Minggu, 27 Mei 2012

Dua Orang Kembar

Untuk pertama kalinya di poli, tiba-tiba saya dilumat rasa rindu yang begitu dalam saat melihat wajah itu. Tiba-tiba saya ingin waktu berhenti saat itu juga. Wajah itu adalah wajah yang sepertinya tidak asing dan membuat saya meneteskan air mata. Wajah yang membuat saya mengingat memori-memori yang sudah lama tersimpan. Wajah yang membuat saya ingat bahwa ada seseorang yang sudah lama saya rindu, sesekali bahkan saya berusaha membayangkannya. Ya, wajah itu mengingatkan saya kepada sosok itu. Sosok laki-laki tua, bermata biru, tampak keriput disana-sini, dan memiliki rambut serta alis yang sudah ditutupi uban. Dia adalah kakek saya, yang saya panggil Aki. Laki-laki tua berumur 73 tahun, pensiunan polisi, yang akhirnya meninggal dengan singkat karena stroke perdarahan.

Sama seperti aki, laki-laki tua yang menjadi pasien di poli syaraf datang untuk mengobati stroke yang sudah lama dideritanya.  Bapak tua itu juga mempunyai mata biru, tua, tapi gagah sekali, ya mirip lah dengan aki :") Melihat beliau dengan setelan baju batik panjang berwarna keemasan semakin menambah kemiripannya dengan Aki. Aki juga sering mengenakan baju batik berwarna keemasan dengan setelah celana bahan. Dalam-dalam saya memandangi wajahnya, melihat tiap lekuk keriput di wajahnya lalu menyelusup dalam senyumannya yang tulus. Aaaaaaaahhh, mereka berdua memang dua orang kembar yang saya temui di waktu dan tempat yang berbeda :")

Bahagia, sedih, rindu, haru, entah apa semua jadi satu. Mungkin agak sedikit lebay, tapi itulah yang terjadi. Saya terdiam melihat bapak tua itu dengan lekat-lekat. Tidak peduli mungkin bapak itu merasa terganggu atau risih atau apapun. Kalau bisa, pada saat itu juga, saya ingin berbincang dengan beliau dan menanyakan apa kabarnya, bagaimana keadaannya sekarang dan sebagainaya. Seperti pertanyaan-pertanyaan yang saya simpan untuk aki yang sudah pergi sejak 6 tahun lalu. Semakin lekat, air mata saya semakin tidak dapat terbendung. Dan tanpa saya sadari, dila ternyata memperhatikan saya sedari tadi. Dengan lembut dia menghibur dan menenangkan saya, hingga bapak tua tadi keluar dari ruang pemeriksaan :')

Tau kenapa saya begitu rindu dengan sosok kakek tua yang sangat saya sayangi itu ? Karena beliau adalah orang tua pertama diluar orang tua saya yang saya kenal. Karena beliau adalah orang tua pertama yang selalu membela saya saat saya dimarahi orang tua saya sendiri, meskipun saat itu saya memang salah. Beliau adalah orang tua pertama yang setia menunggui saya sekolah, main, dan sebagainya. Hingga akhir hayatnya, tidak pernah sekalipun laki-laki tua itu membuat saya jengkel atau marah. Beliau adalah tempat saya memanjakan diri, meski tidak pernah memberi saya materi apapun, bukan itu cara dia memanjakan saya. Cara beliau memanjakan saya adalah dengan kebaikan hatinya, dengan memberi contoh-contoh teladan, dengan menceritakan cerita-cerita yang membuat saya berpikir dan berpikirh Aaaah, bersamanya membuat saya nyaman bermain seharian, membuat saya betah untuk berlama-lama di dalam rumah. Ya, beliau sangat bersahaja terhadap semua orang. Sosok yang sangat lembut dan tegas. Sering saya mendengar banyak orang menceritakan kebaikannya bahkan hingga beliau meninggal. Beliau adalah kakek tua yang paling paling paling paling paling saya sayangi di dunia ini :") Semoga aki tentram dan damai di sisi terbaik Allah ya ?:)

0 komentar:

Posting Komentar