Kamis, 12 November 2015

Profesi Dokter :)

Dulu waktu kecil, pas ditanya apa cita-cita nya kalau sudah besar ? Mesti banyak diantara jawaban kita pengen jadi dokter atau gak polisi ...

Sebegitu populernya profesi dokter, bahkan anak kecil yang belum sekolah aja tau, bahkan cita-cita jadi dokter gak hanya dimiliki oleh lapisan masyarakat tertentu, bahkan profesi dokter juga menjadi impian banyak orang tua di Indonesia ...

Jas putih, pengabdian, kaya raya, malpraktek, itu lah cap untuk profesi ini sekarang ...
Dokter belakangan menjadi sorotan publik dengan banyaknya coreng-moreng disana sini
Dokter belakangan seakan menjadi musuh bagi pasien
Dokter belakangan seakan menjadi sosok yang jahat, tidak berhati ...
Entah dokter mana yang dibicarakan ...

Dokter di pedalaman tanpa akses, tanpa jaminan kesehatan, tanpa tunjangan yang layak, tanpa kecukupan, tidak pernah ada yang menyorot ...

Dokter di perbatasan tanpa peralatan medis, tanpa obat yang memadai, tanpa dukungan maksimal dari pemerintah daerah, tidak pernah ada yang menyorot ...

Dokter di banyak daerah dengan jumlah pasien yang ratusan per hari tanpa pemberian hak yang pantas tidak pernah ada yang menyorot ...

Yang banyak disorot justru adalah, 

Kejadian akibat efek samping obat yang jumlahnya tidak banyak, itupun tidak bisa diprediksi sebelumnya, bahkan cuma Tuhan yang tau ... karena respon orang terhadap obat sangat personal, dan sulit untuk diprediksi ...

Kejadian dokter yang memberikan obat paten yang relatif mahal tetapi tetap memberikan obat tersebut sesuai indikasi ... karena banyak obat generik yang tersedia toh tidak memiliki kualitas yang baik ... karena bahkan jaminan kesehatan yang ada sekarang yaitu bpjs sangat terbatas dalam memberikan pilihan obat, sedangkan dokter dihadapkan pada tuntutan pasien yang harus sembuh, harus tanpa efek samping, dan harus cepat ...

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, salah satu teman sejawat kami, Internship di Kepulauan Aru yaitu dr.Andra meninggal dunia akibat infeksi virus yang berkomplikasi di otak ...
Dalam prosesnya alhamdulilah banyak pihak yang membantu termasuk RS terkait dan pemerintah daerah ...

Tapi tahukah masyarakat bahwa kesehatan kami, para dokter internship tidak ditanggung ?
Kami yang setiap hari bergelut dengan kesehatan masyarakat, memberikan terapi, edukasi, berkutat dengan darah, nanah, dan nyawa ...bahkan harus membayar untuk sekedar berobat di rumah sakit tempat kami bertugas ... adakah yang tau ini ?

Padahal banyak dari kami ditugaskan di daerah terpencil, penuh dengan penyakit infeksius, bahkan untuk vaksin saja kami harus mengeluarkan uang pribadi kami ...

Dengan gaji yang alhamdulilah lebih rendah dari pendapatan tukang parkir di Jakarta selama sebulan ini, kami masih harus mengeluarkan biaya besar untuk vaksin ini itu, untuk membeli obat ini itu, demi dapat bertugas dengan baik, menyelamatkan dan mengobati banyak orang, tanpa kami harus tertular ...

Jam kerja kami yang tidak mausiawi, tanggung jawab profesi kami yang sangat besar, tuntutan masyarakat yang begitu tinggi, dukungan dari pemerintah pusat yang begitu minimal, resiko pekerjaan kami yang sangat ekstrim .... ah sudahlah ...

Alhamdulillah, saya dan banyak teman sejawat saya terpilih menjalani profesi ini ...

Profesi yang sekolahnya saja melebihi profesi lain dalam lama masa studi, dalam jumlah uang yang harus dibayar ... tetapi diberikan penghargaan justru jauh dibawah profesi lain ...

Profesi yang masa sekolahnya, masa pendidikan profesinya, harus mengorbankan banyak hal ... tetapi setelah lulus kami juga masih harus berkorban lebih banyak hal lagi ...

Profesi yang katanya dituntut harus mengabdi, dituntut harus ikhlas, dituntut harus selalu memberikan pelayanan ... dengan mengesampingkan hak kami bahkan sebagai manusia bebas, hak kami sebagai pekerja, hak kami sebagai buruh di RS ...

Kami, harus bangga, karena tidak banyak orang yang mau memilih profesi ini, 

Karena kalau mau banyak uang kerja saja di bagian perpajakan, kuliahnya sebentar, setelah lulus bisa langsung bekerja dan gaji puluhan juta ... Kami ? Ah kami hanya seperempatnya dari itu dengan jumlah kerja, tanggung jawab, dan resiko yang lebih tinggi ...

Karena kalau mau cepat kaya masih banyak pekerjaan lain, yang kerjanya cukup tanda tangan dan nilai tanda tangannya jutaan rupiah ... Kami ? Ah sudah lah tidak usah dibahas ...

Insyallah kami paham betul, bahwa profesi ini adalah profesi mengabdi bagi kesehatan banyak orang ...
Insyallah keiklhlasan sudah pasti selalu kami jaga dan kami pegang teguh ...
Insyallah kesabaran dan kebanggaan kami akan profesi ini akan selalu kami pupuk, apapun berita yang beredar diluar sana mengenai profesi kami ...
Insyallah, meski jutaan mata manusia tertutup... Allah tidak akan menyia-nyiakan semua yang sudah kami lakukan ...
Insyallah, meski jutaan mulut manusia berkomentar pedas ... Allah tidak akan membiarkan kami terpuruk dengan semua niat dan usaha yang kami berikan ...

Kami akan terus mengabdi untuk negeri,
Kami akan terus memberikan pelayanan hingga pelosok negeri,
Kami akan terus bertatap muka dengan jutaan pasien yang menanti kami dengan penuh harap,
Kami akan terus membangkitkan profesi kami...

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, keberkahan, dan rahmat-Nya kepada seluruh dokter di Indonesia, amin :)


#HKesehatanNasional
#DokterBerduka
#RIPtemansejawat
#HidupDokterIndonesia









Posted on by Astri Sulastri Prasasti | No comments

0 komentar:

Posting Komentar