener banget yang bilang Ibu RT lebih butuh piknik, I feel that.

Diumur 40 hari, untuk kali pertama El diajak keluar rumah (jauh). El nemenin umi dan abi rapat di sebuah hotel. Foilaaaa, el bisa bekerja sama dengan baik, anteng :) El jadi satu-satunya bayi disana. Hehe ...

Rutinitas baby el yang sudah uminya rutinkan adalah pijat setelah mandi dan dibacakan buku atau dongeng. Tebak apa reaksinya el kalau didongengi? Luar biasa responsif, seakan ngerti apa yang uminya ceritain :)


Usia 2bulan +
Berat badan el naik drastis, bikin saya semakin semangat untuk mantau chart pertumbuhan dan milestone di buku nya El. Selain itu, el udah lebih anteng dari sebelumnya, makin pinter. Pandangan el mulai jauh, udah bisa senyum saat diajak senyum. Senyum el manis sekali nak.

Baby el udah gak bisa tuh pakai bedong atau kain2. Mesti diberantakin dengan gerakan ulet nya yang menggeliat-geliat.

Diumur 2 bulan ini baby el untuk pertama kalinya berenang. Dari yang awalnya cuma diem aja, sampai akhirnya baby el bisa kesenengan di air. Gayanya baby el gemesin banget pokonya, apalagi saat udh nungging2 atau muter2 gak jelas. So, rutinitas el bertambah satu dengan berenang 2x seminggu.

Kondisi lain yang ikut berubah adalah tangan uminya yang jadi kaku, sering sakit dan pegal karena sering angkat2 el yang makin berat. Akhirnya saya sudah jadi Ibu RT sesungguhnya dengan menderita Carpal Tunnel Syndrom dan Trigger Finger, but I'm really happy mother πŸ‘Έ


Usia 3 bulan +
Pertama kali nya baby el diajak traveling keluar pulau. Tantangan nya banyaak banget, dari mulai bawaan barang, jadwal tidur dan mandi el yang sudah sangat teratur, dan nangisnya el yang ngagetin orang sekampung. Tapi gak masalah sekali buat Umi nak, I know you so well :)

Kalau besar baby el bisa ingat, pertama kali baby el berenang di kolam besar ya diumur 3 bulan, saat diajak traveling.

Di usia ini, untuk kali pertama baby el dibawa jaga di RS. Kadang anteng, kadang penuh dengan drama. Satu-satunya yang saya pikirin sih telinganya tante perawat, hehehe. Kalau saya? I'm oke baby, malah seneng karena bisa bareng sama el :) alhamdulilah selama diajak jaga El selalu sehat. El bayi kesayangan Umi yang kuat.


Usia 4 bulan +
Tepat diusia 4 bulan baby el bisa tengkurap sendiri, walaupun diawal penuh perjuangan sampe teriak2 segala. Happy banget liat semangat baby el, usahanya yang gigih and I'm proud of you sayang.

Baby el udah bisa banget narik2 mainan, nyentuh2 wajah, narik-narik rambut siapapun yang gendong, teriak-teriak, mulai merambat ambil mainan, udah bisa angkat badan untuk duduk dan banyak hal lain yang nanti bisa el lihat sendiri di buku kesehatan El, semua sudah tercatat rapi karena saking berharganya. Milestone baby el sangat pesat perkembangannya. Uminya makin bangga sama baby el.

Terus semangat kesayanganπŸ’ !


Usia 5bulan +

El udah bisa duduk! Yeee Selamat sayang 🌷 selain itu El pun sudah makin pinter di RS, walaupun sometimes dtg rewelnya pas lagi kurang fit atau laper. El pun Mulai tertarik lihat makanan dan minuman. Tiap lihat orang makan di depan nya, langsung mau diambil trus masuk mulut. Per tanda sebentar lagi El udah siap makan dan Ummu sudah Mulai cari2 referensi tentang MPASI yang akan Ummu Kasih buat El,  sabar ya sayang 😘


Usia 6bulan +

El mulai MPASI dengan mpasi homemade, umminya masak sendiri tiap pagi sebelum El bangun. Kenapa pilih MPASI homemade dan apa sih MPASI homemade ? Sudah saya tuliskan di posting an tersendiri dengan judul Serba Serbi MPASI. Happily El Pinter banget makannya m, selalu lahap dan ekspresi saat nyoba rasa Baru itu gemaaasssshhh ! 


............ To be continue nunggu ummi selow lagi 

Harapan Umi mungkin adalah harapan semua Ibu di dunia ini. Umi berharap bisa selalu bareng sama baby El, bisa terus liat pinternya baby El, bisa terus dampingi El dalam berbagai keadaan.

Umi love you my little king to the moon and back and back again again again again ...

🌼🚼🎊♥

Senin, 09 Januari 2017

New Mom, New World

Menjadi new mom, berjuta rasanya... Ya tentu bukan dimulai sejak melahirkan, tapi jauh sejak kehamilan ...

Banyak calon Ibu bahkan mengalami "penderitaan" hingga 6-9 bulan, dari mulai badmood, susah makan, mual, lemas dan banyak lagi efek perubahan hormonal dalam tubuh. Walaupun gak sedikit juga yang proses hamilnya sangat amat lancar dan damai ...

Enak mana ? Ya gak ada yang enak kalau mau dihitung-hitung, karena sama-sama gak nyaman bawa perut yg makin lama makin menggembung, makin keluar stretch mark, beberapa bahkan berjerawat sana sini, tapi soal rasa ? Tentu sama bahagia nya :)

Baik normal ataupun SC (section caesar) suer dua-duanya penuh pengorbanan, cuma beda cara aja...

Ibu yang kebagian melahirkan normal harus melewati sakit yang luar biasa, berlama-lama dalam sakitnya mengedan. Sedangkan bagi yang SC harus berlama-lama dengan luka bekas SC, bersusah-susah melakukan ini itu. Keduanya sama, sama-sama bertaruh nyawa. Maka layaklah mengapa dalam Islam perempuan sangat ditinggikan derajatnya.

Menjadi Ibu baru di minggu-minggu awal, penuh lika liku terutama bagi pasangan muda. Dicap belum mampu, belum bisa mengurus bayi, yang pada akhirnya terjebak dalam ritual tradisi yang belum tentu dibenarkan secara medis dan agama. Tidak semua, tapi belum tentu ...

Say hallo to begadang, dan welcome to lelahnya lawan kantuk (almost) 24 jam nonstop. Mengingat bayi baru lahir butuh adaptasi dengan lingkungan sekitar dan siklus bangun-tidur (sirkandian) nya belum ada sama sekali, so ? Selamat berjaga ya mom ! Pagi-siang-malam, gak ada bedanya, sama-sama menghadapi tangisan, siap sedia gendong sana sini. Beruntunglah bagi Ibu yang punya pendamping super entah suami, entah orang tua, entah saudara. Sangat amat membantu. Tapi siap sedia juga denger kritikan baik yang menghancurkan hati jiwa raga ataupun yang membangun.

Kapan berakhir ? Ya beda-beda tiap anak, ada yang 2minggu, sebulan, 4 bulan. Berdoa ajalah semoga sekeluarga terutama si new mom dan baby selalu diberikan kesehatan dan kekuatan :)

Selain gangguan tidur, tidak sedikit Ibu yang mengalami gangguan psikis, puting lecet, luka jahitan infeksi, infeksi payudara, dan banyak masalah lainnya. Maka sangat salut bagi mereka yang meski mengalami ini itu bisa tetap istikomah memberikan hak anaknya berupa ASI, namun juga tetap mendukung Ibu lain yang akhirnya harus rela memberikan susu formula.

Cuma mau bilang, Mom, you're not alone. Even your baby drink a "cow milk", you still her/his super power mother. You're the best.

Minggu berganti bulan bahkan tahun , masalah terkait nyeri mungkin beberapa telah hilang. Tinggalah kebahagiaan dan kesumringahan melihat perkembangan bayi kecil kebanggaan kita, para Ibu dengan segala keistimewaannya. Dan kebahagiaan itu terus akan kita rasakan mom sampai bayi itu tumbuh dewasa, I believe that !

Mulai dari bisa melihat wajah kita, bisa tersenyum, bisa mengoceh, berespon saat diajak bercanda, tertawa geli saat digoda, dan selanjutnya... Semuanya membahagiakan kan mom ? Luar biasa perasaan yang bayi kecil itu beri pada kita. Maka sudah sepantasnya kita berterima kasih pada bayi-bayi itu dan merawatnya dg penuh kasih.

Bukan lah dia yang ingin dilahirkan, tetapi kita yang mengundangnya.
Bukan lah kita satu-satunya yg berjasa, justru banyak air mata kita yang sanggup dia hapus dengan kelucuan-kelucuannya.

Ah, betapa ajaibnya Allah menciptakan semua perasaan, chemistry dan semua keindahan ini :)

Dan alhamdulilahirabbilalamin, saya menjadi salah satu perempuan yang diberi kesempatan merasakan dan menjalani semua keluarbiasaan ini, (di umur sebegini).

Percaya banget, bahwa banyak diluar sana pasangan yang harus dengan super super super sabar menanti. Percaya lah hanya orang terpilih dan kuat yang diminta menunggu (agak) lama, karena Allah tau hingga batas apa umatnya menanti.

Semangaaat calon mom dan dad diluar sana, ada kado luar biasa atas usaha dan kesabaran yang luar biasa diujung sana !

Minggu, 25 Desember 2016

Sayangilah Istrimu, Bahagiakanlah Dia...

Menjadi istri adalah sebuah pilihan bagi beberapa orang dan kebutuhan bagi beberapa yang lain ...
Setelah menjadi istri bertambahlah satu tugas dan tanggung jawab penting yaitu memenejeri urusan rumah dengan segala tetek bengeknya ...

Agak risih sama orang yang gak menghargai istrinya ...
Agak risih dengan keluarga yang memandang remeh menantunya ...

O hei hallo ?
(Anak) Andalah orang yang memilih perempuan itu menjadi istri ...
(Anak)Andalah orang yang menjemput dia dari rumahnya dibesarkan, rumah yang baginya adalah segala-galanya ..

Karena,
Disanalah kebahagiaannya selama ini ...
Disana ada memori kecilnya yang berharga ...
Disana ada Ibu Bapak yang (mungkin) menjadikan dia sebagai ratu, karena begitu sayangnya ...
Disana ada keluarga yang bagi perempuan sama penting nya dengan dirinya sendiri ...

Anda meminangnya untuk mengurus semua urusan rumah anda, untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak anda, dan entah untuk apalagi ...

Apapun itu perannya,
Dia lah yang akan mendampingi anda dalam suka duka
Dia lah yang akan menemani anda menua
Dia lah yang akan ada disamping anda saat anda sakit
Dia lah, anak perempuan yang sudah menyerahkan hidupnya pada anda ...

Jadi please ... hargai dan berikan dia kebahagiaan yang pantas sebagai ganti atas banyak hal yang ia tinggal kan ...
Jadi please ... berikan apapun yang bisa anda beri sebagai tanda bahwa andapun menganggapnya ratu di rumah...
Jadi please ... bersabarlah yang banyak atas banyak kesenangan yang ia lepaskan demi banyak hal bersamamu ...

Bukankah sebaik-baiknya laki-laki adalah yang paling baik sikapnya terhadap istri dan anaknya ?

Selasa, 20 Desember 2016

Ketika Prioritas Berubah

Jika ditanya, apa tidak ingin melanjutkan sekolah seperti si A ?
Apa tidak ingin lulus langsung lanjut ambil spesialis di luar negeri seperti si B ?
Jawaban keduanya?
Sama seperti orang pada umumnya yang tentu ingin mencapai puncak karir setinggi-tingginya.

Tapi, jika pertanyaannya berlanjut mengenai kapan ?
Inshallah secepatnya, hanya itu yang saya bisa jawab ...

Karena,
Kini, prioritas saya telah banyak berubah
Bukan lagi tentang cita-cita pribadi
Bukan lagi tentang ego saya sendiri
Bukan lagi tentang keinginan ini itu

Ada orang tua yang sejak dulu selalu membahagiakan saya dan memenuhi semua keinginan saya, (hampir) semuanya...

Rasanya begitu kejam jika masih harus berkutat dengan keinginan diri sendiri yang masih banyak ingin ini itu ini itu...

Sementara tua mereka tidak bisa lagi menunggu kan ?

Waktu mereka untuk dibahagiakan mau tertunda berapa lama lagi  ?

Selain itu,

Ada bayi mungil yang juga tidak bisa distop tumbuh kembangnya, bukan lagi hari bahkan detik...

Ada bayi mungil yang tidak bisa menunggu lama untuk dihujani kasih sayang agar bertumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih ...

Ada bayi mungil yang tidak bisa menunggu barang sebentar untuk dididik dengan penuh cinta agar kelak menjadi pribadi yang dirindukan banyak orang ...

Maka sejak lama saya putuskan untuk memilih jalan sedikit memutar, dan menempatkan karir dibelakang...
Maka dengan yakin saya telah banyak merubah prioritas hidup saya, demi banyak hal yang lebih berharga, untuk saat ini 💓

Bismillah ❣

Kamis, 15 Desember 2016

Menjadi Ibu Sesungguhnya

"oeaaaa oeaaaa...." begitu kira-kira suara lengkingan tangis bayi yang sayup saya dengar karena dalam kelelahan setelah proses melahirkan panjang 3x24 jam.

Masih samar saya melihat dokter kandungan yang sudah setengah baya tersenyum lega mencium saya sembari memberikan ucapan selamat "selamat ya dek akhirnya bayinya bisa lahir normal, sehat dan selamat." Kemudian beliau terlarut lagi dengan dentingan suara ini itu untuk memulai proses penjahitan karena saya harus di episiotomi atau dilakukan pengguntingan pada dinding jalan lahir agar memudahkan proses pengeluaran bayi.

Disusul oleh bidan muda yang dengan cekatan meletakkan bayi mungil diatas dada saya dalam posisi telungkup setelah melakukan tata laksana bayi baru lahir bersama dokter anak yang juga masih muda untuk dilakukan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD), "ini ya bu anaknya, IMD dulu", katanya.

Entah perasaan dan pikiran apa yang ada saat itu, semua jadi satu. Lelah, lega, bahagia, sedih, sakit, haru, bercampur aduk hingga tidak ada satu katapun yang bisa saya ucap selain tetesan air mata.

Anak perempuan yang dulu begitu polah dengan banyak kegiatan. Anak perempuan yang sama sekali tidak terbayang menjadi istri sekaligus Ibu di usia muda. Kini di atas dadanya (read: saya) tergolek bayi mungil yang dengan penuh semangat menggeliat demi menjemput rejeki pertama nya dari Sang Pencipta melalui puting susu. Kini anak perempuan itu telah menjadi Ibu, ya Ibu sesungguhnya ...

Melewati proses persalinan yang cukup melelahkan memutar kembali memori di kepala saya tentang banyak Ibu yang proses persalinannya telah saya saksikan, saya bantu bahkan saya lakukan sendiri. Ternyata mudahnya memberikan istruksi berbanding terbalik dengan usaha yang harus dilakukan si Ibu yang harus dengan "tenang" menghadapi rasa sakit yang teramat sangat. Padahal saya dengan mudahnya memberikan aba-aba "ayo bu, tenang yaa, tarik nafas panjang, jangan dulu ngeden ya bu...." dan sebagainya.
But, now... I know that feel... Bahkan teknik hypnobearthing yang sudah saya pelajari jauh sebelum proses ini, entah kemana perginya...

Hari-hari pertama menjadi Ibu adalah sebuah perjuangan versi lain. Saya yang notabene orang medis harus dihadapkan pada mitos pasca persalinan yang masih sangat kental. Begitu juga dengan mitos merawat bayi baru lahir yang masih sangat lekat. Dan "lawan" saya adalah orang tua dan orang terdekat saya sendiri :)

Sempat mengalami baby blues yang lumayan "ringan" tidak membuat saya sampai tega menelantarkan anak bayi kebanggaan saya. Saya harus bisa bertahan, begitu saya membatin. Toh meski dengan "cara nenek" si anak akan tetap tumbuh tetapi tidak ada salahnya memperbaiki banyak hal yang sebatas mitos kan ? Mungkin egois, tapi saya ingin anak saya dibesarkan dengan cara-cara yang baik dan "benar", bukan sekedar "tumbuh besar".

Kini bayi mungil saya telah berusia 4 bulan dengan segudang keistimewaannya, karena setiap bayi dilahirkan istimewa, bukan ?

Perasaan campur aduk masih mengisi hari-hari saya, dan kini ditambah dengan kebanggaan. Kebanggaan karena memiliki anak luar biasa dengan tumbuh kembang yang luar biasa. Kebanggaan karena akhirnya bisa mengalahkan banyak mitos yang ada.

Senin, 21 November 2016

Travelling Bareng Bayi 3 Bulan, Mungkin kah ?

Sempet banget kepikiran buat gak jadi ikut travelling bareng keluarga ke Belitung, padahal udah disiapin sejak berbulan-bulan lalu. Alesannya ? Ya apalagi kalau bukan karena sayang anak 😅😄. Maklum lah usia baby el baru aja 3 bulan dan belum banyak referensi tips and tricks buat ngajak travelling bayi di umur segitu. Ditambah tujuan travelling nya half back to nature pula. Kebanyakan yang ngeshare travelling ngajak bayi udah di umur 6 bulan, yah itu sih udah lumayan besar dan udah oke lah diajak kemana juga, menurut saya 😂.

Setelah proses berpikir yang cukup panjang, lama dan pake acara ribut kecil dulu sama suami, akhirnya diputuskan dengan setengah hati kalau saya dan Baby El akan ikut berangkat juga, dengan segala tips and tricks yang kita susun sedemikian rupa. Mengingat, perjalanan kami yang 3hari dua malam dihadapkan pada jam berangkat yang sama sekali gak ramah bayi yaitu flight pesawat pertama jam 6, kebayang dong kudu berangkat jam berapa padahal jarak dr rumah ke bandara cukup jauh sekitar 2jam 😅 . Belum lagi dihadapkan pada jadwal travel disana yang padat merayap dalam 3hari plus ada tour island segala pakai perahu boat, daaaan sama sekali gak ramah bayi.

Yah namanya juga tour keluarga besar ya, gabisa dong mereka ikut keinginan kita cuma gegara 1 bayi. Langkah pertama yang saya dan suami buat adalah melakukan perencaan tentang mana-mana kegiatan yang mau diikutin, tentang pembagian tugas dan membuat komitmen dari awal, kalau apapun yang terjadi kami berdua harus selalu bersama berpartner (kemudian nyanyi lagu bangun pemudi pemuda supaya agak heroik :p). Selain itu, semua kegiatan yang akan kita ikutin hanya berfokus pada kepentingan dan kenyamanan Baby El, dengan seminimal mungkin ganggu siklus hidupnya dia. Jangan sampai gegara orang tuanya yang pengen happy jalan-jalan, pengen ikut wefie2, eh si anak bayi yang jadi korban. Jangan sampai !

Dan foilaaaa meskipun banyak diwarnai drama gegara banyak hal yang susah diintervensi kayak cuaca yang panas, bus yang kecil dan bla bla bla tapi kami berdua berhasil ngajak Baby El travelling. Saya dan suami juga bisa enjoy walaupun emang capeknya double dan gak bisa ikut berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan. But, baby El dapet nilai 70 untuk traveling pertama nya ke Belitung. Kami juga bisa sempet ikut beberapa kali foto keluarga dan sempet ambil rute jalan sendiri dg rent car diluar travel supaya tetep bisa jalan-jalan ramah bayi.

Berikut tips and tricks ala saya dan suami :

1. Buatlah komitmen bersama
Komitmen bersama ini sangat amat penting dalam semua hal ya, teruntuk selama travelling. Jelas banget lah si bayik gabisa cuma digendong ibunya aja terus-terusan, yang pada akhirnya nanti cuma ibunya yang capek sendiri. Partner yang baik akan membuat segalanya lebih mudah dan indah (ceileh :p). Yap, jadi antara pasangan sebaiknya udah diomongin banget jauh sebelum berangkat, tentang gimana pembagian tugas selama dijalan, gimana jarak aman antara pasangan supaya kalau pas butuh apa-apa gak perlu teriak dan masing-masing udah ngerti tugas serta kewajiban masing-masing, tentang jam tidur jam mandi bayi, so pasangan tau persis apa aja yang dibutuhin dan tau banget kapan harus bertindak.

2. Sebisa mungkin udah tau jadwal travelnya
Dengan tau jadwal, akan lebih mudah untuk ngatur dan milih mana kegiatan yang bisa dan gak bisa kita ikutin. Dengan tau jadwal, akan lebih mudah juga untuk pilah pilih barang-barang yang akan dibawa di travel bag. Pun kalau travelling gak sewa jasa travel, mesti bener-bener tau akan kapan kemana dan bagaimana medannya. Perencaaan yang baik dan detail akan bermanifest pada kesuksesan perjalanan. Kalau kata orang sih gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan 😄😅

3. Do like as usual as you do
Lakukan lah segala nya seperti biasa. Kalau biasanya bayi mandi jam 6 ya jam 6 harus mandi, dimanapun posisi nya, pun kalau gabisa mandi, minimal dilap lah. Contohnya nih si baby el udah punya jadwal mandi sendiri tiap pagi sore daaan kalau kelewat jamnya berefek sama jam tidur dia yang sering keganggu, mungkin karena kurang nyaman sama badannya yang sering keringetan. Jadi saya dan suami udah siapin pack mandi dan waslap (takut gabisa mandi dan cuma bs lap) di travel bag plus semua baju ganti serta pernak perniknya. Jadi mau jam berapapun kita ada dimana, alhamdulilah jam mandi nya gak kelewat. Selain jam mandi, yang biasanya bikin anak jd rewel adalah kalau dia terlalu capek atau ngantuk. So, jangan sampe jam tidurnya juga kelewat kebablasan. Kalau udah jamnya tidur ya diposisikan tidur, dimanapun itu. Kita lah orang tuanya yang paling ngenal siklus bayi, jadi sesuaikanlah segalanya. Bukan malah si bayi yang suruh nyesuain kita loh 😅

4. Bawa barang-barang seefektif dan seefisien mungkin
Gak bisa dipungkiri lagi, keperluan baby yang sekecil itu bisa 2x lipatnya dari kita yang orang dewasa. Diapers, baju ganti, minyak telon, baby lotion, waslap, gendongan, handuk, selimut dan bla bla bla, yang kesemuanya sebaiknya dibawa seefisien dan seefektif mungkin disesuaikan sama bentuk kegiatannya. Kalau kira-kira jam travelling ngelewatin waktu mandinya dia, ya siapin lah alat mandi waslap di travel bag dengan ukuran-ukuran mini. Kalau kira-kira si baby lebih nyenyak gendong jarik, bawa lah itu jarik kemana-mana supaya kapan pun dia ngantuk bisa langsung diantisipasi. Kalau kira-kira bayi sukanya bobo lama bawalah gendongan yang nyaman, yang bisa leluasa bergerak tanpa ganggu baby bobok misalnya tipe2 gendongan katak. Kalau kira-kira medannya pasir atau tanah ya gausah ribet-ribet bawa stoller 😅. Berdasarkan pengalaman kemarin sih barang wajibnya adalah : diapers, pelastik hitam kecil untuk diapers kotor atau pakaian basah, baju ganti secukupnya, kit mandi, lotion baby, minyak telon (semuanya ukuran mini), apron menyusui, alat pumping dan botolnya supaya asi tetap lancar jaya walopun pada akhirnya asip tetep dibuang 😂, waslap, payung, gendongan senyaman bayi, selimut, handuk, jaket dan topi (semua yang warnanya bs untuk mix and match dan yang gak terlalu tebel), lain-lainnya kayak mainan, ban, neck ring, dsb disesuaikan dg destinasi travel aja ☺

5. Selalu siap sedia obat-obatan
Gak pengen sih si bayi sakit, tapi kita juga gamau kan kalau ternyata tetiba dia demam dan kita kewalahan nyari obat padahal posisi lagi ditengah-tengah hutan 😅 Obat udah mesti harus dibawa minimal penurun panas atau pereda flu untuk bayi. Supaya psikis orang tua juga kondusif gak takut si bayi ini itu, dan bayinya juga nyaman ngikut orang tuanya travelling. Selain obat baby, bawa juga obat untuk kita-kita nih. Karena hampir pasti pegel dan pusing menghampiri :p.

6. Salinglah pengertian
Yah namanya juga perjalanan yah, bawa bayik pula mestilah capek, kurang tidur, makan keganggu dan sebagainya. Saling pengertianlah dengan pasangan, supaya gak bawa emosi dan ganggu stabilitas nasional 😂

7. Gunakan nursery room dengan maksimal
Nursery room atau ruang ganti popok dan menyusui pasti ada si bandara, mall atau tempat-tempat umum yang besar, mengingat mendukung Ibu untuk memberikan ASI udah ada undang-undangnya 😄.  Biasanya ruangan nursery nih lebih nyaman dibandingin ruang lain, jadi bisa ngapa-ngapain lah Ibu dan bayik diruangan ini. Walaupun udah bawa apron menyusui, pakai nursery room jauh lebih oke 😎 So udah sampe bandara, langsung cusss nursery room aja.

8. Kudu strong dan siap jadi atlet angkat besi
Gausah malu untuk gendong bayik bolak balik di pesawat kalau emang si bayik udah bosen duduk. Gausah malu untuk ngajak ngobrol dan ngajak main bayik selama di pesawat. Usahakan selama landing dan take off susui lah anak bayik supaya dia lebih nyaman dengan perubahan tekanan udara. Pakai earplug boleh juga sih tapi gak banyak bantu, yang paling oke tetep menyusui 😄 Inget, kenyamanan bayik adalah prioritas !

Demikian tips and tricks ala Umi dan Abi nya Baby El. Gak perlu takut travelling ngajak bayi asalkan sudah dipersiapkan segalanya dengan matang jauh-jauh hari, kalau perlu bikin planning dari A sampai Z 😅. Piknik itu penting sih apalagi sama keluarga, banyak lah manfaatnya. Kayak sekarang, setelah bawa baby el piknik saya dan suami udah ngerti besok-besok harus siap sedia apalagi.

Salam dari Kami yah,

Selamat travelling 😍😘