Selasa, 08 Februari 2011

Menjadi Seorang Life Long Learner

Astri Sulastri Prasasti
Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia
UII
Tahun 2008



Berbagai perubahan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Termasuk pola pikir manusia dan ilmu-ilmu yang berhasil ditemukannya. Ilmu, waktu dan kemajuan pikiran manusia berbanding lurus. Itulah salah satu alasan yang mengharuskan manusia untuk selalu belajar sepanjang hayat atau dengan kata lain Human as The Life Long Learner. Selain tuntutan zaman, belajar sepanjang hayat juga merupakan tuntutan agama. Karena menuntut ilmu adalah salah satu bentuk pengabdian kepada Allah yang merupakan tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini. Hal tersebut tertuang dalam surat Adz Dzariat : 56, yang artinya
“Dan Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”

Selain itu menuntut ilmu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah atas segala potensi yang dimiliki yaitu dengan memanfaatkan dan mengembangkannya. Maka sudah sangat jelas manusia memang diberi kewajiban untuk selalu menuntut ilmu sepanjang hayat. Ada banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh baik dunia maupun akhirat. Menjadi seorang Life Long Learner bukanlah suatu hal yang sulit tetapi bukan juga suatu beban yang memberatkan. Sesungguhnya belajar adalah hal yang sederhana dengan berbagai strategi dan langkah-langkah jitu yang dapat ditempuh. Be the Life Long Learner ? Why not .

Tentang Ilmu
Ilmu terus berubah, bersifat dinamis tidak terbatas ruang dan waktu. Hanya saja ada ilmu yang mampu ditembus oleh pikiran manusia dan ada yang tidak karena sesungguhnya yang memiliki keterbatasan adalah manusia itu sendiri. Selama terjadi perubahan dalam kehidupan berarti pikiran manusia juga terus mengalami kemajuan sehingga ilmu yang ada pun semakin banyak dan berkembang tiada henti. Colin dan Malcolm (2002) menyatakan saat dunia telah berubah, kita harus terus mengikutinya, sehingga kebutuhan belajar atau mencari ilmu bukan hanya rutinitas yang dilakukan oleh manusia dari umur 5 tahun sampai 25 tahun, lalu mapan.
Ilmu akan selalu bermanfaat dalam setiap aspek mencangkup semua ranah kehidupan sepanjang hayat manusia. Orang yang berilmu akan membawa manfaat baik bagi dirinya sendiri dengan menjanjikan masa depan dan karier yang gemilang juga bagi orang disekitarnya bahkan masyarakat secara luas.

Prinsip Belajar Sepanjang Hayat
Selama proses panjang sebuah pembelajaran pasti akan sangat banyak masalah dan hambatan yang ditemui. Entah itu berasal dari diri sendiri (internal) berupa rasa malas, low motivation dan lain-lain, maupaun yang berasal dari ruang di sekitar kita (eksternal) yaitu orang tua, teman, dan lingkungan bermain. Namun semua masalah dan hambatan tersebut akan menjadi tidak berarti jika seorang life long learner menggunakan prinsip-prinsip belajar yang baik secara sempurna, yang terdiri atas tujuan, motivasi, komitmen dan aksi.
a. Tujuan
Sebelum mempelajari sesuatu, kita harus memiliki tujuan yang jelas, mengapa sesuatu itu harus dan wajib untuk dipelajari. AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku) menjadi pertanyaan wajib di setiap sesi awal pembelajaran. Hal ini disebabkan karena tujuan adalah salah satu alat agar proses pembelajaran tersebut bernilai sehingga penyerapan informasi pun akan semakin mudah. Salah satu faktor yang sama-sama dimiliki oleh orang sukses adalah mereka sama-sama memiliki kemampuan yang luar biasa dengan menggunakan khayalan dan visualisasi dalam menjalankan tugasnya secara sadar, mereka memulainya dengan sebuah tujuan (Colin dan Malcolm,2002)
b. Motivasi
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan suatu tidakan termasuk belajar. Motivasi merupakan fondasi awal yang harus dimiliki oleh seorang pembelajar. Tanpa motivasi proses belajar yang memang memakan waktu dan membutuhkan energi ekstra akan terasa sangat memberatkan. Bahkan jiga dipaksakan pada seorang low motivation akan mengakibatkan gengguan fatal baik secara mental maupun sosial. Motivasi sendiri memiliki tiga jenis yang berbeda yang telah diungkapkan Ari dan Roy (2003) yaitu fear motivation (motivasi karena ketakutan), achievement motivation (motivasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu) dan inner motivation (motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri).
Fear motivation terkadang berpengaruh besar terhadap gaya belajar. Mungkin awalnya dapat berupa keterpaksaan karena ketakuktan terhadap suatu hal tetapi dari sebuah keterpaksaan akan muncul suatu kebiasaan dan keteraturan beripikir. Misalnya saja ada seorang anak yang berusaha belajar dengan tekun karena takut mengecewakan kedua orang tuanya atau seorang ayah yang berkerja dengan sebaik-baiknya karena takut anak istrinya hidup susah dan masih banyak lagi contoh lainnya. Achievement motivation adalah motivasi yang banyak terjadi dan dimiliki oleh semua orang. Adalah hal yang biasa jika setiap orang memiliki visi khusus dalam hidupnya dan secara otomatis dia akan berusaha mendapatkannya, itulah bentuk achievement motivation. Sangat sederhana dan sering dijumpai. Namun dalam jenis motivasi ini sebaiknya diimbangi dengan pikiran realistis agar tujuan yang diidamkan tidak menjadi hal yang mustahil. Motivasi terbaik yang harus dimiliki oleh semua orang adalah inner motivation. Inner motivasioan murni tumbuh dalah batin yang mendorongnya untuk selalu bertindak merujuk pada keinginannya itu. Kekuatan inner motivation biasanya lebih besar daripada motivasi yang lain sehingga dapat bertahan lebih lama.
c. Komitmen
Setelah ada motivasi yang kuat hal kedua yang harus dimiliki adalah sebuah komitmen. Douglas Brown (dalam Ari dan Roy, 2003) mengatakan bahwa pada prinsipnya untuk mencapai kesuksesan belajar seseorang harus memiliki komitmen, yaitu komitmen secara fisik, mental, dan emosional. Menurut Brown, komitmen tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan pembelajaran, terlibat secara mental dengan memroses informasi yang didapat serta mengaitkannya dengan pengalaman hidup dan terlibat secara emosional melibatkan upaya untuk “menyukai pelajaran yang ingin kita kuasai”. Tanpa rasa senang akan sulit bagi kita untuk bertahan tetap belajar apalagi saat menemui hal sulit untuk dipelajari. Padahal manusia dituntut untuk bertahan selama mungkin berkutat dengan ilmu. Komitmen inilah yang akan menjadi self regulation kita dalam belajar. Tanpa adanya self regulation, motivasi yang ada serta jadwal pembelajaran yang telah disiapkan tidak akan pernah terlaksana
d. Aksi
Prinsip terakhir tidak lain adalah aksi atau praktik. Tujuan menuntut ilmu tidak lain adalah memberikan manfaat baik bagi si pemilikinya maupun bagi orang lain. Agar sebuah ilmu itu bisa bermanfaat perlu adanya praktik dalam kehiduan sehari-hari berdasarkan ilmu-ilmu yang telah dimiliki. Selain dapat memberikan manfaat dengan praktik juga dapat menambah pemahan dan keterampilan kita dalam mengembangkan ilmu. Tanpa praktik lama kelamaan ilmu yang telah kita peroleh akan akan menjadi usang dan terlupakan, sehingga belajar tidak lagi menjadi hal yang bermanfaat.

Langkah-langkah Jitu Seorang Life Long Learner
Disamping memiliki prinsip yang harus selalu ditegakkan, untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat ada beberapa langkah jitu yang dapat dijalankan. Memang tidak dapat menjadi satu-satunya cara tetapi mungkin dapat membantu kelancaran proses pembelajaran. Langkah-langkah jitu itu adalah MOMI (Manajemen, Open Mind, dan Teknologi).
Manajemen terdiri dari menajemen diri dan menajemen waktu. Manajemen diri atau yang telah disebutkan diatas self regulation adalah pengaturan diri yang bersifat subyektif dan sangat mempengaruhi belajar, antara lain keaktifan, semangat dan disiplin. Tanpa ada manajemen diri yang baik dalam mencari, menyerap dan memroses informasi belajar yang kita lakukan tidak akan dapat berjalan dengan lancar. Manajeman kedua yaitu manajemen waktu. Manajemen waktu sangat penting karena sifat waktu yang telah dibahas diawal, tidak dapat kembali. Maka sebisa mungkin kita harus memanfaatkan waktu dengan maksimal yaitu dengan menggunakannya seefektif mungkin. Dr. Jan Yager (dalam Anonim) menyatakan bahwa :
Ada tujuh prinsip manajemen waktu yang kreatif yaitu tentukan sasaran, susun skala prioritas, fokuskan pikiran, ciptakan tenggang waktu yang realistis dan lakukan DOIT NOW :
D = Divide (bagi-bagi tugas)
O = Orginize (atur bagaimana melaksanakannya)
I = Ignore (abaikan gangguan)
T = Take (ambil resiko)
N = Now (sekarang harus dijalankan)
O = Opportunity (jangan sia-siakan kesempatan)
W = Watch out (waspada dengan waktu)

Open Mind adalah kemampuan seseorang untuk berani membuka pikiran dengan orang lain yang terkadang memiliki pandangan yang berbeda. Dalam keterbukaan pikiran ini diperlukan kerendahan diri yang dapat bertindak sebagai koreksi atas kesalahan informasi yang kita perolah yang mungkin saja terjadi. Selain itu bermanfaat juga untuk menambah pengetahuan dan cara berpikir kita. Sehingga pengetahuan yang dimiliki semakin luas dan cara pandang kitapun semakin baik dengan berbagai pembanding yang ada.
Teknologi adalah hal yang sangat penting dewasa ini. Bahkan menjadi makanan sehari-hari. Kemajuan teknologi adalah salah satu konsekuensi logis kemajuan pikiran manusia. Dengan adanya teknologi kita akan dapat mengakses berbagai informasi di seluruh Negara di dunia dengan sangat mudah baik itu melalui internet, media komunikasi elektronik maupun media massa. Hingga ada pepatah yang mengatakan “kuasailah teknologi maka dunia ada dalam genggamanmu”. Jadi kunci selanjutnya yang harus dipegang oleh seorang pembelajar seumur hidup adalah menguasai teknologi dengan banyak belajar dan banyak mengakses informasi.

Manfaat Belajar Sepanjang Hayat
Pada awal tadi telah disinggung bahwa belajar sepanjang hayat dapat memberikan banyak manfaat bagi kita baik itu di dunia maupun akhirat. Manfaat di dunia yang dapat langsung kita rasakan ialah meraih kesuksesan baik itu dalam karir dan dalam kehidupan sosial dengan kata lain kualitas hidupnya meningkat. Sebagaimana telah diungkapkan Colin dan Malcolm (2002) bahwa kualitas pembelajaran dan kualitas pemikiran kita akan menghasilkan kualitas kehidupan secara langsung. Orang yang berilmu akan memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat melebarkan kariernya dimana saja dengan kata lain menjadi orang yang inovatif. Dalam kehidupan sosial, orang yang berilmu menjadi panutan dan tempat bertanya bagi orang disekitarnya sehingga dapat memberi manfaat bagi kehidupan orang lain. Selain itu, dengan menuntut ilmu sepanjang hayat kita telah mengoptimalkan potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT. Akibat dari pemanfaatan potensi ini adanya citra diri yang positif yang memberikan pencerahan bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat luas.
Manfaat lain yaitu mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT karena telah menjalankan kewajiban untuk belajar sebagai wujud pengabdian dan syukur kepada Allah. Akhirat adalah kehidupan yang sebenar-benarnya, sehingga semua yang dilakukan di dunia seharusnya juga berorientasi untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat, dalam firman Allah yang berarti :
“….. dan hanya kepada Allah lah satu-satunya tempat mu kembali”

Manusia diwajibkan untuk menjadi seorang life long learner yang dapat memberi manfaat bagi dirinya, orang lain dan masyarakat. Menjadi life long learner bukan perkara mudah tetapi juga bukan beban yang memberatkan. Manusia hanya dituntut untuk tetap istiqomah, untuk itu perlu ada prinsip sebagai peraturan dan langkah-langkah jitu untuk menjalaninya. Sehingga tugas sekaligus kodrat belajar ini dapat terlaksana dengan menyenangkan dan tanpa kesulitan berarti. Bahkan akan lebih baik lagi jika ilmu telah benar-benar mendarah daging sehingga bukan lagi menjadi kewajiban akan tetapi berubah menjadi kebutuhan pokok. Kebutuhan yang menuntut untuk selalu dipenuhi dalam setiap hembusan nafas manusia.
Sesunggunya hakikat ilmu kembali kepada pemiliknya sendiri. Alangkah indah jika ilmu yang dimiliki dapat memberi dampak positif yang dapat dilihat dari sikap dan perbuatan mulia dalam kehidupan sehari-hari yang menambah ketakutan serta ketakwaan kepada Allah SWT, seperti yang dituangkan dalam QS Al Fatiir : 28

“ Hanyalah yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya ini adalah orang-orang yang berilmu”

0 komentar:

Posting Komentar