Senin, 16 Mei 2022
PPDS: Tahap Madya
Senin, 18 Oktober 2021
PPDS: Tahap Junior
Banyak yang bilang pendidikan spesialis tahap awal (Junior) itu masa yang paling berat, masa transisi dari yang tadinya belum terjun ke pasien, belum ke lapangan, auto nyebur.
Ya ada bener, ada gaknya. Tergantung gimana kita menjalani dań tergantung bagaimana kita menyikapi...
Salah udah pasti terjadi namanya juga baru nyemplung, tapi gimana menyikapi salah itu buat jadi pembelajaran dan kedepan ga terulang, itu yang penting
Bodoh, wajar aja karena namanya juga lagi belajar. Di awal wajar banget masih bingung atau banyak belum taunya. Tapi gimana bodohnya ga berkepanjangan dan terus berusaha lebih baik itu yang penting
Kadang kalau lagi capek atau pas kurang tidur atau badmood nah ada banget tuh masa-masa ngerasa males mau berangkat pagi buta ke RS atau pengen banget tidur-tiduran di rumah lebih lama barang 10 meniiitttt aja.
Wajar, sesekali gapapa.
take your time as much as you can, as much as you need
Setelah melewati dua stase Junior banyak sekali pembelajaran bukan cuma sekedar belajar lihatin pasien, hitung balans diuresis, atau tau cara-cara koding obat.
Bukan ...
Lebih ke belajar menata diri dan menata hati lagi bahwa sebenarnya sekolah menjadi PPDS itu bukan sekedar butuh ilmu aja, tapi juga niat yang lurus, dan juga perlu mindset yang (harusnya) benar.
Agar supaya apa ...
Agar bisa menjalani hari-hari dengan lebih ringan
Agar bisa menjalani hari-hari dengan lebih berbahagia
Agar bisa dapat banyak ilmu dari banyak hal yang kita hadapi sehari-hari
Ya dari lingkungan pasien, dari lingkungan di RS juga teman-teman sendiri, belum di rumah ya kan ...
Rendahkan ego
Rendahkan suara
Untuk kamu diluar sana yang juga masih ada di tahap PPDS Junior, semangat terus ya!
Apapun yang terjadi di satu hari itu, itu cuma satu dari sekian banyak hal besar yang akan terjadi kemudian ...
Hal yang saat itu kamu anggap besar (read: besar-besarkan) akan jadi hal yang kecil setelah kamu bisa lewatin
Inget terus bahwa kamu yang sekarang secara fisik sedang bersekolah tapi nyatanya bukan cuma kamu yang sedang berjuang sendiri, ada anak, ada suami atau istri juga ada orangtua dan keluarga besar yang juga ikut berkorban walaupun dalam bentuk yang lain di belakang kamu
Jadi, bismillah... one step closer :)
Sabtu, 22 Mei 2021
Pernikahan akan Diuji
Kamis, 11 Maret 2021
Menjadi PPDS FKUI
Halo !!!
Sesuai janji, saya mau share sedikit tentang Tips Khusus untuk menjadi PPDS di FKUI. Pada postingan sebelumnya saya sudah sempat cerita sedikit tentang Tips Umum untuk menjadi PPDS nah sekarang lebih spesifik di FK UI. Oke langsung aja ya, berikut tipsnya :
1. Kamu harus tau proses pendaftarannya
Kamu bisa update mengenai info pendaftaran PPDS FK UI di laman resminya Penerimaan PPDS FK UI Nah disitu akan ada informasi mengenai persyaratan dan kapan jadwal pendaftaran tiap periode.
Jauh-jauh hari dari tenggat pendaftaran ditutup sebaiknya sudah mulai siapkan syarat-syaratnya, dicicil. Untuk beberapa syarat pelatihan wajib (berbeda masing-masing prodi) itu juga kamu perlu cek dari masing-masing pelatihan kapan dan dimana pelatihan tersebut terselenggara.
Jadi pastiin selalu update dari jauh-jauh hari ya !(dari satu periode ke periode berikutnya gak banyak berubah kok)
2. Siapkan ujian SIMAK
Pertama sekali tes yang harus dilewatin adalah ujian SIMAK. Simak ini wajib untuk semua prodi atau departemen. Materinya ada matematika, logika, dan bahasa inggris. Banyak banget buku-buku latihan atau tempat-tempat khusus bimbingan belajar SIMAK.
Kamu juga bisa mulai search di youtube atau instagram kalau mau ikut bimbingan belajarnya. Saran sekali untuk SIMAK ini kamu harus siapin waktu khusus untuk belajar ya!
Sebelum pandemi Covid-19 ujian SIMAK diadakan secara offline serentak di kampus UI Depok. Untuk yang rumahnya jauh bisa cari kostan atau mini hotel sehari atau dua hari sebelum ujian supaya lebih fresh waktu ujian. Nah selama pandemi Covid-19 ujian SIMAK diadakan secara online dengan syarat-syarat dan tata cara khusus yang nanti akan dibertahukan oleh panitia.
Intinya mau offline atau online harus persiapkan sebaik mungkin kesehatan dan kesiapan mental juga materi ya :)
3. Siapkan ujian Prodi/Departemen
Untuk ujian Prodi ini akan sangat berbeda antara satu dan lain Prodi karena tergantung kebijakan masing-masing Prodi. Nah pastikan kamu juga update mengenai jadwal ujian Prodi ini ke sekretaris Prodi yang kontaknya tercantum di Web Penerimaan PPDS.
Kamu bisa tanyakan apakah ada ujian prodi dan bagaimana mekanismenya. Jika ada ujian Prodi baik secara online maupun offline, tertulis ataupun bukan kamu harus persiapkan betul materinya seputar prodi yang akan kamu tuju. Berbeda dengan Ujian SIMAK, untuk ujian Prodi kamu harus benar-benar pelajari sendiri materinya. Mungkin bisa dimulai dengan membuat catatan atau highlight materi-materi yang menurut kamu penting untuk dibaca dan diketahui.
4. Ujian Wawancara
Lagi-lagi ujian wawancara sama seperti Ujian Prodi akan berbeda mekanisme dan penjadwalannya dari masing-masing Prodi. Biasanya akan diinfokan oleh sekretaris Prodi yang mengurusnya kapan, dan bagaimana.
Persiapkan semua kemungkinan pertanyaan dengan jawaban terbaik kamu ya. Menurut saya pribadi jawaban terbaik itu jawaban jujur dan tidak mengada-ada juga bisa jawaban-jawaban teknis. Karena biasanya penguji ingin mengetahui seberapa jauh kesiapan kamu baik secara fisik maupun mental untuk menjadi PPDS.
Pertanyaan yang umum sekali ditanyakan : Kenapa memilih menjadi PPDS A/B, Bagamana persiapannya, apakah keluarga mendukung, dan sebagainya yang sifatnya pribadi juga tergantung jawaban kamu dari pertanyaan sebelumnya. So, sebelum menjawab pikirkan baik-baik ya jangan sampai menggali lubang sendiri.
5. Berdoa dan Tawakal
Rata-rata deretan ujian PPDS di FKUI seperti no 2-4 h sisanya tinggal banyak berdoa dan tawakal. Karena seberapapun PD nya kamu, jika Allah tidak berkehendak gak akan terjadi. Tapi juga mesti ingat usaha gak mengkhianati hasil. Hehehe
Jadi harus balance ya. Banyak sekali faktor yang berkontribusi dalam penerimaan ini (menurut saya pribadi) dan ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan tentunya. Batasan kita hanya berusaha dan berdoa.
Untuk siapapun kamu di luar sana yang berminat mau menjadi PPDS, siapkan diri sebaik mungkin. Insyallah jika ada rezekinya tidak ada yang mustahil
Goodluck!
Jumat, 18 Desember 2020
Tips Menjadi PPDS
Beberapa kali saya berjanji terhadap diri sendiri untuk bisa membantu apapun yang dibutuhkan teman-teman yang ingin berjuang menjadi PPDS. Entah itu sekedar memberikan dorongan semangat dan doa. Karena ya, saya cukup paham bagaimana rasanya berjuang "sendiri". Meski kita sudah sama-sama dewasa dan akan punya strugling masing-masing dalam setiap proses yang kita pilih, tapi gak ada salahnya kan meringankan orang lain?
Tips ini murni dari diri sendiri yang saya pikir works untuk dijalani, bisa jadi masukan untuk teman-teman yang ingin menjadi PPDS di Universitas tertentu. Oke, Here we goooooo ....
1. NIAT
Niat ini nomer satu dan terpenting, saya baru bisa menemukan niat saya sesungguhnya di titik justru saya sudah akan menyerah. Salah satu syarat untuk menemukan niat kita yang sebenar-benarnya adalah dengan jujur sama diri sendiri.
Apakah yang sebenarnya kita cari, apakah harus dengan menjadi PPDS ?
Apakah harus PPDS A?
Bagaimana hidup kita kedepan jika tidak menjadi Spesialis A?
Apakah ada pilihan lain?
Jawab pertanyaan ini sebelum benar-benar yakin dan melangkah lebih jauh.
2. KOMITMEN
Ketika berjuang untuk menjadi PPDS sesungguhnya bukan hanya membutuhkan pengorbanan diri sendiri, tetapi juga keluarga, anak, orang tua ataupun suami/istri. Banyak waktu yang akan kita habiskan untuk "diri sendiri", banyak pengeluaran yang pasti kita butuhkan untuk semua persiapan, pendaftaran, akomodasi dan biaya lain yang tidak terduga.
Juga setelah diterima (AMIN) akan banyak sekali support yang dibutuhkan dari keluarga mulai dari waktu, tenaga, uang, pikiran, juga perasaan. Pikirkan segala jenis kemungkinan dan apakah akan bisa sekuat itu komitmennya ?
So ya, pastikan jalan menuju PPDS ini adalah jalan yang sudah diridhoi oleh suami/istri dan orang tua, karena akan membutuhkan komitmen bersama.
3. PERSIAPKAN WAKTU
Dulu saya berpikir "ah yaudah lah daftar aja dulu" tenyata itu kurang tepat sama sekali. Butuh waktu untuk banyak persiapan yang seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Pastikan kita punya waktu untuk melakukan research mengenai apa-apa saja yang dibutuhkan, bagaimana proses ujian yang akan dilewati, apakah mungkin ada les atau bimbingan terlebih dulu dan sebagainya. Untuk persiapan ini sebaiknya dilakukan 3-4 bulan minimal untuk best result.
Tapi kalau kamu sangat yakin "seyakin itu" dan "sepintar itu" go ahead gak ada salahnya langsung coba ikut tes.
Ini gak berlaku buat "pure blood" ya, bebas aja mau daftar kalau pure blood sih.
4. MAGANG
Beberapa bagian memang menawarkan untuk magang atau asistensi, sebenenarnya tidak menjamin lulus atau ada jalan tol walau sudah magang bertahun-tahun. Tapi, percaya deh gak akan ada ruginya membina hubungan baik apalagi dengan konsulen ataupun lingkungan dimana kita ingin hidup kemudian. Sama sekali gak ada salahnya.
Jadi, maganglah jika bisa dan mungkin walau sekedar 6 bulan. Its good for you.
5. BERDOA
Banyak hal yang tidak bisa diprediksi dengan hitungan logika dan akal manusia, ada faktor "X", ada faktor "luck". Dua faktor ini yang sejak dulu gak tau gimana "not me" tapi memang tidak ada tempat terbaik untuk kembali selain kepada Allah lah segala urusan di kembalikan. Saran terbaik adalah banyak-banyak berdoa, banyak-banyak mencari jawaban dari sang Maha Mengetahui. Sesungguhnya banyak hal yang kita pikir baik itu gak sebenar-benarnya baik, dan banyak hal yang kita pikir buruk, itu gak buruk sama sekali. Pasti ada alasan dibalik semua yang kita hadapi, entah itu baik atau buruk. Hanya Allah yang tau.
So, dekati Yang Maha Mengetahui :)
Itu semua tips umum yang bisa saya kasih, untuk tips khusus nanti insyallah saya share ya. Perjuangkan apapun yang kita pikir itu akan jadi masa depan kita, no more excuse. Siapapun bisa, siapapun mampu, hanya mau atau tidak mau untuk berproses. Wajar sesekali belum berhasil, wajar sesekali menangis, lelah, capek, insecure dan banyak perasaan lain.
Saya juga begitu.
Itu manusiawi, bukan?
Tapi hanya kita juga lah yang menentukan, akan mau berjalan lagi lebih jauh atau berhenti. Semua ada di keputusan kita :)
I hope the best for your choices ...
Minggu, 13 Desember 2020
Finally, I'm HERE !!! (PPDS Anak FKUI)
Belakangan ini berada dalam fase acceptance, bisa ikhlas dan menerima apapun yang ditakdirkan Allah SWT walaupun yang akan terjadi adalah yang paling tidak diinginkan. Belajar menata kembali jawaban dari pertanyaan, sebenarnya apa yang dicari ?
Apakah hanya dengan menjadi spesialis Anak semua keinginan dan mimpi lainnya bisa terwujud ?
Apakah hanya dengan menjadi spesialis Anak semua kebahagiaan bisa datang?
Apakah hanya dengan menjadi spesialis Anak bisa membahagiakan dan bermanfaat untuk orang lain?
Jawabannya sama sekali enggak.
Tanpa menjadi menjadi spesialis Anak pun, dunia tidak runtuh, semua berjalan seperti biasa, meski tidak hati kita, iya semuanya hanya di hati dan pikiran sendiri. Banyak hal juga masih bisa dilakukan, meski tidak menjadi spesialis Anak.
Itulah kira-kira yang terus saya renungi setiap harinya menjelang pengumuman. Sampai pada titik, saya bisa menerima meski pada akhirnya cita-cita menjadi spesialis Anak harus dengan ikhlas saya gadaikan dan mulai mencari opsi-opsi lain yang teramat banyak ternyata.
Tetapi, ternyata Allah berkata lain ...
Justru ketika saya mulai bisa mengikhlaskan semuanya, ketika saya mulai bisa menerima salah satu bentuk "ketidakberhasilan" saya, ketika saya mulai bisa menatap jalan lain. Justru Allah memberikan dan mengabulkan doa dan mimpi saya ini tepat di tanggal 7 Desember 2020 jam 13.00 menjadi hari dimana semua rasa lelah, harap, suka, dan duka menjadi satu.
Alhamdulilah, Alhamdulilah, Alhamdulilah ....
Setelah penantian panjang, akhirnya saya bisa masuk menjadi PPDS Anak FK UI yang selama ini saya pikir mustahil dan tidak mungkin. Jika bukan karena kebesaran dari Allah SWT juga doa dari suami, orang tua dan banyak orang baik lain yang mendoakan, ini semua tidak akan pernah saya raih.
Sama sekali bukan karena usaha saya pribadi yang bukan apa-apa ini, sungguh hanya karena Allah SWT semuanya terjadi ...
Dari proses ini saya banyak belajar, banyak sekali belajar. Tentang bagaimana itu kebesaran Allah yang bertubi-tubi, tentang kasih sayang dan dukungan dari banyak orang di sekitar, tentang kesabaran, tentang pengharapan, tentang niat, dan tentang apa itu perjuangan ...
Terima kasih ya Allah atas nikmat yang tiada tara ini, mungkin ini lah waktu yang tepat, bukan dari kaca mata diri sendiri atau siapapun, semua terjadi di waktu terbaik menurutMu
Pasti ada alasan kenapa harus sekarang, kan ?
Terima kasih kepada banyak orang baik yang menemani perjuangan saya selama ini
Terima kasih ...
Semoga semua kebaikan kembali kepada kalian ya dengan berkali-kali lipat
Salam sayang dengan segala kerendahan hati,
Astri Sulastri Prasasti
si Pejuang :)
Selasa, 01 Desember 2020
Bye-Bye Gedung IDAI
Jumat, 19 Juni 2020
Harapan yang Membuat Kita Kuat
Sabtu, 06 Juni 2020
Perempuan Diuji dan Laki-laki Diuji
Senin, 01 Juni 2020
Lebaran yang Luar Biasa
Sabtu, 11 April 2020
Covid-19 Indonesia: Semua berubah
Januari- Februari 2020
Semua masih berjalan normal seperti biasa sampai pada awal Maret kasus orang dengan positif Covid-19 dibuka di mediaAwal persebaran tidak diketahui pasti karena banyak sekali penyepele-an diawal kemunculannya.
Saya sendiri masih fokus dengan beberapa hal seperti: mengurus pendaftaran "Menuju FK UI 2020", menyiapkan beberapa berkas yang memang belum saya miliki, termasuk ujian SIMAK tgl 15 Februari di Depok
Sekolah El masih berjalan seperti biasa
Rio masih bekerja bagai quda yang entah untuk apa
Yaa kehidupan normal seperti biasanya.
Maret 2020
Pasien Covid PertamaKehidupan mulai berubah karena pasien-pasien Covid-19 terus bertambah dan bertambah
Pemerintah Jakarta khususnya bergerak lebih cepat dibandingkan dengan pusat, tempat kerja termasuk IDAI dan sekolah El mula diliburkan "Work from Home" per tanggal 23 Maret 2020
Kehidupan kami otomatis berubah, saya yang kemudian menjadi 90% ibu RT dengan segala tugas harian yang membuat saya seringkali terjebak dalam rutinitas.
Sesekali saya masih datang ke IDAI karena banyak hal memang tidak mudah dikerjakan di rumah bersama si kecil El yang luar biasa aktif dan harus selalu ditemani bermain
Sebagai dokter saya masih berjaga di RS Amanda namun memang dengan jadwal yang super jarang, seminggu 1x, Maret ini jadwal saya sudah tidak ada
Tambahan lain adalah kami sekeluarga atau sepertinya hanya saya sendiri, mengalami kecemasan.
Entah kecemasan ini nyata atau hanya karena terlalu lama didalam rumah.
Banyak pelatihan dan ujian untuk menyicil syarat pendaftaran FK UI saya dibatalkan
Entah sampai kapan
Beberapa sertifikat dan syarat belum bisa saya penuhi
Saya hanya bisa berpasrah semoga ada jalan keluarnya, semoga ada hal baik dibalik semua penundaan dan pembatalan ini
Per minggu ketiga Maret ini juga saya dan suami bertekad untuk tidak pulang ke rumah Cikarang maupun menginap di rumah orangtua, karena banyak kekhawatiran.
Mengingat kedua pasang orangtua kami memiliki komorbid penyakit sehingga tidak memungkinkan kontak dengan kami, orang-orang berisiko tinggi ini
Kami seutuhnya mematuhi pemerintah.
Beberapa kali sudah mulai dibuka pendaftaran untuk menjadi relawan Tim Medis Covid-19, hati sayapun tergerak, ingin sekali bergabung dan merasa terpanggil.
Tetapi suami dan orangtua tidak mengizinkan, akhirnya sayapun mengalah
Sudah garpu tala dan sepertinya jawaban ayat saya senada
Bisa apa saya tanpa restu mereka ?
Apa yang saya kejar ?
Akhirnya, saya atas anjuran suami memutuskan untuk menjadi relawan online dengan memberikan kampanye atau kuliah online mengenai Covid-19 juga menerima konsultasi gratis
Dalam 2 minggu sudh ada 2 kuliah online yang saya isi, alhamdulilah
Kegiatan ini bisa saya lakukan dimanapun, bahkan disela-sela memasak
Iya memang harus semencuri waktu seperti itu
Jam tidur saya pun bergeser, karena banyak hal tidak bisa saya kerjakan di siang hari
Jam 2-3 dini hari saya baru bisa selesai dengan "diri saya sendiri"
Aaaaah betapa berharganya "me time" dan kebutuhan aktualisasi diri buat saya ;')
Apakah yang lain juga sama atau saya yang berlebihan ?
Di masa seperti ini saya pun sadar bahwa peran suami dan keberadaan suami sungguh dibutuhkan, karena yang akan menang dalam peperangan apapun bukankah tim dengan kerja sama yang baik?
Sayang, saya belum merasakan itu ...
Tidak menyalahkan suami yang "sibuk" dengan banyak hal yang juga tidak saya mengerti
Terkadang "menerima" adalah pilihan terbaik, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan
Walau sesekali el jadi pelampiasan emosi yang meluap-luap karena kelelahan, karena bosan dan karena banyak hal
Maaf itu yang selalu saya ucap, setiap kali berlebihan :(
Selain tugas yang menumpuk
Pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya
Tanggung jawab saya di RS
PR saya bertambah, yaitu bisa mengendalikan diri lebih baik karena saya paham bahwa anak pun dalam kasus ini adalah korban, aktivitas nya berubah, main hanya bisa dirumah, dan belum lagi harus menerima limpahan emosi yang tidak semestinya ...
Astagfirullahalaadziiim
Sungguh egois diri ini :(
April 2020
Bulan ini baru berjalan dua minggu 3 hari kedepan.Tetapi rasanya berjalan lama sekali, yaaaa saya terjebak dalam rutinitas dan ini membunuh perlahan
Bukan tidak menikmati, tetapi ada hal lain yang rasanya tidak saya dapatkan
Kebebasan berpikir
Rasa bermanfaat untuk banyak orang
Meski bulan ini jadwal jaga saya full sekali di tiap minggunya
Bisnis saya masih belum baik dan bahkan rasanya agak lambat karena banyak pertemuan tiadk bisa dilakukan,
semua melalui online dan hanya bisa pertemuan online
Saya yang lebih kuat dalam pertemuan offline bisa apa ?
Yuk beradaptasi yukkkk, switch please...
Selain itu.....
Cemas
Akan bagaimana kesehatan diri sendiri, anak suami, keluarga dan masa depan kami dan Indonesia kedepan
Karena sampai hari ini pasien terus bertambah begitupun korban jiwa dari kalangan medis maupun umum yang terus bertambah
Sudah ada Kebijakan untuk dilakukaanya PSBB (Pembatasan Sosial Beerskala Besar) untuk pembatasan aktivitas di Jakarta yang sudah kami lakukan memang sejak awal, tetapi untuk banyak pihak diluar memang aturan tegas seperti ini yang dibutuhkan
Himbauan lain yang juga muncul adalah aturan mengenai Ramadhan dan Lebaran yang sebentar lagi akan tiba
Aaaah sungguh terlalu banyak hal yang berubah
Tidak lagi ada tarawih, tidak lagi ada buka bersama, tidak lagi ada saur on the road, tidak lagi ada sholat Ied bahkan.
Banyak hal berubah,
namun selalu ada yang positif yang bisa diambil bukan ?
Lebih menghargai waktu, kebebasan dan kebersamaan
Lebih banyak waktu di rumah dan menghabiskan waktu bersama anak
Lebih banyak waktu untuk melakukan hobi
dan banyal lagi ...
Ya Allah,
Sungguh tidak mampu kami menanggung semua perubahan ini
Semoga keadaan ini segera membaik
Semoga segera kembali normal dengan keadaan kesehatan, ekonomi, sosial, dan psikologis serta spiritual yang jauh lebih baik
Hanya kebesaran dan keajaiban Allah yang saat ini bisa memperbaiki segalanya
AMIIINNNNNNNNNN
Jumat, 03 Januari 2020
Welcome 2020
2019
Adalah tentangPerjuangan dan Cita-cita
Kegagalan dan Bertahan
Mencari dan Menemukan
Ditinggalkan dan Mencari
Sabar dan Bergerak
Kekuatan dan Kelemahan
2019
Adalah tentang kesadaran bahwa harus ada yang diubahkesadaran bahwa harus ada yang diperbaiki
kesadaran bahwa harus jauh lebih banyak belajar lagi
kesadaran bahwa harus lebih banyak aksi bukan hanya tentang konsep
Terima kasih atas segala yang terjadi di 2019
Meski bukan tahun terbaik tetapi banyak hal yang bisa dipelajari
Banyak hal diluar dugaan terjadi
Banyak rezeki yang tidak terduga
Di 2019 saya bertahan di jalan yang saya pilih
Di 2019 saya sudah mencoba untuk merubah nasib
Di 2019 saya sudah berani melangkah maju
Di 2019 saya bisa bersama keluarga dalam keadaan sehat dan sukacita
Di 2019 amanah saya bisa selesai
Di 2019 saya banyak bertemu partner bisnis meski belum bisa satu arah dan satu visi misi
Di 2019 saya jatuh bangun atas pilihan saya
Di 2019 saya belajar untuk lebih menerima dan memaafkan semuanya
Teruntuk diri sendiri, terima kasih ...
Atas semua effort, atas semua usaha, atas semua kesabaran, atas semua yang sudah dilakukan.Kamu sudah melakukan semua yang kamu bisa
Kamu sudah melakukan semua yang kamu pikir baik
Kamu sudah berusaha untuk selalu menjadi baik
It's great job
Semoga kedepan jauh lebih baik lagi
Semoga kedepan jauh lebih sabar dan kuat
Semoga kedepan jauh lebih solehah dan bersinar
Semoga semua berjalan baik
Semoga tercapai semua resolusi nya
Semoga diberikan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga
Semoga diberikan umur yang panjang dan keberkahan di dunia dan di akhirat untuk seluruh anggota keluarga
AMIN
Welcome 2020
I'm ready:)
Rabu, 04 Desember 2019
Perjalanan Menuju PPDS Anak FK UI Bagian 3
Maaf anda .....
Baca pertama kali antara sadar gak sadar, percaya gak percaya tapi itu lah hasilnya. Mau gak mau, siap gak siap ya itu lah hasil pengumumannya.
Sedih ? pasti
Kecewa ? iya
Tapi ...yaudah, mau gimana lagi ?
Berusaha tetep tenang dan cool aja lalu dengan tenang kasih info ini ke suami dan keluarga, yang ternyata gak terlalu kaget. Rupanya si suami sudah cek lebih dulu tepat di jam 15.00. Tapi dia milih untuk gak kasih tau dan biar aku sendiri yang cek di Web nya.
Di menit-menit pertama tenang, di 5 menit berikutnya galaaawwwww hahahah.
Auto terbayang wajah temen-temen yang sudah lebih dulu sekolah. Bahkan ada yang sudah jadi senior hampir selesai. Terbayang juga wajah2 orang tua yang semakin menua, dan banyak hal lain sampai pada suatu titik :
"Ini aku telat banget ya ?"
"Ini kenapa gak keterima sekarang ?"
"Kapan waktunya bisa sekolah ? kapan lulus ?"
dan lain - lain
Lalu masuk fase denial, gak terima kenapa bisa gak keterima (astaga shombong amat ya, pantes gak keterima wkwkwkw)
Mencoba ngobrol sama suami untuk tanya apa mungkin coba bagian lain atau coba pilihan yang lain. Apa mungkin emang gak bs masuk PPDS Anak FKUI ? Apa mungkin emang gak akan ada jalan untuk kesana ?
Suami yang masih bisa mikir waras berkali-kali mengingatkan bahwa, gak ada yang terlambat, gak ada juga yang terlalu cepat, semua sudah ada waktunya, dan bla bla bla.
Oke baiklah,
Tarik nafas panjang, beraniin diri untuk ngabarin temen-temen yang dari sore sudah tanya gimana hasil nya. Sampai akhirnya berchat ria dengan salah satu sahabat jaman kuliah. Perempuan baik-baik gak pernah lewat belajar dan solat tahajud (1 tahun kita satu kamar bareng jd sampe hapal 24 jam doi ngapain aja), IPK doi nyaris 4.0, dari keluarga yang lumayan bagus, daaan ah menurutku sih gak ada kurangnya.
Tapi pada kenyataannya sekarang doi malah belok untuk ambil S2 dengan beasiswa karena sebelumnya mendaftar PPDS Jantung Pembuluh Darah di FK Negeri di Yogyakarta dan belum berhasil.
Bukan bermaksud untuk menyamakan proses atau titik nol kita berdua. Tapi dari cerita dia saya belajar bahwa, oke ini emang hal yang wajar dan sangat mungkin terjadi pada siapapun. Doi yang "nyaris sempurna" aja pernah tertolak apalagi GUEEEEE yang remahan rengginang gak jelas. hehehe Gitu lah kira-kira refleksinya.
Terima kasih Ninda Devita untuk semuanya, sangat menenangkan. Semoga kamu selalu berbahagia dan pilihan apapun yang kamu pilih untuk pendidikan, karir dan semuanya adalah yang terbaik buat kamu ya .
Aku ?
Mari kita coba lagi dari awal, perbaiki yang bisa diperbaiki, berusaha lebih keras, berdoa lebih kuat, berbuat baik lebih banyak.
Insyallah jalan dan keputusan Allah adalah yang terbaik.
Setiap orang sudah punya proses dan timingnya sendiri.
Stop membandingkan diri dengan orang lain.
Just compete with myself.
Cukup kegalauannya, saya tutup semua kegundahan hati ini dengan melakukan garpu tala. Ayat yang Allah berikan siang ini bener-bener bikin terharu. Al. Ankabut 58-60 :
Masyallah Tabarakallah. Terima kasih ya Allah, terima kasih sudah sangat mengerti, terima kasih atas penghiburan dan ayat yang luar biasa ini. Terima kasih ;")
Terlalu banyak kebaikan dan nikmat Allah yang masih harus disyukuri, waktu luang, kesehatan, anak yang soleh dan membahagiakan, suami yang baik, orang tua yang masih sehat dan lengkap, keluarga yang harmonis, teman-teman yang baik. Alhamdulilah......

