Rabu, 03 Agustus 2011

Lovable Man

Kamu tau gimana rasanya gelisah nunggu pengumuman penerimaan kerja atau penerimaan masuk sekolah favorit atau pengumuman kelulusan ?
Gak bisa diem, berkali-kali liat internet atau handphone atau nunggu telepon rumah bunyi dan mendadak kita berubah menjadi penderita gangguan jiwa tipe obsesif kompulsif yang melakukan banyak kegiatan yang sama berkali-kalai tanpa ada kemampuan untuk mencegahnya, semacam takut kena penyakit menular sehingga harus cuci tangan berpuluh-puluh kali.
Itulah yang aku rasain saat aku nunggu kabar dari laki-laki ku :)
Tiap handphone bunyi, semangat banget buka nya, tapi langsung manyun lagi kalo tau ternyata bukan kamu, dan itu terjadi entah berapa ratus kali. Kejadian seperti itu seharusnya sudah membuat suatu sistem memori dan aku gak lagi ngelakuin hal yang sama. Tapi sayang, perasaan aku udah gak bisa nampung memori baru, karena sudah penuh dengan cerita tentang kamu laki-lakiku.

Kamu tau gimana rasanya kehilangan barang yang paling kamu sayang karena keteledoran, atau kehilangan salah satu bagian tubuh kamu karena harus dioperasi ?
Rasanya lebih seperti kekosangan yang fatal. Ngerasa gak ada lagi yang bisa kita lakuin dengan keadaan kita sekarang. Rasanya semua yang indah berubah jadi nestapa dan kenistaan yang paling nista pada saat itu adalah sekedar tertawa.
Begitulah kira-kira rasanya saat aku jauh dari laki-lakiku :)
Banyak kegiatan aku yang gak jalan, bukan karena aku terlalu cape atau ketiduran tapi karena semua waktuku tersita untuk mikirin kamu dan terus berharap kamu akan cepat kembali disampingku. Bahkan teman-teman yang ada disekitarku tidak jarang ikut kena imbasnya dan gak dapet sedikit senyumpun dari aku. Bukan karena aku berubah jadi mahluk menyeramkan tapi karena rasanya gak ada alasan lagi untuk aku tersenyum karena senyum itu pergi seiring dengan kepergianmu.

Kamu tau gimana rasanya kepepet pengen buang air ke kamar mandi saat lagi di jalan dan menjelang detik terakhir masuk ke kamar mandi ? Atau saat kamu kepepet harus pinjem uang karena perut kamu laper tapi isi kantongmu gak cukup untuk beli makan ?
Kayanya saat kaya gitu, gak ada lagi yang lebih baik dan lebih diinginkan selain masuk kamar mandi atau masuk tempat maka kan. Gak ada lagi di dunia ini yang paling mebahagiakan kamu selain memnuhi hasrat kamu buang air atau makan ngilangin laper.
Ya itulah, yang aku rasain saat aku rindu pada laki-lakiku :)
Gak ada yang lebih membahagiakan aku selain ucapan "Hallo" dari kamu. Gak ada lagi yang lebih membahagiakan selain tulisan "Lagi apa sekarang?' dari kamyu.
Semua itu bergitu berharga dan membuat aku nyaman, meskipun kamu tidak pernah menyadari itu.
Begitu berharganya kamu bagiku, hingga pulsamu berkisar 300 rupiah itu bisa sangat berharga bagiku lebih dari apapun yang aku punya saat itu.

Kamu tau laki-lakiku ?
Ucapanku, "aku benci kamu" "aku gak kangen sama kamu" "aku sebel sama kamu" "kamu jahat" dan sebagainya, itu lebih terdengar sebagai rengekanku yang ingin mendapat perhatian lebih darimu karena kamu mungkin sudah ku anggap terlalu sibuk dan tidak memperdulikanku lagi.
Kalimat itu lebih terderngar sebagai teriakan bahwa sesungguhnya aku membutuhkanmu.
Kamu tau bahwa semua kata-kata kasarku itu tidak dari hatiku yang terdalam, itu adalah sebagian kecil kata cinta dan sayang yang aku modifikasi untuk menutupi egoku. 
Itu penting bagiku, aku tidak ingin kamu melihatku begitu mengharapkan kehadiranmu meskipun itu memang benar. aku begitu malu jika kamu melihatku begitu. Kamu tau kan aku tidak lebih dari seorang gadis pemalu yang menggunakan senyumnya untuk mengiyakan sesuatu dan manyunnya untuk menidakkan sesuatu. 
Tetapi saat aku bilang "aku sayang kamu" "aku kangen" dan sebagainya
itu jauh lebih mewakili seluruh perasaanku padamu laki-lakiku. Kadang kala, aku gusar bila tidak mengucapkan kata-kata itu padamu dan kamu tau sulit sekali rasanya menahan rasa lama-lama. Kadang keinginanku untuk melihat betapa kamupun menyayangiku mendorongku untuk jujur bahwa hanya kamu yang bisa membuatku dalam kegalauan hingga ujian saja tidak cukup membuat aku sadar bahwa galau tidak sepantasnya ada.
Aku begitu nyaman jika kata-kata yang sama keluar darimu, indah sekali dan itu cukup sebagai endorfin yang membangkitkan semangat ku untuk menjalani hari-hariku yang berat.

Aku begitu menyayangi laki-lakiku, lebih dari yang dapat aku gambarkan dengan kata-kata.
Kamu tau itu kan ? Iya semoga :))

#edisiGombalGagal Pre dua ujian hari ini
Tapi ini jujur namun dengan pe-lebay-an disana-sini :D

SELAMAT BERPUASA LAKI-LAKI KU :)

0 komentar:

Posting Komentar