Sabtu, 05 Mei 2012

Korps Anak Serba Salah A.K.A Koass

Koass adalah tahap pendidikan klinik yang harus dilalui oleh mahasiswa kedokteran yang telah menyelesaikan tahap pendidikan kampus atau S.Ked. Beda banget dengan sarjana lain, sarjana kedokteran masih minim sekali ilmu praktek, karena belum pernah mengaplikasikan ilmu klinis secara langsung kepada pasien. Sejauh ini kunjungan pasien, hanya berkisar kunjungan pengamatan dan edukasi. Untuk itu, diadakannya pendidikan klinis di RS atau pendidikan Dokter Muda (DM) atau banyak orang kenal sebagai Dokter Koass.

Banyak dokter-dokter atau teman sejawat yang sudah lebih senior mengatakan bahwa Koass adalah masa-masa "penganiayaan terindah" sepanjang sejarah pendidikan dokter. Disamping kita masih belum punya tanggung jawab sendiri karena masih memiliki dokter pembimbing, masa koass adalah waktu pertama kalinya mahasiswa berinteraksi langsung dengan pasien, bidan, perawat dan teman seprofesi lain setelah hibernasi di kampus selama 3.5 tahun. Daaannn, rasanya adalah WOW ! :D

Dalam pemberangkatan mahasiswa untuk menjalani pendidikan klinik, tidak semua mendapat giliran yang sama. Contohnya angakatan ku sendiri, FK UII 2008. Setelah menempuh ujian medik yang sudah terintegrasi, yaitu OSCE yang cukup panjang dan melelahkan, anak yang mendapat giliran pertama untuk berangkah Koass hanya sekitar 60 orang. Kemudian, anak-anak tersebut harus langsung melewati prosesi Janji Dokter Muda untuk dilepas sebagai seorang DM. Lalu, dari 60 orang tersebut ditempatkan di 2 RS terpisah, RSUD Ngawi dan RSUD Dr. R. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Semuanya terjadi begitu cepat, mendadak dan aaaahhh tanpa jeda sedikitpun. Bahkan, aku sendiri harus menunggu dalam hitungan jam antara pengumuman Janji Dokter Muda sampai persiapannya.Tapi alhamdulilah, semua terlewati dengan lancar. dan sekarang, detik ini, aku sudah berada di kamar ceria kami, di kosan yang letaknya tidak jauh dari RSUD Goeteng :)

Aku tinggal bersama dua temanku, Ninda Devita yang saat ini mendapat stase Obsgyn yang sangat super duper sibuk, Dewi Anggraeni dengan stase anak yang tanpa tindakan tapi banjir pasien. Aku sendiri, saat ini sedang menjalani stase Syaraf yang aku rasa berjalan dengan cukup ceria daaaannnnnnn ya lancarlah dibandingkan teman-teman yang sempat bermasalah. Setiap harinya poli Syaraf melayani 60-70 pasien dengan penyakit yang cukup beragam. Bahkan beberapa seharusnya ditangani oleh dokter spesialis stase lain, namun mungkin dalam praktek pembagian stase ini cukup sulit untuk dimengerti oleh pasien, maka tidak jarang pasien stase lain malah datang ke poli kami, kemudian dikonsulkan. Sedangkan pasien-pasien yang rawat inap ditempatkan di beberapa bangsal. Aku sendiri dan teman satu staseku, Rakhmatia Fadhila Isnaeni, hanya boleh melakukan pemeriksaan pada bangsal kelas III yaitu bangsal Lavender dan Kenanga.Yang membuat koass ini lebih menyenangkan adalah kami mendapat dokter pembimbing yang begitu menyenangkan, yaitu dr. Mecca Waluyo Prabowo Sp.S dan dr. Amhad Tanji Sp.S. Keduanya great ! dan begitu menginspirasi. Cara mereka memeriksa pasien, cara mereka memperlakukan teman seprofesi, cara mereka memperlakukan kami  yang belum jadi apa-apa, sangat menyenangkan :)

Keceriaan kedua kami adalah mendapatkan kasus-kasus yang beragam tadi, Dari kasus yang beragam tersebut, kasus terbanyak ditempati oleh Stroke ! Yap. Hampir 80% pasien rawat inap adalah pengidap stroke yang kebanyakan berumur lanjut, dan pasien rawat jalan kebanyakan adalah pasien post stroke dan epipelpsi. Kasus-kasus lain yang membuatku cukup penasaran adalah Fahr Syndrom, Carpal Tunnel Syndrom, Meningioma dan lain-lain. Aku punya banyak cerita terkait pasien-pasien loh. Banyak juga pelajaran yang bisa aku ambil dari mereka semua, gurur-guruku. Oke, nanti aku akan cerita sebanyak-banyaknya. Aku harus cepat bergegas, karena setiap jam 7 aku harus sudah visite pasien di bangsal. 


SEMANGAT PAGI! :)

0 komentar:

Posting Komentar