Jumat, 19 Juni 2020

Harapan yang Membuat Kita Kuat

Jadwal pengumuman penerimaan PPDS Anak FKUI dimajukan, dari yang sebelumnya tanggal 30 Juli 2020 menjadi 7 Juli 2020. Proses pendaftaran yang sudah dimulai sejak Februari 2020, tes demi tes dijalani dengan berbagai tantangannya. Ada satu hal yang saya syukuri, saya sudah mencoba dan sudah berusaha semaksimal yang saya bisa pada saat itu.

Namun ...

Semakin dekat dengan hari pengumuman, walau berusaha santai tetap saja ada ketegangan dan kekhawatiran
Kembali terbayang dan mencoba memikirkan jika A terjadi maka saya harus apa dan bagaimana jika B terjadi, apa yang akan saya lakukan
Karena kita harus jadi manusia yang bersiap-siap kan ?
Buat saya pribadi, akan lebih nyaman jika saya sudah tau apa yang akan dilakukan kemudian step by step nya

Tidak ada yang bisa dilakukan sekarang ini kecuali memperbesar harap, mengecilkan ekspektasi, dan memperbanyak doa
Jika memang harus terjadi dan itu yang terbaik, maka akan terjadi
Tetapi jika memang tidak ditakdirkan terjadi maka tidak akan terjadi, seberapapun kuat dan seberapapun usaha yang dilakukan

Tapi,
Bagaimana jika Allah menginginkan kita berusaha sekali lagi, sekali lagi ?
Darimana kita tahu kapan kita harus stop dan kapan kita harus maju ?
Aaaaaaahhhhh, kembali pikiran-pikiran kompleks itu masuk

Insyallah apapun hasilnya adalah yang terbaik
Walau besar sekali harapan untuk bisa sesuai dengan yang diinginkan
Kadang saya terpikir, apakah yang saya lakukan memang sudah semaksimal itu ?
Apakah yang saya doakan sudah sebanyak itu?
Lalu saya tersadar ...

Walau mungkin usaha saya belum maksimal dihadapan Allah, atau doa saya belum banyak menurut Allah tetapi yang berjuang disini bukan hanya saya pribadi
Ada orang tua
Ada anak
Ada suami
dan banyak pihak lain yang juga ikut terimbas dalam rangka saya memperjuangkan cita-cita ini
Semoga Allah memperhitungkan mahluk-mahluk baik itu
Semoga Allah menilai sebagai hal yang memperberat saya kenapa pantas untuk bisa mencapai cita-cita saya
Amiiiinnnnn .....

Walau sekarang saya belum bisa (read: sanggup) membuat step by step jika yang terjadi adalah terburuk
Perlahan saya akan mencoba menata kembali kehidupan saya
Yang saya yakini dengan pasti saya akan baik-baik saja kan ?
Iya kan ?

Semoga hasil di tanggal 7 Juli 2020 nanti menjadi jawaban atas usaha saya 2 tahun ini dan jawaban atas doa-doa saya juga doa-doa orang lain yang menginginkan saya untuk bisa mencapai cita-cita saya ini.

:)

Sabtu, 06 Juni 2020

Perempuan Diuji dan Laki-laki Diuji

Banyak orang bilang Perempuan diuji ketika suaminya tidak memiliki apa-apa dan Laki-laki diuji ketika punya segalanya 

Ya rasanya gak berlebihan dan cukup tepat menurutku
Karena perempuan itu maunya banyak, mau ini mau itu, dan saat semua keinginannya gak bisa terwujud lumayan kepikiran banget 
Sedangkan laki-laki ego nya tinggi, saat punya segalanya atau minimal pekerjaan yang bagus dan uang yg cukup dia udah ngerasa semua bisa dia lakukan, ego nya semakin tinggi dan yang awalnya gak neko-neko bisa berubah 180 derajat 

Gatau gimana dengan cerita orang lain,
Tapi belakangan ini entah gimana ada hal yang menurutku tidak  biasa dan ada hal yg kurang baik tapi makin muncul 
Semua keadaan sama, Yang berbeda cuma lingkungannya, teman-temannya, dan peluang yang dia punya 

Aku kini pada posisi ku lebih membutuhkan partner
Bukan laki-laki sebagai pencari uang semata walau pasti butuh tapi aku yakin bisa diusahakan bersama
Bukan laki-laki sebagai manajerial atau di rumah saja seperti IRT
Aku butuh partner 
Partner dalam segala hal 

Partner dalam membersamai anak yg juga melihat betapa penting pengasuhan yang Baik dan bisa diajak berdiskusi atas perkembangan anak 
Partner dalam menjaga rumah, karena rumah adalah milin bersama bukan cuma aku si pembantu atau dia si Tuan rumah
Partner dalam mengejar mimpi-mimpi bersama yang bisa dengan jelas menuliskan bagaimana rencana keluarga kita kelak, 5-10tahun kedepan 
Partner bercerita tentang banyak hal, ups and downs tentang yang dikerjakan maupun akan, tentang yang sudah bisa maupun belum 

Selayaknya partner, komunikasi harus lancar bukan hanya satu pihak mencari dan satu pihak tidak merasa penting untuk berkomunikasi 
Selayaknya partner, kebutuhan untuk punya waktu bersama seharusnya ada bukan satu pihak meminta tapi pihak lain tidak merasa butuh bahkan untuk berdiskusi 
Selayaknya partner, semua dibicarakn dan diobrolkan bersama, bukan semua terjadi tiba-tiba dan serba berubah tanpa informasi yang cukup 

Apakah sangat berlebihan? 
Apakah memang bukan begitu hubungan yang baik dalam proses Pernikahan?

Ya, 
Mungkin aku memang masih perlu proses untuk mengerti lebih banyak hal dalam hubungan Pernikahan ini 
Mungkin aku memang masih perlu waktu untuk bisa memperbaiki banyak hal dalam pemikiran ku 
I need my time ...

Tapi satu hal yang aku tau pasti,
El tetap menjadi prioritas ku diatas banyak keinginanku 
El akan tetap aku dahulukan kepentingannya diatas apapun 
El butuh Ibu Yang bahagia bukan Ibu Yang sempurna 
Kebahagiaan el adalah salah satu hal utama dalam kebahagiaanku 

So, let’s make our time 
Akan ku gunakan waktuku untuk berbahagia agar bs membahagiakan el
I love you baby, beyond of everything :) 


Senin, 01 Juni 2020

Lebaran yang Luar Biasa

Setelah 1 bulan lamanya menjalani Ramadhan dengan keadaan yg berbeda (tidak ada tarawih di masjid, dan tidak ada berburu takjil kegemaran)
Finally sampai juga pada hari kemenangan, Idul Fitri alias lebaran

Kita semua menjalani lebaran juga dengan keadaan berbeda.
Meski begitu, sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan dan kehangatan lebaran

Ada banyak org yang tidak bisa mudik ke kampung halaman 
Tidak ada saling kunjung yg berlebihan
Bagi beberapa pihak bahkan shalat Ied hanya dirumah 
Walau begitu saya yakin, kita semua masih bergembira menyambut hari raya ini 

Tapi, tau tidak apa yg membahagiakan lagi buat saya ? 
Ada rasa bahagia ketika berhasil mengedukasi orangtua dan kerabat sendiri
Walau seringkali beda paham tapi untuk urusan Covid-19 ini alhamdulilah kita satu suara untuk tetap menerapkan protokol kesehatan
Benar-benar kita lebaran #dirumahaja

Setelah lebaran ini usai ada isu akan dilaksanakannya penerapan “new normal”
Karena selama PSBB yg cukup panjang dan kurang efektif kemarin banyak sekali pihak yg terdampak terutama dalam segi ekonomi Yang juga berbuntut pada ekonomi nasional bahkan global 
Itu lah alasan kenapa harus ada “new normal” yg akan dimulai pada Juni 2020 

New normal 
Ditandai dengan dibukanya beberapa Fasilitas, membolehkan beberapa sektor untuk kembali bekerja di kantor namun dengan syarat2 tertentu 
Ada juga isu akan dibukanya kembali mall dan sekolah-sekolah 

Padahal,
Banyak sekali syarat dari who jika new normal ingin diterapkan dan Indonesia belum bisa memenuhi syarat tersebut
Salah satunya adalah penurunan angka kejadiannya covid 

Entahlah,

Bagi saya jelas tidak masuk akal 
Masuk akal atau tidak toh kita semua tetap harus menerima keputusan pemerintah dan harus get ready 

Untuk urusan sekolah saya dan suami sepakat untuk menunda masuk nya el walau agustus ini usia el seharusnya sudah TK A
Tak apa lah demi kebaikan
Jadi memang harus ada beberapa plan yang disiapkan (read : saya siapkan) 
Karena saya akan kembali bekerja di kantor (karena belum mendapat Pengganti untuk IDAI) dan suami tetap dengan kegiatannya yg justru semakin bertambah 

Oke Baik lah...
Waktunya fokus dan menata kembali hidup dengan berbagai konsekuensi yg ada 
Semoga Allah selalu memberikan jalan dan kekuatan 

By the way bulan ini saya sudah mengikuti seluruh rangkaian tes penerimaan PPDS anak FKUI, insyallah akan saya tuliskan terpisah ya cerita nya.

Bismillah 
Wish me luck ;)