Kamis, 17 Oktober 2019

Perjalanan Menuju PPDS Anak FKUI

Satu tahun 7 bulan sudah saya menjadi Asisten di Badan Penerbit IDAI sejak Maret 2018 lalu. Banyak sekali pengalaman baik dan luar biasa selama menjalani proses asistensi ini. Bekerja di Badan Penerbit IDAI menjadi salah satu mimpi saya yang terwujud. Iya, dulu saya bener-bener penasaran sama yang namanya penerbitan buku, menulis, dan segala macamnya apalagi berhubungan sama anak. SUKA banget. Alhamdulilah Allah memberi saya kesempatan untuk bisa ada di lingkungan ini. Selain pengalaman, disini saya juga mendapat keluarga baru.
Keluarga Besar Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia. Masyallah ...

Awal bekerja sungguh masih meraba-raba apa jobdesknya, bagaimana cara mengedit, apa aplikasi nya, bagaimana dengan karyawan dan staff yang lain, apa yang benar-benar tugas saya dan segala macam kebingungannya, bahkan sampai hari ini beberapa hal masih saya pertanyakan. Hehe. Slow learner banget ya ? Tapi alhamdulillah karyawan dan staff disini sangat membantu, mengenai banyak hal, banyak hal. Begitu juga dengan PIC buku yang menjadi atasan langsung saya yaitu Dr. Tartila, Sp.A yang super baik, ramah, cantik, role model, dan manekin hidup buat saya, juga Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K) yang super ramah, pinter, muslimah, cantik, dan aaaahh banyak hal yang sulit didefinisikan.

Ketua Badan Penerbit IDAI adalah Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, sebelum bekerja disini saya sudah banyak mendengar tentang beliau dan kaget ternyata beliau sebaik dan se-care itu.
Terima kasih prof, banyak hal yang saya pelajari dari Prof ...

Keputusan untuk magang di Badan Penerbit dengan segala tantangan dan kendala didalamnya adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Meski buat saya di awal begitu tidak mudah karena jarak, anak, keluarga, dan sebagainya. Tapi alhamdulilah selalu ada jalan keluar jika mau berusaha kan?!


Lalu what's next ?

Meski sampai saat ini masih menjadi asisten di BP IDAI tetapi saya akan mencoba melangkah lebih lanjut. Target selanjutnya adalah menjadi PPDS Anak FK UI. Kampus impian banyak orang. Kampus dengan pendidikan anak terbaik di Indonesia. Kampus dengan banyak orang-orang hebat terlahir dan ada di dalamnya. Saya yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa ini berkali-kali berpikir dan menimbang, apa iya saya bisa ? Apa iya saya pantas ?

Keraguan itu makin hari makin terkikis dengan dukungan dari banyak orang termasuk suami saya. Berkali-kali dia mengingatkan, ayo maju, ayo coba, dan oke akhirnya saya akan coba di periode Januari 2020 ini. Dengan segala tantangan dan keterbatasan.
Man jadda wa jada .... Bismillah....

Selasa lalu tanggal 16 Oktober 2019 saya sudah menjalani Tes tahap awal yaitu Psikotes dan MMPI. Psikotes dan MMPI ini memakan waktu seharian dan bikin kepala ngebul karena banyak modul yang diuji. Selain tes tertulis, menggambar juga ada wawancara di sore hari. Yang perlu dipersiapkan dalam Tes ini adalah istirahat yang cukup, badan dan pikiran yang fresh.

Badly, saya tidak punya keduanya kemarin, karena malamnya masih menyiapkan berkas dan siangnya masih urus beberapa pekerjaan. Semoga hasilnya bisa memuaskan Ya Allah walau dengan persiapan yang super mepet karena baru bisa belajar dan cari-cari di H-2 ujian.

Saat tes, banyak bertemu dengan dokter-dokter umum dari berbagai kalangan dengan tujuan yang sama IKA FK UI. Dalam hati bertanya lagi Ya Allah ini kenapa semua orang-orang yang daftar keren-keren ya ? Apa saya bisa? hmmmm ....

Ya Allah, mudahkan, mampukan, dan luluskan dalam semua proses ujian ini
Bismillahi tawakalta alaAllah...