Jumat, 19 Juni 2020

Harapan yang Membuat Kita Kuat

Jadwal pengumuman penerimaan PPDS Anak FKUI dimajukan, dari yang sebelumnya tanggal 30 Juli 2020 menjadi 7 Juli 2020. Proses pendaftaran yang sudah dimulai sejak Februari 2020, tes demi tes dijalani dengan berbagai tantangannya. Ada satu hal yang saya syukuri, saya sudah mencoba dan sudah berusaha semaksimal yang saya bisa pada saat itu.

Namun ...

Semakin dekat dengan hari pengumuman, walau berusaha santai tetap saja ada ketegangan dan kekhawatiran
Kembali terbayang dan mencoba memikirkan jika A terjadi maka saya harus apa dan bagaimana jika B terjadi, apa yang akan saya lakukan
Karena kita harus jadi manusia yang bersiap-siap kan ?
Buat saya pribadi, akan lebih nyaman jika saya sudah tau apa yang akan dilakukan kemudian step by step nya

Tidak ada yang bisa dilakukan sekarang ini kecuali memperbesar harap, mengecilkan ekspektasi, dan memperbanyak doa
Jika memang harus terjadi dan itu yang terbaik, maka akan terjadi
Tetapi jika memang tidak ditakdirkan terjadi maka tidak akan terjadi, seberapapun kuat dan seberapapun usaha yang dilakukan

Tapi,
Bagaimana jika Allah menginginkan kita berusaha sekali lagi, sekali lagi ?
Darimana kita tahu kapan kita harus stop dan kapan kita harus maju ?
Aaaaaaahhhhh, kembali pikiran-pikiran kompleks itu masuk

Insyallah apapun hasilnya adalah yang terbaik
Walau besar sekali harapan untuk bisa sesuai dengan yang diinginkan
Kadang saya terpikir, apakah yang saya lakukan memang sudah semaksimal itu ?
Apakah yang saya doakan sudah sebanyak itu?
Lalu saya tersadar ...

Walau mungkin usaha saya belum maksimal dihadapan Allah, atau doa saya belum banyak menurut Allah tetapi yang berjuang disini bukan hanya saya pribadi
Ada orang tua
Ada anak
Ada suami
dan banyak pihak lain yang juga ikut terimbas dalam rangka saya memperjuangkan cita-cita ini
Semoga Allah memperhitungkan mahluk-mahluk baik itu
Semoga Allah menilai sebagai hal yang memperberat saya kenapa pantas untuk bisa mencapai cita-cita saya
Amiiiinnnnn .....

Walau sekarang saya belum bisa (read: sanggup) membuat step by step jika yang terjadi adalah terburuk
Perlahan saya akan mencoba menata kembali kehidupan saya
Yang saya yakini dengan pasti saya akan baik-baik saja kan ?
Iya kan ?

Semoga hasil di tanggal 7 Juli 2020 nanti menjadi jawaban atas usaha saya 2 tahun ini dan jawaban atas doa-doa saya juga doa-doa orang lain yang menginginkan saya untuk bisa mencapai cita-cita saya ini.

:)

Sabtu, 06 Juni 2020

Perempuan Diuji dan Laki-laki Diuji

Banyak orang bilang Perempuan diuji ketika suaminya tidak memiliki apa-apa dan Laki-laki diuji ketika punya segalanya 

Ya rasanya gak berlebihan dan cukup tepat menurutku
Karena perempuan itu maunya banyak, mau ini mau itu, dan saat semua keinginannya gak bisa terwujud lumayan kepikiran banget 
Sedangkan laki-laki ego nya tinggi, saat punya segalanya atau minimal pekerjaan yang bagus dan uang yg cukup dia udah ngerasa semua bisa dia lakukan, ego nya semakin tinggi dan yang awalnya gak neko-neko bisa berubah 180 derajat 

Gatau gimana dengan cerita orang lain,
Tapi belakangan ini entah gimana ada hal yang menurutku tidak  biasa dan ada hal yg kurang baik tapi makin muncul 
Semua keadaan sama, Yang berbeda cuma lingkungannya, teman-temannya, dan peluang yang dia punya 

Aku kini pada posisi ku lebih membutuhkan partner
Bukan laki-laki sebagai pencari uang semata walau pasti butuh tapi aku yakin bisa diusahakan bersama
Bukan laki-laki sebagai manajerial atau di rumah saja seperti IRT
Aku butuh partner 
Partner dalam segala hal 

Partner dalam membersamai anak yg juga melihat betapa penting pengasuhan yang Baik dan bisa diajak berdiskusi atas perkembangan anak 
Partner dalam menjaga rumah, karena rumah adalah milin bersama bukan cuma aku si pembantu atau dia si Tuan rumah
Partner dalam mengejar mimpi-mimpi bersama yang bisa dengan jelas menuliskan bagaimana rencana keluarga kita kelak, 5-10tahun kedepan 
Partner bercerita tentang banyak hal, ups and downs tentang yang dikerjakan maupun akan, tentang yang sudah bisa maupun belum 

Selayaknya partner, komunikasi harus lancar bukan hanya satu pihak mencari dan satu pihak tidak merasa penting untuk berkomunikasi 
Selayaknya partner, kebutuhan untuk punya waktu bersama seharusnya ada bukan satu pihak meminta tapi pihak lain tidak merasa butuh bahkan untuk berdiskusi 
Selayaknya partner, semua dibicarakn dan diobrolkan bersama, bukan semua terjadi tiba-tiba dan serba berubah tanpa informasi yang cukup 

Apakah sangat berlebihan? 
Apakah memang bukan begitu hubungan yang baik dalam proses Pernikahan?

Ya, 
Mungkin aku memang masih perlu proses untuk mengerti lebih banyak hal dalam hubungan Pernikahan ini 
Mungkin aku memang masih perlu waktu untuk bisa memperbaiki banyak hal dalam pemikiran ku 
I need my time ...

Tapi satu hal yang aku tau pasti,
El tetap menjadi prioritas ku diatas banyak keinginanku 
El akan tetap aku dahulukan kepentingannya diatas apapun 
El butuh Ibu Yang bahagia bukan Ibu Yang sempurna 
Kebahagiaan el adalah salah satu hal utama dalam kebahagiaanku 

So, let’s make our time 
Akan ku gunakan waktuku untuk berbahagia agar bs membahagiakan el
I love you baby, beyond of everything :) 


Senin, 01 Juni 2020

Lebaran yang Luar Biasa

Setelah 1 bulan lamanya menjalani Ramadhan dengan keadaan yg berbeda (tidak ada tarawih di masjid, dan tidak ada berburu takjil kegemaran)
Finally sampai juga pada hari kemenangan, Idul Fitri alias lebaran

Kita semua menjalani lebaran juga dengan keadaan berbeda.
Meski begitu, sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan dan kehangatan lebaran

Ada banyak org yang tidak bisa mudik ke kampung halaman 
Tidak ada saling kunjung yg berlebihan
Bagi beberapa pihak bahkan shalat Ied hanya dirumah 
Walau begitu saya yakin, kita semua masih bergembira menyambut hari raya ini 

Tapi, tau tidak apa yg membahagiakan lagi buat saya ? 
Ada rasa bahagia ketika berhasil mengedukasi orangtua dan kerabat sendiri
Walau seringkali beda paham tapi untuk urusan Covid-19 ini alhamdulilah kita satu suara untuk tetap menerapkan protokol kesehatan
Benar-benar kita lebaran #dirumahaja

Setelah lebaran ini usai ada isu akan dilaksanakannya penerapan “new normal”
Karena selama PSBB yg cukup panjang dan kurang efektif kemarin banyak sekali pihak yg terdampak terutama dalam segi ekonomi Yang juga berbuntut pada ekonomi nasional bahkan global 
Itu lah alasan kenapa harus ada “new normal” yg akan dimulai pada Juni 2020 

New normal 
Ditandai dengan dibukanya beberapa Fasilitas, membolehkan beberapa sektor untuk kembali bekerja di kantor namun dengan syarat2 tertentu 
Ada juga isu akan dibukanya kembali mall dan sekolah-sekolah 

Padahal,
Banyak sekali syarat dari who jika new normal ingin diterapkan dan Indonesia belum bisa memenuhi syarat tersebut
Salah satunya adalah penurunan angka kejadiannya covid 

Entahlah,

Bagi saya jelas tidak masuk akal 
Masuk akal atau tidak toh kita semua tetap harus menerima keputusan pemerintah dan harus get ready 

Untuk urusan sekolah saya dan suami sepakat untuk menunda masuk nya el walau agustus ini usia el seharusnya sudah TK A
Tak apa lah demi kebaikan
Jadi memang harus ada beberapa plan yang disiapkan (read : saya siapkan) 
Karena saya akan kembali bekerja di kantor (karena belum mendapat Pengganti untuk IDAI) dan suami tetap dengan kegiatannya yg justru semakin bertambah 

Oke Baik lah...
Waktunya fokus dan menata kembali hidup dengan berbagai konsekuensi yg ada 
Semoga Allah selalu memberikan jalan dan kekuatan 

By the way bulan ini saya sudah mengikuti seluruh rangkaian tes penerimaan PPDS anak FKUI, insyallah akan saya tuliskan terpisah ya cerita nya.

Bismillah 
Wish me luck ;)

Sabtu, 11 April 2020

Covid-19 Indonesia: Semua berubah

Januari- Februari 2020

Semua masih berjalan normal seperti biasa sampai pada awal Maret kasus orang dengan positif Covid-19 dibuka di media
Awal persebaran tidak diketahui pasti karena banyak sekali penyepele-an diawal kemunculannya.

Saya sendiri masih fokus dengan beberapa hal seperti: mengurus pendaftaran "Menuju FK UI 2020", menyiapkan beberapa berkas yang memang belum saya miliki, termasuk ujian SIMAK tgl 15 Februari di Depok

Sekolah El masih berjalan seperti biasa
Rio masih bekerja bagai quda yang entah untuk apa
Yaa kehidupan normal seperti biasanya.

Maret 2020

Pasien Covid Pertama
Kehidupan mulai berubah karena pasien-pasien Covid-19 terus bertambah dan bertambah
Pemerintah Jakarta khususnya bergerak lebih cepat dibandingkan dengan pusat, tempat kerja termasuk IDAI dan sekolah El mula diliburkan "Work from Home" per tanggal 23 Maret 2020

Kehidupan kami otomatis berubah, saya yang kemudian menjadi 90% ibu RT dengan segala tugas harian yang membuat saya seringkali terjebak dalam rutinitas.
Sesekali saya masih datang ke IDAI karena banyak hal memang tidak mudah dikerjakan di rumah bersama si kecil El yang luar biasa aktif dan harus selalu ditemani bermain
Sebagai dokter saya masih berjaga di RS Amanda namun memang dengan jadwal yang super jarang, seminggu 1x, Maret ini jadwal saya sudah tidak ada

Tambahan lain adalah kami sekeluarga atau sepertinya hanya saya sendiri, mengalami kecemasan.
Entah kecemasan ini nyata atau hanya karena terlalu lama didalam rumah.

Banyak pelatihan dan ujian untuk menyicil syarat pendaftaran FK UI saya dibatalkan
Entah sampai kapan
Beberapa sertifikat dan syarat belum bisa saya penuhi
Saya hanya bisa berpasrah semoga ada jalan keluarnya, semoga ada hal baik dibalik semua penundaan dan pembatalan ini

Per minggu ketiga Maret ini juga saya dan suami bertekad untuk tidak pulang ke rumah Cikarang maupun menginap di rumah orangtua, karena banyak kekhawatiran.
Mengingat kedua pasang orangtua kami memiliki komorbid penyakit sehingga tidak memungkinkan kontak dengan kami, orang-orang berisiko tinggi ini
Kami seutuhnya mematuhi pemerintah.

Beberapa kali sudah mulai dibuka pendaftaran untuk menjadi relawan Tim Medis Covid-19, hati sayapun tergerak, ingin sekali bergabung dan merasa terpanggil.
Tetapi suami dan orangtua tidak mengizinkan, akhirnya sayapun mengalah
Sudah garpu tala dan sepertinya jawaban ayat saya senada 
Bisa apa saya tanpa restu mereka ?
Apa yang saya kejar ?

Akhirnya, saya atas anjuran suami memutuskan untuk menjadi relawan online dengan memberikan kampanye atau kuliah online mengenai Covid-19 juga menerima konsultasi gratis
Dalam 2 minggu sudh ada 2 kuliah online yang saya isi, alhamdulilah
Kegiatan ini bisa saya lakukan dimanapun, bahkan disela-sela memasak
Iya memang harus semencuri waktu seperti itu
Jam tidur saya pun bergeser, karena banyak hal tidak bisa saya kerjakan di siang hari
Jam 2-3 dini hari saya baru bisa selesai dengan "diri saya sendiri"

Aaaaah betapa berharganya "me time" dan kebutuhan aktualisasi diri buat saya ;')
Apakah yang lain juga sama atau saya yang berlebihan ?

Di masa seperti ini saya pun sadar bahwa peran suami dan keberadaan suami sungguh dibutuhkan, karena yang akan menang dalam peperangan apapun bukankah tim dengan kerja sama yang baik?
Sayang, saya belum merasakan itu ...

Tidak menyalahkan suami yang "sibuk" dengan banyak hal yang juga tidak saya mengerti
Terkadang "menerima" adalah pilihan terbaik, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan
Walau sesekali el jadi pelampiasan emosi yang meluap-luap karena kelelahan, karena bosan dan karena banyak hal
Maaf itu yang selalu saya ucap, setiap kali berlebihan :(

Selain tugas yang menumpuk
Pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya
Tanggung jawab saya di RS
PR saya bertambah, yaitu bisa mengendalikan diri lebih baik karena saya paham bahwa anak pun dalam kasus ini adalah korban, aktivitas nya berubah, main hanya bisa dirumah, dan belum lagi harus menerima limpahan emosi yang tidak semestinya ...
Astagfirullahalaadziiim
Sungguh egois diri ini :(

April 2020

Bulan ini baru berjalan dua minggu 3 hari kedepan.
Tetapi rasanya berjalan lama sekali, yaaaa saya terjebak dalam rutinitas dan ini membunuh perlahan
Bukan tidak menikmati, tetapi ada hal lain yang rasanya tidak saya dapatkan
Kebebasan berpikir
Rasa bermanfaat untuk banyak orang
Meski bulan ini jadwal jaga saya full sekali di tiap minggunya

Bisnis saya masih belum baik dan bahkan rasanya agak lambat karena banyak pertemuan tiadk bisa dilakukan,
semua melalui online dan hanya bisa pertemuan online
Saya yang lebih kuat dalam pertemuan offline bisa apa ?
Yuk beradaptasi yukkkk, switch please...

Selain itu.....
Cemas
Akan bagaimana kesehatan diri sendiri, anak suami, keluarga dan masa depan kami dan Indonesia kedepan
Karena sampai hari ini pasien terus bertambah begitupun korban jiwa dari kalangan medis maupun umum yang terus bertambah
Sudah ada Kebijakan untuk dilakukaanya PSBB (Pembatasan Sosial Beerskala Besar) untuk pembatasan aktivitas di Jakarta yang sudah kami lakukan memang sejak awal, tetapi untuk banyak pihak diluar memang aturan tegas seperti ini yang dibutuhkan

Himbauan lain yang juga muncul adalah aturan mengenai Ramadhan dan Lebaran yang sebentar lagi akan tiba
Aaaah sungguh terlalu banyak hal yang berubah
Tidak lagi ada tarawih, tidak lagi ada buka bersama, tidak lagi ada saur on the road, tidak lagi ada sholat Ied bahkan.

Banyak hal berubah,
namun selalu ada yang positif yang bisa diambil bukan ?
Lebih menghargai waktu, kebebasan dan kebersamaan
Lebih banyak waktu di rumah dan menghabiskan waktu bersama anak
Lebih banyak waktu untuk melakukan hobi
dan banyal lagi ...


Ya Allah,
Sungguh tidak mampu kami menanggung semua perubahan ini 
Semoga keadaan ini segera membaik
Semoga segera kembali normal dengan keadaan kesehatan, ekonomi, sosial, dan psikologis serta spiritual yang jauh lebih baik
Hanya kebesaran dan keajaiban Allah yang saat ini bisa memperbaiki segalanya

AMIIINNNNNNNNNN

Jumat, 03 Januari 2020

Welcome 2020

2019

Adalah tentang
Perjuangan dan Cita-cita
Kegagalan dan Bertahan
Mencari dan Menemukan
Ditinggalkan dan Mencari
Sabar dan Bergerak
Kekuatan dan Kelemahan

2019

Adalah tentang kesadaran bahwa harus ada yang diubah
kesadaran bahwa harus ada yang diperbaiki
kesadaran bahwa harus jauh lebih banyak belajar lagi
kesadaran bahwa harus lebih banyak aksi bukan hanya tentang konsep

Terima kasih atas segala yang terjadi di 2019
Meski bukan tahun terbaik tetapi banyak hal yang bisa dipelajari
Banyak hal diluar dugaan terjadi
Banyak rezeki yang tidak terduga

Di 2019 saya bertahan di jalan yang saya pilih
Di 2019 saya sudah mencoba untuk merubah nasib
Di 2019 saya sudah berani melangkah maju
Di 2019 saya bisa bersama keluarga dalam keadaan sehat dan sukacita
Di 2019 amanah saya bisa selesai
Di 2019 saya banyak bertemu partner bisnis meski belum bisa satu arah dan satu visi misi
Di 2019 saya jatuh bangun atas pilihan saya
Di 2019 saya belajar untuk lebih menerima dan memaafkan semuanya

Teruntuk diri sendiri, terima kasih ...

Atas semua effort, atas semua usaha, atas semua kesabaran, atas semua yang sudah dilakukan.
Kamu sudah melakukan semua yang kamu bisa
Kamu sudah melakukan semua yang kamu pikir baik
Kamu sudah berusaha untuk selalu menjadi baik
It's great job

Semoga kedepan jauh lebih baik lagi
Semoga kedepan jauh lebih sabar dan kuat
Semoga kedepan jauh lebih solehah dan bersinar
Semoga semua berjalan baik
Semoga tercapai semua resolusi nya
Semoga diberikan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga
Semoga diberikan umur yang panjang dan keberkahan di dunia dan di akhirat untuk seluruh anggota keluarga

AMIN

Welcome 2020

I'm ready

:)

Rabu, 04 Desember 2019

Perjalanan Menuju PPDS Anak FK UI Bagian 3

Penantian selama hampir 3 minggu terjawab sudah, kemarin tanggal 3 Desember 2019 keluar pengumuman di Web jam 15.00 tapi baru bisa buka karena satu dan lain hal di jam 18.30 malam.

Maaf anda .....

Baca  pertama kali antara sadar gak sadar, percaya gak percaya tapi itu lah hasilnya. Mau gak mau, siap gak siap ya itu lah hasil pengumumannya.

Sedih ? pasti
Kecewa ? iya
Tapi ...yaudah, mau gimana lagi ?

Berusaha tetep tenang dan cool aja lalu dengan tenang kasih info ini ke suami dan keluarga, yang ternyata gak terlalu kaget. Rupanya si suami sudah cek lebih dulu tepat di jam 15.00. Tapi dia milih untuk gak kasih tau dan biar aku sendiri yang cek di Web nya.

Di menit-menit pertama tenang, di 5 menit berikutnya galaaawwwww hahahah.
Auto terbayang wajah temen-temen yang sudah lebih dulu sekolah. Bahkan ada yang sudah jadi senior hampir selesai. Terbayang juga wajah2 orang tua yang semakin menua, dan banyak hal lain sampai pada suatu titik :

"Ini aku telat banget ya ?"
"Ini kenapa gak keterima sekarang ?"
"Kapan waktunya bisa sekolah ? kapan lulus ?"
dan lain - lain

Lalu masuk fase denial, gak terima kenapa bisa gak keterima (astaga shombong amat ya, pantes gak keterima wkwkwkw)

Mencoba ngobrol sama suami untuk tanya apa mungkin coba bagian lain atau coba pilihan yang lain. Apa mungkin emang gak bs masuk PPDS Anak FKUI ? Apa mungkin emang gak akan ada jalan untuk kesana ?

Suami yang masih bisa mikir waras berkali-kali mengingatkan bahwa, gak ada yang terlambat, gak ada juga yang terlalu cepat, semua sudah ada waktunya, dan bla bla bla.

Oke baiklah,

Tarik nafas panjang, beraniin diri untuk ngabarin temen-temen yang dari sore sudah tanya gimana hasil nya. Sampai akhirnya berchat ria dengan salah satu sahabat jaman kuliah. Perempuan baik-baik gak pernah lewat belajar dan solat tahajud (1 tahun kita satu kamar bareng jd sampe hapal 24 jam doi ngapain aja), IPK doi nyaris 4.0, dari keluarga yang lumayan bagus, daaan ah menurutku sih gak ada kurangnya.

Tapi pada kenyataannya sekarang doi malah belok untuk ambil S2 dengan beasiswa karena sebelumnya mendaftar PPDS Jantung Pembuluh Darah di FK Negeri di Yogyakarta dan belum berhasil.

Bukan bermaksud untuk menyamakan proses atau titik nol kita berdua. Tapi dari cerita dia saya belajar bahwa, oke ini emang hal yang wajar dan sangat mungkin terjadi pada siapapun. Doi yang "nyaris sempurna" aja pernah tertolak apalagi GUEEEEE yang remahan rengginang gak jelas. hehehe Gitu lah kira-kira refleksinya.

Terima kasih Ninda Devita untuk semuanya, sangat menenangkan. Semoga kamu selalu berbahagia dan pilihan apapun yang kamu pilih untuk pendidikan, karir dan semuanya adalah yang terbaik buat kamu ya .

Aku ?
Mari kita coba lagi dari awal, perbaiki yang bisa diperbaiki, berusaha lebih keras, berdoa lebih kuat, berbuat baik lebih banyak.
Insyallah jalan dan keputusan Allah adalah yang terbaik.
Setiap orang sudah punya proses dan timingnya sendiri.
Stop membandingkan diri dengan orang lain.
Just compete with myself.

Cukup kegalauannya, saya tutup semua kegundahan hati ini dengan melakukan garpu tala. Ayat yang Allah berikan siang ini bener-bener bikin terharu. Al. Ankabut 58-60 :

Masyallah Tabarakallah. Terima kasih ya Allah, terima kasih sudah sangat mengerti, terima kasih atas penghiburan dan ayat yang luar biasa ini. Terima kasih ;")

Terlalu banyak kebaikan dan nikmat Allah yang masih harus disyukuri, waktu luang, kesehatan, anak yang soleh dan membahagiakan, suami yang baik, orang tua yang masih sehat dan lengkap, keluarga yang harmonis, teman-teman yang baik. Alhamdulilah......

Senin, 11 November 2019

Perjalanan Menuju PPDS Anak FKUI Bagian 2

Ujian demi ujian sudah dilewati dengan segala plus dan minusnya. Mulai dari ujian Prodi tanggal 4 November 2019 kemarin di Departemen IKA FK UI.  Dengan persiapan yang "seada-adanya" karena di tanggal 3 masih ada kegiatan Bedah Buku dan hari-hari sebelumnya praktis ngurusin semua persiapan kegiatan Bedah Buku itu, mulai dari promosi acara, menghubungi pembicara, moderator, dan banyak lagi.

Belajar Prodi nya kapan ?
Setiap ada kesempatan, dimanapun, kapanpun. Disela-sela urus Bedah Buku, di jalan sebelum ke IDAI, di jalan sebelum pulang, diantara nemenin El main, sebelum tidur, bangun tidur, dan seterusnya,

Alhamdulilah ujian bisa terlewati dengan lancar, semoga hasilnya juga sesuai dengan yang diharapkan dan didoakan :)

Keluar dari ruangan ujian prodi, langsung diumumkan juga jadwal ujian wawancara (bagian ter horror) karena setiap anak akan beda-beda jadwal dan penguji nya. Gak tau harus seneng atau gak jadwal ujian wawancara aku hanya selang 2 hari dari ujian tulis yaitu 7 November 2019.

Persiapannya cuma 2 hari, 2 hari pun gak full karena post kegiatan Bedah Buku masih harus kirim-kirim sertifikat, bikin laporan kegiatan, cari lemari buat pameran buku, bantuin koordinir untuk leaflet dan lalalalaala. 

Dengan persiapan yang juga "seada-adanya" pagi yang mendebarkan itupun tiba. Sempet stress, sempet takut, sempet cemas dan semua perasaan jadi satu. Tapi, gak ada faedahnya juga semua yang dirasain itu, apalagi sampai menyalahkan keadaan atau gak bersyukur. Astagfirullahalazim. Akhirnya sebisa-bisanya diatur, ditahan, dan berusaha like .... everything gonna be oke ....

Karena pagi itu harus nunggu suami yang abis jaga malem, baru bisa berangkat dari Kemayoran jam 08.35 dengan jadwal wawancara 09.00 WIB. Sepanjang jalan sempet searching-searching data yang mungkin ditanya oleh penguji, beberapa kali sempet lihat dan menghapal naskah wawancara yang dibikin sendiri buat persiapan supaya ngomongnya gak belibet-belibet amat, diseling berdoa dan berdoa gak putus-putus.

Setengah lari, sampai di Departemen Anak jam 08.45 lalu ketemu dengan panitia dan dikasih tau bahwa Wawancara dilaksanakan di Kiara dan itu kayak lumayan juga jaraknya. Gak buang waktu langsung cuss menuju Kiara. Alhamdulilah sampai Kiara jam 08.57 WIB, gak lama nunggu depan ruangan langsung di panggil.

"Dr. Astri Sulastri Prasasti, silahkan masuk."

Daaaaan eng ing eng,
Penguji nya bener-bener diluar prediksi aku dan diluar dari yang udah disiapin. Langsung berusaha atur nafas, sebisa mungkin terlihat kalem, sebisa mungkin dijawab semua pertanyaan yang itupun diluar dari yang dibayangin. Kira-kira 60-90 menit didalem gak terasa karena pikiran dan perasaan sibuk sendiri. Yaaaaaaaaaaa buat ku pribadi belum terlalu memuaskan tapi alhamdulilah. Terlewati juga proses wawancara yang sempet bikin nangis2 sendiri gak jelas ini.

Keluar ruang wawancara gatau lagi harus kemana, gatau juga mau ngapain. Ilang aja gitu dalam hitungan beberapa menit. hahahaha. Segitunya ? IYA segitunya :)

Oke setelah hampir hilang arah, berusaha tersadar. HELO wake up ! Besok tanggal 10 masih ada ujian SIMAK woy.

Iya, jadi seharusnya urutan ujiannya adalah SIMAK, Prodi, Wawancara tapi karena ada kegiatan internal Departemen urutan untuk periode ini jadi gak beraturan.

Ujian SIMAK  yang cuma persiapan 2 hari yang gak FULL itupun tiba. Berangkat dari Cikarang (karena harus titip El sementara di rumah mama) jam 04.30 sampai di Depok jam 06.15 dan ujian dimulai jam 07.00 WIB.

Perasaan saat itu ?
Gambling, khawatir, cemas, tapi buat apa ?????
yaudah dijalanin aja. hehehe

Didalem ngapain ? sekuat-kuat nya ngerjain sebisa-bisanya ngisi soal dan aaaaaaaaaaaaaaa inginku berteriak. ITU SUSAH BANGET :(

Selesai ujian SIMAK jam 12.00 dengan sisa otak 0.5% dan hipoglikemi karena paginya cuma ngemil roti seada-adanya.

Ya Allah, semua prosesnya sudah dijalani dengan "sebaik-baik" dan "semampu-mampu" yang saya bisa. Mudahkan, luluskan, dan semoga bisa langsung masuk oneshoot ke IKA FK UI dengan segala keterbatasan yang saya punya tapi juga dengan se full-full nya komitmen yang saya punya.
Semoga pengorbanan El, suami, orang tua saya menjadi hal yang mempermudah proses ini.

AMIIIINNNNN :)

*sedang harap-harap cemas menunggu pengumuman di tanggal 16 November 2019*


Kamis, 17 Oktober 2019

Perjalanan Menuju PPDS Anak FKUI

Satu tahun 7 bulan sudah saya menjadi Asisten di Badan Penerbit IDAI sejak Maret 2018 lalu. Banyak sekali pengalaman baik dan luar biasa selama menjalani proses asistensi ini. Bekerja di Badan Penerbit IDAI menjadi salah satu mimpi saya yang terwujud. Iya, dulu saya bener-bener penasaran sama yang namanya penerbitan buku, menulis, dan segala macamnya apalagi berhubungan sama anak. SUKA banget. Alhamdulilah Allah memberi saya kesempatan untuk bisa ada di lingkungan ini. Selain pengalaman, disini saya juga mendapat keluarga baru.
Keluarga Besar Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia. Masyallah ...

Awal bekerja sungguh masih meraba-raba apa jobdesknya, bagaimana cara mengedit, apa aplikasi nya, bagaimana dengan karyawan dan staff yang lain, apa yang benar-benar tugas saya dan segala macam kebingungannya, bahkan sampai hari ini beberapa hal masih saya pertanyakan. Hehe. Slow learner banget ya ? Tapi alhamdulillah karyawan dan staff disini sangat membantu, mengenai banyak hal, banyak hal. Begitu juga dengan PIC buku yang menjadi atasan langsung saya yaitu Dr. Tartila, Sp.A yang super baik, ramah, cantik, role model, dan manekin hidup buat saya, juga Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K) yang super ramah, pinter, muslimah, cantik, dan aaaahh banyak hal yang sulit didefinisikan.

Ketua Badan Penerbit IDAI adalah Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, sebelum bekerja disini saya sudah banyak mendengar tentang beliau dan kaget ternyata beliau sebaik dan se-care itu.
Terima kasih prof, banyak hal yang saya pelajari dari Prof ...

Keputusan untuk magang di Badan Penerbit dengan segala tantangan dan kendala didalamnya adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Meski buat saya di awal begitu tidak mudah karena jarak, anak, keluarga, dan sebagainya. Tapi alhamdulilah selalu ada jalan keluar jika mau berusaha kan?!


Lalu what's next ?

Meski sampai saat ini masih menjadi asisten di BP IDAI tetapi saya akan mencoba melangkah lebih lanjut. Target selanjutnya adalah menjadi PPDS Anak FK UI. Kampus impian banyak orang. Kampus dengan pendidikan anak terbaik di Indonesia. Kampus dengan banyak orang-orang hebat terlahir dan ada di dalamnya. Saya yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa ini berkali-kali berpikir dan menimbang, apa iya saya bisa ? Apa iya saya pantas ?

Keraguan itu makin hari makin terkikis dengan dukungan dari banyak orang termasuk suami saya. Berkali-kali dia mengingatkan, ayo maju, ayo coba, dan oke akhirnya saya akan coba di periode Januari 2020 ini. Dengan segala tantangan dan keterbatasan.
Man jadda wa jada .... Bismillah....

Selasa lalu tanggal 16 Oktober 2019 saya sudah menjalani Tes tahap awal yaitu Psikotes dan MMPI. Psikotes dan MMPI ini memakan waktu seharian dan bikin kepala ngebul karena banyak modul yang diuji. Selain tes tertulis, menggambar juga ada wawancara di sore hari. Yang perlu dipersiapkan dalam Tes ini adalah istirahat yang cukup, badan dan pikiran yang fresh.

Badly, saya tidak punya keduanya kemarin, karena malamnya masih menyiapkan berkas dan siangnya masih urus beberapa pekerjaan. Semoga hasilnya bisa memuaskan Ya Allah walau dengan persiapan yang super mepet karena baru bisa belajar dan cari-cari di H-2 ujian.

Saat tes, banyak bertemu dengan dokter-dokter umum dari berbagai kalangan dengan tujuan yang sama IKA FK UI. Dalam hati bertanya lagi Ya Allah ini kenapa semua orang-orang yang daftar keren-keren ya ? Apa saya bisa? hmmmm ....

Ya Allah, mudahkan, mampukan, dan luluskan dalam semua proses ujian ini
Bismillahi tawakalta alaAllah...



Rabu, 26 September 2018

Hanya Masalah Waktu

Hanya masalah waktu dimana semua akan lebih indah untuk dikenang
Kegagalan yang kita tangisi hari ini
Banyak tujuan yang kita perjuangkan hari ini
Pikiran-pikiran kita pada hari ini
Usaha dan tindakan yang kita lakukan pada hari ini
Akan ada ujungnya
Hanya masalah waktu

Banyak bertemu dengan teman-teman (yang menurut saya) langkah mereka sudah jauh di depan
Ada yang punya pasif income dengan banyak bisnis besar
Ada yang sekolah dengan gelar berderet
Bahkan sudah ada yang punya jabatan strategis
Sedangkan saya (masih menurut saya) seperti jalan ditempat, masih berkutat dengan masalah domestik dan masalah manajemen waktu, masih meributkan hal yang itu-itu saja
Rasanya masih jauh sekali dari harapan dan hasil yang pernah saya tuliskan
Kemudian, saya mencoba lebih jujur pada diri sendiri
Ternyata,
Hanya masalah waktu

Semua orang punya waktu sendiri-sendiri,
Apa yang orang lain capai di usianya adalah apa yang sudah mereka usahakan sebelum ini
Apa yang orang lain dapatkan di usianya adalah apa yang sudah mereka perjuangkan sebelum ini
Kita bahkan tidak tau proses apa yang telah mereka lalui
Maka bersabarlah, kita pun sedang berproses 
Hanya masalah waktu

Begitupun dengan apa yang ingin dicapai, tentu berbeda antara kita dan banyak orang lain di luar sana
Maka sangat logis, jika ada perbedaan waktu untuk mendapatkannya
Hanya masalah waktu

Allah tidak pernah tertidur dan khilaf dari satupun usaha dan keringat hamba-Nya
Allah tidak pernah terlewat menghitung dan menimbang semua daya dan upaya hamba-Nya
Allah selalu tau kapan waktu yang tepat
Hanya masalah waktu

Maka sekarang, lakukan apa yang harus dilakukan
Cintai apa yang harus dicintai
Berikan dan jadilah sebaik mungkin hari ini karena akan menetukan akan jadi apa kita besok
Hanya masalah waktu

from : google
Hidup orang lain yang bagi kita terlihat lebih indah belum tentu hidup yang sesungguhnya kita inginkan
Sedangkan hidup yang seringkali kita keluhkan malah mungkin adalah impian banyak orang yang belum bisa diraihnya
Maka, bersyukur atas semua yang bisa kita dapatkan hari ini
Tidak perlu memusingkan yang belum tercapai dan masing di awang-awang
Terus berusaha
Hanya masalah waktu ...

Kita melihat banyak orang diluar "lebih" karena mengukur dari kaca mata dan standar kita sendiri
Begitu juga  ketika melihat diri sendiri yang masih dengan kaca mata dan standar kita
Kurang fair bukan ?
Simplenya adalah saat kita membeli dan menjual barang hanya mau pakai timbangan yang kita punya, is it right ? Absolutely no.
Maka,
Tetap rileks dan optimis,
Tidak bersyukur hanya akan menutup jalan dan memotong semua berkat baik
Ingat, semuanya 
Hanya masalah waktu


from : https://minanews.net/sabar-dalam-ibadah-kepada-allah/

Jumat, 07 September 2018

Berdamai dengan Diri Sendiri itu Butuh Perjuangan

Pernah gak ada yang ngerasa mengganjal tersisa dari masa lalu atau dari orang yang dulu pernah ada karena ngerasa ada masalah yang belum selesai dan perlu ada yang diomongin ?

Saya pernah banget dan ada beberapa hal. Ada yang karena punya masalah tapi tanpa penjelasan yang jelas, ada yang karena pengen ngomong sesuatu tapi gak bisa diomongin waktu itu. Jalan keluarnya, awal-awal masih denial alias ada rasa gak terima. Tapi terus kepikiran dan serius itu menghantui banget sih. Buat saya yang sangat pemikir dan perasa  cukup lumayan menyebalkan. Terganggu pada waktu-waktu tertentu. Apalagi saat-saat bengong gak ada kerjaan atau saat ngeliat dan ngalamin sesuatu yang bikin inget, identik dengan kejadian atau orang tertentu.

Sampai akhirnya saya bisa menerima bahwa oh yaudah itu bagian dari masa lalu yang udah kelewat. Yang udah lewat ya lewat aja. Cuma memang konflik itu ada di diri sendiri yang terus kepikiran sama hal-hal gak jelas. Ada rasa bersalah, ada rasa kurang puas, ada rasa yang pengen diulang ? *lah hahaha.

Untuk menyelesaikannya, saya kemudian mulai menghubungi lagi orang-orang terkait. Ada yang akhirnya bisa damai, ada yang masih tanpa jawaban. Masalah ? Gak masalah lagi sih buat saya. Yang jelas saya udah ngomong yang harusnya diomongin dan saya udah minta maaf kalau memang harus minta maaf. Ada juga yang lost contact and I dont know how to say sorry. Jadi for now cuma bisa mendoakan semoga dua hati kita tersambung dan sudah di damaikan oleh waktu, karena alasan apapun itu. Allah Maha Membolak-balik hati kan :)



Setelah melakukan semuanya jadi lebih lega sih karena udah gak ada lagi perasaan dan kalimat yang dipendam. Yakali kalau emas disimpan jadi duit kalau yang lain kan gabisa. Sebelum ini saya udah sempet konsul sama temen kerja yang juga psikolog, dan dia bilang bahwa semua yang saya alami termasuk dalam ego state. Ego state adalah bisikan-bisikan yang banyak dipengaruhi oleh banyak hal di masa lalu dan sekarang, memang harus dihadapi dan dikontrol. Apalagi kalau sangat mengganggu karena pada akhirnya akan mempengaruhi cara pandang dan pengambilan keputusan kita. Apalagi sampai gak tenang karena memang ada yang perlu dibahas dulu sebelum bye.

Saya menyebut semua proses yang sudah saya jalan ini dengan self healing. Yaitu membenturkan diri lagi dengan masalah atau orang yang belum selesai di masa lalu agar bisa dengan kemampuannya sendiri mengobati. Menguji seberapa tingkat kedewasaan saya untuk bisa berdamai tanpa hard feeling dengan masa lalu. Semoga setelah ini semua nya jadi lebih baik ya :)

Alhamdulilah, terima kasih ya masa lalu ...

Jumat, 06 Juli 2018

Camping Bersama Anak Usia 20 bulan, Yes or No ?

Sejak menjadi orang tua minat saya pada dunia parenting meningkat pesat mulai dari rajin ikut seminar parenting sampai ikut komunitasnya. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah komunitas HebAT (Home education Based on Akhlaq & Talents). Komunitas ini lah yang pada beberapa bulan lalu mengadakan camping akbar di sebuah kawasan di Sentul. Sesungguhnya saya bukan tipe orang yang suka camping, naik gunung dan sebagainya. Yes, saya suka alam tapi untuk harus naik gunung atau camping bukan hobi saya. Tapi karena ingin memperkenalkan kepada El sensasi camping dan sekaligus ganti kegiatan yang lebih mendekatkan El ke alam saat ada acara camping bareng komunitas HebAT, saya langsung oke.

Mulai dari persiapan yang diperlukan untuk bawa El yang pada saat itu usia 20 bulan (usia yang sudah cukup untuk aktivitas alam terbuka) gak terlalu banyak. Saya yang newbie sebagai peserta camping merasa harus bikin list barang apa saja yang wajib dibawa. Menurut saya ini penting supaya nanti saat camping EL bisa nyaman. List saya antara lain :

1. Bed cover (khawatir el gak nyaman atau jaga-jaga saat malem dingin)
2. Selimut tambahan yang lebih tipis
3. Jaket
4. Kaos kaki
5. Payung
6. Baju ganti yang cukup
7. Diapers (el masih pakai popok sekali pakai)
8. Kantong pelastik kecil untuk buang-buang bekas popok dan lainnya
9. Set mandi
10. Minyak telon & lotion bayi
11. Cemilan kesukaan El
12. Tempat minum
13. Mainan dan buku favorit el
14. Obat standart misalnya turun panas, obat alergi, dan kit emergensi (ini untuk jaga-jaga aja walaupun dari panitia sebenernya udah sediain)
15. Senter kecil & Lampu emergensi full charge untuk penerangan di malam hari
16. Set camping (ini saya sewa semua karena memang gak ada riwayat camping sebelumnya)

(diambil via google)

Setelah matang dibagian list keperluan yang harus dibawa, juga harus dipersiapkan kondisi El yang harus prima. Beberapa hari sebelum berangkat EL sempet flu sedang, alhamdulilah gak sampai demam tinggi. Jadi saya sangat usahakan sakit EL ini gak berkepanjangan supaya pas berangkat nanti el sudah cukup sehat. Sesekali saya sounding bahwa EL mau camping dan nanti akan tidur dalam tenda, lihat gunung, awan, bintang dan semua saya ceritain singkat. El sih keliatan cuek-cuek aja, tapi saya yakin dia mendengar :)

Hari H pun tiba, alhamdulilah kondisi El saya nilai cukup prima. Sepanjang jalan dia happy, cemal-cemil, sempet tidur lama dan lancar lah perjalanan berangkat kita ini. Begitu sampai di lokasi camping El super-super senang. Dia sebutin semua yang dia lihat mulai awan, gunung, pohon, sungai, burung, semuanya. Alhamdulilah awal yang baik.

Karena untuk alat camping kita sudah sewa semua jadi gak ada adegan mendirikan tenda. Setelah sampai lokasi, check in, ambil alat-alat yang kita sewa (matras, sleeping bag, nesting, dan kompor) lalu menuju lokasi tenda, dan taraaa tenda kita sudah siap. Kita tinggal masuk untuk beres-beres. Awalnya saya bingung matras tidur dipasang dimana (maklum lah baru pertama kali camping mandiri) karena saya pikir kan saya udah bawa bedcover sebagai alas tidur. Akhirnya matras saya letakkan di bagian tenda depan supaya gak kotor kena kaki yang keluar masuk, sedangkan bedcover yang saya letakkin dalem tenda.


Ini tenda yang udah diberesin, walaupun masih keliatan semrawut :D

Siang itu berjalan sangat lancar. El happy main, muter-muter, cemal-cemil, sampe lupa sama ASI nya. Saya pun gak nyangka sih El sebegitunya karena biasanya dia selalu nempel sama Ummi buat ng-ASI. Sampai pada malam hari tanpa disangka dan diduga hujan lebat bangeeeet. Untungnya sore sebelum gelap El udah beres mandi, udah disuapin makan, dan sudah siap tidur. Sepertinya ini hari yang melelahkan buat dia habis ng-ASI dia langsung tidur pules. Tinggallah ummi abinya yang pusing ngejagain EL ditengah hujan lebat. Abinya yang awalnya sibuk bakar sosis dan bikin mi instan akhirnya pun kebingungan setelah saya buktikan bahwa tenda kita rembes, udah mulai-becek-becek tipis gitu. Awalnya dia gak percaya, cuek-cuek aja.

Jadilah malam itu menjadi malam perjuangan kita untuk bertahan dalam tenda. Malam yang panjang. Matras yang tadinya kita pasang di depan kita pindahin ke bawah alas tidur El lalu ditumpuk sleeping bag, pelastik gede yang kita robek dan apapun yang bisa nahan air supaya bedcover tetep kering. Sedangkan barang-barang lain saya pindah dan saya tumpuk sebisanya, jadi kalau pun basah-basah dikit gak masalah. Dibawah badan saat berbaring saya bisa rasain aliran air bener-bener nyata, sempet kepikiran jelek juga saat itu, takut kalau longsor atau tenda kebawa air atau rubuh. Tapi abinya terus meyakinkan hal itu gak terjadi, kita berdoa semoga semua aman sampe pagi.

Alhamdulilah akhirnya kita sukses bertahan dalam tenda sampai pagi dan alhamdulilah lagi kita semua kering, sehat sentosa. Bikin kaget banget, setelah melihat tetangga ternyata kiri kanan tenda  udah kosong cuma ada genangan air. Ternyata udah banyak peserta camping yang nyerah dan akhirnya mereka mengungsi tidur di aula, bahkan sebagian lagi didalem mobil.

El bagaimana ?
Gak usah ditanya, dia pagi ini bangun dengan sangat berbahagia. Cita-cita dia untuk nyebur di kolam outbond yang kotor terelisasi di hari kedua (dari pertama dtg dia udah pengen nyebur tapi gak dibolehin p). Gapapa lah yang penting El happy.

Oke, pelajaran yang bisa saya ambil dari kegiatan camping sebagai pemula ini adalah :
1. Jangan lupa bawa alas tambahan dari rumah entah itu karpet atau pelastik ukuran jumbo/ apapun yang anti air buat alas jaga-jaga khawatir hujan
2. Jangan lupa bawa lakban supaya kalau tenda bocor bisa ditambel lakban
3. Letakkan matrass tidur dialas tempat kalian akan tidur bukan malah jadi keset
4. Bawa alas untuk diletakin didepan tenda kalau memang mau ada acara masak-masak atau leyeh-leyeh depan tenda
5. Keep kerja sama antara pasangan, ini penting sih karena saat camping memang perlu banget team bulding yang baik

Sekian tips and trick nya, jadi camping bersama anak usia 20 bulan ? YES !







Fakta Tentang ASI Yang Perlu Diketahui Orang Tua

Dua tahun pertama dalam hidup anak adalah masa krusial dimana seluruh perkembangan baik perkembangan otak, kognitif, bicara, dan lain-lain berkembang sangat cepat. Makanan yang baik dan tepat tentunya sangat diperlukan karena menentukan seperti apa anak pada tahun-tahun berikutnya.

Pemberian makanan yang baik dimulai sejak pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Eksklusif artinya bayi tidak mendapat tambahan asupan lain apapun selain ASI. Selain karena usus bayi yang belum mampu mencerna makanan atau minuman lain, ASI adalah makanan sekaligus minuman yang paling cocok untuk bayi. Kandungan gizi dalam ASI sesuai dengan yang dibutuhkan pada bayi baru lahir-6 bulan dan sangat mudah dicerna oleh usus bayi. Kandungan ASI jauh lebih lengkap dari susu formula, namun bukan berarti susu formula itu jelek. Hanya saja pemberian susu formula sebaiknya dengan indikasi medis dari dokter, artinya ada suatu keadaan dari bayi yang memang dia harus mendapatkan susu formula dini misalnya pada bayi prematur dengan berat badan lahir rendah.  Dibawah ini bisa dilihat perbandingan kandungan ASI dan susu Formula.

Gambar mengenai perbedaan kandungan susu formula dan ASI (diambil via google)

Dari gambar diatas, terlihat jelas bahwa banyak zat yang dimiliki ASI tetapi tidak ada di susu formula. Sedangkan semua zat yang ada dalam susu formula semua sudah dimiliki oleh ASI. Zat-zat yang tidak dimiliki oleh susu formula  antara lain : antibodi yang berguna untuk imunitas anak, hormon yang mengatur banyak fungsi dalam tubuh anak, anti virus sebagai pertahanan tubuh anak terhadap virus (kuman terbanyak penyebab infeksi dan diare pada anak), anti alergi sebagai zat yang mencegah munculnya reaksi alergi pada tubuh anak, anti parasit yaitu zat anti kuman dari golongan parasit, serta enzym yang berperan dalam semua fungsi sel dan growth factor atau faktor pertumbuhan yang berfungsi dalam pertumbuhan tubuh anak.

Secara lengkap manfaat ASI dapat dilihat dalam gambar dibawah ini :
sumber : beranisehat.com

Ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai ASI. Mitos bahwa ASI encer itu jelek, ASI gak ada kalau badan ibunya kecil, Anak rewel artinya ASI kurang dan harus dikasih formula, ASI basi bikin mencret, Ibu Menyusui tidak boleh makan pedas, Bayi ASI kurang gizi sama sekali GAK BENER alias cuma mitos.
Faktanya adalah :

1. Secara kandungan ASI dibagi menjadi 2 komponen yaitu foremilk yang lebih encer (banyak mengadung banyak laktosa) dan hindmilk yang lebih kental karena banyak mengandung lemak. Baik foremilk maupun hindmilk sama-sama dibutuhkan bayi dan memiliki kelebihan masing-masing. Foremilk adalah asi yang pertama keluar yang bermanfaat untuk memenuhi rasa haus bayi, sedangkan hindmilk adalah asi terakhir yang bermanfaat untuk membuat bayi kenyang lebih lama. Nah hind milk ini akan bisa dinikmati bayi jika cara menyusu kita sudah benar, yaitu anak menyusu sampai benar-benar puas di satu payudara baru kemudian bergantian dengan payudara yang lain.


2. Produksi ASI sudah dimulai sejak masa kehamilan. Bukan tiba-tiba ada atau bukan tiba-tiba dibuat saat bayi lahir. Maka proses  kehamilan yang baik serta pemenuhan gizi pada ibu hamil sangat penting. Produksi ASI sama sekali tidak dipengaruhi oleh berat badan ibu, ukuran tubuh ibu maupun ukuran payudara ibu. Semakin ibu sering menyusu maka akan semakin banyak produksi ASI ibu. Jika pada hari-hari awal kelahiran bayi ASI belum keluar atau sedikit, jangan bersedih itu hal yang normal dan biasa, terus saja menyusu. Hisapan bayi menjadi inisiasi produksi ASI keluar.
Gambar tentang ilustrasi produksi asi yang diinisasi oleh hisapan bayi (diambil via google)

3. Bayi baru lahir memang lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar karena masih memerlukan proses adaptasi. Semua bayi akan anteng pada waktunya dan akan berbeda antara bayi yang satu dengan bayi yang lain, tergantung apakah si bayi sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan atau belum. Jadi bayi yang rewel bisa sangat banyak penyebabnya, bisa karena terlalu berisik, kaget, tidak nyaman, popok basah, atau lain sebagainya. Tidak melulu karena ASI kurang dan bukan merupakan indikasi pemberian susu formula dini. Lagipula, produksi ASI yang tidak banyak pada awal kehidupan bayi adalah hal yang normal karena ukuran lambung bayi pun masih kecil. Jadi jumlah ASI yang dibutuhkan memang tidak banyak


4. Tidak ada sama sekali istilah ASI basi yang membuat bayi mencret. ASI sangat mudah dicerna oleh usus bayi sehingga bayi ASI cenderung lebih sering pipis dan pup. Pup pada bayi ASI biasanya pun lebih encer dan lebih berbau  karena ASI yang diminum pun encer dan mengandung banyak enzim. Jadi sama sekali tidak masalah selama jumlah pipis dan pup bayi masih dalam batas normal dan keadan bayi masih oke. Bayi yang masih oke ini maksudnya tidurnya cukup, masih mau menyusu, tidak demam dan kondisi secara umum terlihat aktif.

Gambar frekuensi pipis dan pup pada bayi (diambil via google)

5. ASI saja mampu memenuhi kebutuhan bayi hingga 6 bulan. Bila bayi sudah mendapatkan asupan makanan lain sebelum 6 bulan, kebutuhan bayi terhadap ASI akan berkurang karena dia sudah terlanjut "kenyang". Hal ini membuat zat gizi bayi malah berkurang, karena makanan lain selain ASI sulit dicerna oleh usus bayi. Selain itu, pemberian asupan lain yang terus-menerus membuat produksi ASI ibu semakin berkurang karena bayi lebih jarang menyusu.


Diambil via google
6. ASI memiliki salah satu fungsi perilndungan tubuh atau imunitas pada bayi, fungsi ini terutama terdapat didalam kolostrum. Kolostrum keluar hanya pada awal-awal hari kehidupan bayi, itu kenapa ada yang namanya IMD (Inisiasi Menyusu Dini). IMD ini dilakukan selain untuk menguatkan bonding antara bayi dan ibu, juga salah satu langkah agar bayi bisa mendapatkan kolostrum. Kolostrum berwarna kekuningan dan seringkali malah disalahartikan oleh banyak pihak. Padahal cairan kuning ini salah satu cairan emas yang harus didapatkan oleh bayi.

7. Selain memenuhi nutrisi bayi manfaat lain dari ASI yaitu mengurangi resiko diare, mengurangi resiko gangguan telinga, alergi, memberikan perlindungan pada bayi dari bebagai penyebab penyakit, dan mengurangi obesitas pada bayi. Untuk ibu, menyusui memberikan manfaat positif yaitu mempercepat pemulihan pasca melahirkan dan mengurangi resiko kanker.

Kenapa saat menyusui pada awalnya nyeri ? karena saat menyusui tubuh kita menghasilkan suatu hormon yang salah satu fungsinya adalah untuk mengurangi perdarahan dan mempercepat pemulihan rahim setelah melahirkan. Jadi meski sedikit kurang nyaman, terus menyusui ya bunda.

7. Ibu menyusui sangat dianjurkan makan apapun, terutama makanan sehat. Sedangkan rasa makanan manis, pedas, asin sama sekali tidak berefek pada ASI. Pada beberapa bayi yang sensitif mereka bisa merasakan sensasi yang berbeda bergantung apa yang dimakan ibu nya tetapi tidak sampai menyebabkan penyakit seperti diare. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa ASI sudah terbentuk sejak masa kehamilan. Maka apa-apa yang dimakan ibu menyusui selama menyusui tidak mengubah kandungan ASI secara dramatis.

Demikian fakta-fakta mengenai ASI dan seputar menyusui. Semangat selalu untuk mengASI-hi ya Bunda. ASI adalah salah satu bukti kebesaran Tuhan yang diberikan pada kita, maka sudah pasti kandungannya jauh lebih baik dan lebih cocok untuk anak-anak kita. Jika ada masalah selama proses menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter atau tenaga kesehatan yang benar-benar mengerti tentang ASI. Jangan sampai karena informasi yang salah maupun informasi yang kurang, bayi kita menjadi korban. Salam hangat untuk seluruh pejuang ASI di seluruh dunia !

Jumat, 29 Juni 2018

Komentar Gemes Tentang Pilkada 2018

Beberapa bulan belakangan, lini media sosial saya penuh sesak dengan postingan atau sharing-an tentang pilkada 2018 dan serba-serbinya. Saya salah satu anak muda (((anak muda))) yang suka dan tertarik dengan politik, sesungguhnya. Walaupun gak terlalu show up berlagak jadi komentator di medsos dan membabi buta mendukung si A si B atau si C. Di dunia politik semua yang gak mungkin bisa jadi mungkin, kadang lawan kadang teman, kelihatannya teman eh tau-tau ngebully, di depan TV gontok-gontokan di kesempatan lain makan satu meja. Gemes kan ?

But I know semua itu sangat amat biasa di panggung politik.
Gak cuma sekali dua kali atau seorang dua orang yang tiba-tiba loncat dari tim lawan ke tim kawan

Sebelum ini saya males berkomentar banyak karena yang kita komentarin belum tentu sesuai fakta, bisa aja semua yang kelihatan di TV cuma permainan politik. Juga karena saya bukan ahli di bidang politik, saya khawatir kesalahan atau kebodohan saya dalam berucap justru yang dipegang dan diterima sebagai kebenaran oleh orang lain.

Awal sekali politik menjadi perbincangan hits yaitu pada Pilpres 2014. Saat itu rame parah ketika Pak Prabowo Vs Pak Jokowi dan akhirnya dimenangkan oleh Pak Jokowi sebagai RI 1.

Setelah ribut Pilpres 2014 terbitlah Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Walaupun saya bukan warga DKI namun saya turut menikmati riuhnya semangat masyarakat dan keikutsertaan banyak pihak pada Pilgub itu. Pilgub rasa Pilpres, memang betul begitu rasanya tidak kurang tidak lebih.

Pak Anies yang sebelumnya pada saat Pilpres 2014 merupakan salah satu barisan timses Jokowi bahkan sempat menjabat sebagai salah satu mentri di kabinet Jokowi  pada PilGub DKI justru  menjadi rival bagi barisan tim Jokowi. Sedangkan wakilnya Pak Sandi, yang dari awal digembar-gemborkan akan menjadi calon gubernur akhirnya dengan sukarela dan ikhlas hanya maju menjadi wakil gubernur.

Ya begitulah akhir yang membahagiakan untuk banyak pihak, meski beberapa pihak lain masih terlihat gagal move on. Buktinya sampai detik ini masih banyak orang yang nge-share atau membagikan berita-berita lalu mengaitkannya dengan pilgub DKI.

Kemudian sampailah pada detik-detik Pilkada serentak di seluruh daerah di Indonesia kemarin, 27 Juni 2017. Antusias masyarakat sungguh luar biasa. Feed facebook saya setiap hari selalu ramai berita tentang Pilkada. Ada positif, banyak juga yang negatif. Beberapa teman malah tidak segan dan bukan sekali saja saling debat di kolom komentar karena berbeda pandangan politik. Teman yang lain lagi malah ada yang sampai unfriend atau blok orang-orang yang dianggap tidak sepandangan.Siapa yang gak gemes coba ?

Hasil quick count pilkada serentak sudah diumumkan. Pilkada Jabar dimenangkan oleh pasangan Rindu (kang Emil dan Kang Uu) dari 4 paslon yang ada (Rindu, Hasanah, ASyik & Duo Deddy). Pidato kemenanganpun sudah diucapkan tidak lama setelah pengumuman QC. Banyak pihak terlihat puas, dua dari tiga pihak lawan pun sudah mengakui kemenangan pasangan Rindu, namun tidak sedikit yang masih berharap hasil real count akan berbeda. Pihak yang terakhir masih menunggu pengumuman resmi dari KPU pada tanggal 8-9 Juli 2018 sambil terus memantau penghitungan suara di KPU.

Sah-sah saja apapun sikap yang diambil selama tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Cukup menggelitik adalah pada Pilkada serentak ini isu-isu yang dibahas hampir seragam di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Jawa Barat. Kubu #2019gantipresiden dan #2019tetapjokowi, kubu #partaiproumat dan #partaitidakproumat. Semua begitu. Jadi seakan dikotak-kotakkan calon A masuk tim mana, calon B masuk tim mana.

Yang juga menarik dari hasil Pilkada Jabar adalah hasil polling yang dilakukan oleh banyak badan saat sebelum Pilkada sangat berbeda dengan hasil quick count yang telah diumumkan. Banyak pihak mengaku kaget, berbagai asumsi pun muncul terkait hal ini. Pasangan no 3 (Kang Ajat-Kang Syaikhu/ Asyik) yang semula dalam polling berada pada urutan bawah alias tim pelengkap penderita atau tim hore ternyata pada hasil QC bisa menepati urutan kedua dengan selisih poitn yang tidak terlalu besar. Ada faktor apa yang bisa membuat keadaan berubah hampir 180 derajat ini ?
Hal ini juga menjadi perhatian saya.

Karena kegemesan saya usdah sampai tahap yang akut, maka saya mencoba menganalisa fenomena yang terjadi pada dua paslon ini (Rindu dan Asyik) dalam Pilkada Jabar dimulai dari latar belakang dan perjalanan kampanye pasangan calon selama Pilkada.

Secara latar belakang personal Kang Emil dan Kang Uu adalah paslon termuda yang masing-masing  merupakan pemerintah daerah petahana di Bandung dan Tasik Malaya. Baik Kang Emil maupun Kang Uu memiliki garis keturunan priyai atau tokoh Islam yang dihormati. Biodata pasangan Rindu seperti berikut :


 
Dalam kampanye pasangan Rindu yang didukung oleh partai PPP, PKB, Nasdem dan Hanura lebih menonjolkan program serta menjual rekam jejak dari jabatan sebelumnya di Bandung dan Tasik Malaya. Jarang diangkat ke media garis keturunan yang padahal bisa menjadi salah satu nilai tambah, khususnya Kang Emil. Namun bagi saya hal ini adalah salah satu nilai plus, karena dalam proses kampanye Kang Emil lebih menyodorkan dan mengedepankan dirinya sendiri sebagai Ridwan Kamil bukan siapapun di belakangnya.

Sepanjang Pilkada diadakan beberapa kali debat publik, dalam debat publik itu pasangan rindu mampu memaparkan program kerja dengan runut dan detail. Program kerja dikemas secara inovatif khas anak muda, yaitu sebagai berikut :


Dengan gaya kampanye dan gaya promosi paslon ini, jadilah paslon Rindu yang dikenal publik sebagai paslon anak muda dengan program-program yang unik. Kekuatan lain yang dimiliki oleh pasangan ini adalah penguasaan media sosial. Follower Kang Emil yang jutaan ditambah dengan banyak nya public figur yang menyatakan dukungannya sejak awal membuat Rindu semakin meroket.

Meski di detik-detik waktu pemilihan beredar postingan tim Rindu yang ingin menjawab berbagai fitnahan yang masuk menjadi pro dan kontra. Bagi saya pribadi sebetulnya pasangan ini tidak perlu melakukan klarifikasi apapun karena dalam Pilkada semua pasangan pun mendapat serangan fitnah serupa. Postingan klarifikasi  hanya dilakukan oleh orang yang takut  atau oleh orang yang panik (ini murni menurut pribadi saya sendiri). Bahkan oleh beberapa orang klarifikasi tersebut dianggap terlalu baper alias bawa perasaan. Tetapi bagi beberapa pihak yang lain justru klarifikasi ini sangat positif karena semakin menguatkan pilihan terhadap pasangan Rindu. Wallahualam.

Sedangkan pasangan ketiga, Asyik yang didukung oleh partai Gerindra, PKS, PAN, PBB dan sebagian PPP. Profil pasangan Asyik dapat dilihat seperti dalam tabel berikut ini :


Secara personal pasangan Asyik termasuk pasangan senior yang lebih panjang perjalanan karir dan pengalamannya. Rekam jejak dan kualitas individu yang baik bisa dilihat dari biodata Kang Ajat dan Kang Syaikhu diatas. Dua individu yang cukup mumpuni. Apabila kedua hal ini dikemas dan mampu dipromosikan dengan baik masyarakat akan mengetahui bahwa pasangan ini layak memimpin Jawa Barat.

Selain itu dalam perjalanan kampanye pasangan Asyik banyak diwarnai oleh isu-isu sensitif. Entah isu tersebut sengaja digembar-gemborkan atau karena partai pendukung yang notabene merupakan partai oposisi sehingga mau tidak mau isu itu ada. Hal tersebut menyebabkan sebagian netizen dengan maha benar komentarnya  menjadi antipati.

Dari segi penguasaan media sosial, memang pasangan Asyik tidak se-terkenal pasangan Rindu. Akan tetapi di detik-detik menjelang Pilkada sejumlah ulama di Jawa Barat menyatakan dukungan demi dukungan lewat media sosial. Menurut saya hal ini menjadi suntikan positif bagi peningkatan suara pasangan Asyik. Andai saja para ulama sejak awal proses sudah ramai dan kompak menyatakan dukungannya ditambah seluruh elemen bersatu mendukung Asyik mungkin sejak awal pasangan ini bisa unggul.

Pasangan Asyik sempat mengejutkan banyak pihak karena pada sesi Debat Publik kedua sempat mengeluarkan kalimat yang mengundang respon masal dan memajang kaos #2019GantiPresiden. Hal ini dikecam oleh banyak pihak, tetapi juga didukung oleh pihak lain. Sedangkan menurut saya pribadi, seharusnya hal tersebut tidak dilakukan apalagi saat acara Debat Publik yang disiarkan secara Nasional. Pertama, hal tersebut adalah hal sensitif karena memang sedang panas-panasnya dibahas di berbagai media dan memecah belah netizen. Kedua, bisa jadi tim Asyik justru kehilangan suara karena dianggap terlalu ekstrim oleh masyarakat yang notabene tim netral atau tim bersebrangan. Meski sayapun mengerti bahwa mungkin tim Asyik ingin mempertegas bahwa mereka satu-satunya tim pendukung ganti presiden, tetapi bagi saya kurang bijak jika dipertontonkan saat acara debat. Wallahualam.

Meski senior dengan pengalaman yang cukup di bidang politik namun hasil kerja dan program kerja yang sudah berhasil di Bekasi (Kang Syaikhu) atau di bidang lain (Kang Ajat) kurang ditonjolkan baik dalam kampanye maupun dalam acara debat. Padahal program-progam pasangan Asyik ini sungguh asyik apabila dapat di presentasikan dengan lebih real dan rinci, antara lain :



Setelah plus minus antara dua pasang calon tadi (pandangan saya pribadi), analisa yang bisa saya berikan ini berkesimpulan bahwa sangat perlu mengemas dengan apik segala kelebihan personal, rekam jejak serta latar belakang paslon dalam proses branding di masyarakat. Meskipun yang dicalonkan sudah dikenal publik sebaiknya program kerja lebih dikedepankan selama proses kampanye sehingga masyarakat bisa memilih paslon berdasarkan program kerja yang memang dibutuhkan. Keunikan dan keinovatifan juga penting untuk menarik hati sebagian besar pemilih yang kini didominasi oleh kaum milenial, maka sebaiknya dalam prsentasi program dikemas se-"kekinian" mungkin.

Masyarakat Jawa Barat secara umum sudah mulai melek dengan berbagai informasi yang dengan mudah dapat di akses di media sosial maupun televisi sehingga branding yang bombastis namun tidak berlebihan tentu diperlukan. Meski mau tidak mau, suka tidak suka, isu-isu sensitif pasti akan muncul sebaiknya isu ini disikapi dengan bijak dan tidak terlalu dieksploitasi supaya tidak ada pihak yang me-label-i jualan "isu". Partai pengusung menjadi salah satu hal krusial tetapi tidak bisa menjadi penentu kemenangan, pilihan rakyat tetap diatas segalanya.

Last but not least, kuasai media sosial dan menangi hati netizen dengan membuat branding yang positif. Itu menjadi catatan khusus dan terpenting bagi tim pemenangan paslon :)


NB :
Pada postingan ini saya tidak membicarakan tentang mana pilihan saya atau preferensi saya terhadap politik. Saya murni melihat plus minus dari kaca mata pribadi saya dan tidak mewakili suara siapapun. Semoga untuk yang membaca ada manfaat yang bisa diambil. Semoga Allah menuntun kita semua untuk memilih pemimpin yang rahmatan lil alamin dan diridhoi Allah. AMIN.