Kamis, 07 September 2017

Rasanya Double Job IRT dan Working Mom sekaligus ?

Banyak yang bilang, ngapain sih bawa bayi kerja, emang gak bisa ditinggal aja di rumah ?
Nope!
Cuma ada satu jawaban untuk gak jadi full mom. Kalau pun ada yang harus dikorbanin adalah kerjaaan dan karier saya sebagai dokter. Karena berkarir dan bekerja tidak menjadi tanggung jawab saya 100%

Rumah sakit bisa dengan mudah dapetin dokter pengganti, tapi gak akan ada yang bisa gantikan saya sebagai Ibu buat El

Karir dan kerjaan bisa saya cari lagi nanti, bisa saya bangun lagi nanti tapi mengasuh el sedari bayi gak akan bisa terulang lagi, sampai kapanpun. Terlewat ya sudah. EL tumbuh tidak menunggu saya, EL bukan boneka yang bisa di on off.

Menjadi Ibu, mengasuh mengasihi dan mengasah el adalah tanggung jawab pribadi saya sebagai ibu, dan gak bisa diwakilkan Karena nanti di akhirat saya sendiri yang harus bisa jawab saat ditanya tentang El.

Menjadi Ibu adalah fitrah saya sejak lahir sebagai perempuan tetapi menjadi wanita karir adalah pilihan, murni pilihan.

Salah satu alasan lain adalah keyakinan saya pribadi bahwa pengasuh terbaik adalah ibu kandung, bukan nenek atau mbak ....

Pernah sesekali EL saya tinggal di rumah neneknya dengan bantuan saudara untuk jadi pengasuh sementara, karena saat-saat tertentu gak memungkinkan bawa bayi... sesekali itu pula saya selalu dapet laporan el nyusu nya dikit, EL gak doyan makanan yang saya bikin, EL maunya jajan dan bla bla bla.

Aaaaaah ya sudah lah, hehe saya cuma bisa senyum ☺️
Saya tidak akan marah atau menyalahkan siapa yang ada di rumah, karena kesalahan murni ada di diri sendiri, kenapa anak ditinggal? Padahal yang tau gimana taktiknya supaya el mau makan, kapan el minum susu, el gak suka di paksa, kalau makan dilepeh bukan berarti el gak mau makan, dan lain-lain ya saya, mamaknya.
Maafin umi ya nak,

Lalu, saat ada pertanyaan lain,
Kenapa gak berhenti kerja aja ? Jadi IRT aja toh punya suami dokter juga kan ?

Aaaaahh seandainya semua sesimple itu untuk bisa saya jelaskan. Seandainya bisa.
Seandainya ....

Ini lah jalan terbaik yang bisa dilakukan sejauh ini. Sejauh semua baik-baik aja, insyallah saya jalani semua.

Inilah pilihan satu-satunya yang bisa saya ambil dengan segala konsekuensi dan halang rintang nya, dengan segala alasan yang ada di belakangnya.

Kemudian, jika ditanya lagi bagaimana rasanya ? 

Rasanya senang, puas, capek, jengkel, pengen skip aja ke next level 😁✌🏻

Bagaimanapun, saya cuma perempuan biasa yang juga pengen punya me time, pengen bisa jalan2 bareng temen, bisa perawatan, bisa make up dengan nyaman, bisa kerja dengan santai, bisa ini dan itu. Semua tentu sudah gak bisa lagi dilakukan sejak saya putuskan untuk ambil double job, menjadi IRT plus working mom sekaligus.

Sesekali penat dan jengkel hinggap, capek kerja dengan pasien2 yang kadang bermasalah masih harus dengerin El nangis seharian, malem nya harus bangun berkali2 untuk menyusui.
Sesekali kepikiran untuk kabur aja, liburan, refreshing.
Sesekali kepikiran untuk purapura hilang ingatan biar semua tanggung jawab berat ini hilang
*menjadi Ibu dengan segala tugasnya adalah tanggung jawab berat bagi saya, Karena yang saya asuh adalah manusia, yang akan menentukan bagaimana dia kedepan, mungkin kalau semacam peliharaaan lebih ringan kali yah :p
Sesekali stress sampe gak tau harus ngomong apa dan kemana.
Sesekali pengen banget damai barang sehari, disela ada pasien gawat, gak tega lihat EL terus2an nangis pengen sama Umi nya.
Sesekali pengen banget hilang dari peredaran mencoba berdamai dengan perasaan sendiri yang mungkin efek capek dan lelah.
Sesekali ...
dan itu manusiawi, kan ?
Saya rasa semua mamak yang urus anak nya sendiri pernah sedesperate saya atau malah lebih ;)

Tapi,
Semua itu gak lama.
Setelah saya kembali waras dan tersadarkan bahwa EL bukan orang yang harus dikorbankan atas segala yang saya rasakan dan saya lakukan
Bukan salah El atas apapun yang terjadi sekarang
Bukan el yang minta di lahirkan, Bukan El yang mau datang. Tapi, saya, saya yang sudah mengundang El dan mengharapkan El...
EL cuma anak bayi yang diamanahkan Allah untuk dijaga dan dididik dengan baik dan benar 
EL cuma anak bayi yang punya kekuatan super membuat sekelilingnya Happy 
EL sama sekali gak bersalah ♥️

Dibalik semua keluh kesah makemak tukang ngeluh ini ada juga rasa happy dan bangga yang saya simpen,
Happy saat Umi jadi orang pertama yang El tangisin saat pergi dan jadi org pertama yang El cari 
Happy karena alhamdulilah bonding saya sama EL semakin kuat
Happy bisa selalu ada disamping EL dan tau semua perkembangan EL tiap detik
Happy dan bangga bisa jadi parter EL dalam belajar banyak hal untuk kali pertama dalam hidupnya 
Precious πŸ’•

So,
Saya sadar, sekarang ini bahagia Saya adalah lihat El sehat dan bahagia, bisa bertumbuh kembang dengan baik 
Saya sadar, sekarang dunia saya adalah main bareng El, apapun yang mau el lakukan 
Saya sadar, sekarang me time saya ya makan dan bercanda bareng El.
Saya sadar bahwa segalanya yang dilakukan bareng el adalah keinginan Saya sendiri, pilihan saya sendiri,

Lagipula atas pilihan saya EL sudah sangat terkena imbasnya 
Setiap hari dengan jadwal tidur pagi di mobil dan pulang hampir malam tidur di mobil
Setiap hari main di rumah sakit dan interaksi dengan semua yang ada di dalamnya
Meski saya tetap usahakan el tetap bermain Selayaknya anak kecil, alhamdulilah lingkungan RS yang punya banyak kebun mendukung ...

Alhamdulilah sejauh dan sepanjang ini semua baik2 aja dan EL alhamdulilah tumbuh sehat dengan tumbuh kembang yang baik
Semua atas izin dan berkah Allah 
Allah yang selalu menjaga EL

Saya tanamkan pada diri saya sendiri bahwa saya akan mengabdikan hidup saya untuk membesarkan El dengan cara apapun sebaik2nya, 
Apapun dan siapapun kita, kita adalah sesuatu di mata anak2 kita, kan ? ☺️
Insyallah, semoga dikuatkan dan dimudahkan 

♥️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar