Rabu, 09 Mei 2012

Sisi Kemanusiaan

Mau belajar tentang kasih sayang dan ketulusan ? Belajarlah pada ibu-ibu tua yang setiap hari menunggui suaminya yang sedang terkena stroke yang sudah luas, untuk membuka mata saja sudah tidak mampu lagi. Bahkan ibu tua itu selalu bertanya kepada saya setiap saya melakukan visite pagi dan malam,

"Bu, bagaimana bu? Masih ada harapan ?"

Sejenak saya terdiam dan berpikir harus menjawab apa, dan dengan tenang saya selalu dan selalu menjawab
"Insyaallah bu, harapan selalu ada. Ibu terus doakan bapak ya..."

Dalam hati sebenarnya sedikit perih dengan jawaban klise itu. Tapi menjadi dokter adalah memperlajari ilmu kemanusiaan. Bagaimana kita bisa berempati, bagaimana memanusiakan manusia, dan bagaimana memberikan pasien juga keluarganya semangat untuk tetap hidup. Soal, hidup dan mati  tentu sudah ada yang mengatur dan kita hanya bisa berikhtiar.

Atau, coba bertanya kepada anak yang selalu mengaji di samping bapaknya yang sudah sangat renta dan saat ini sudah koma. Terkadang tidak jarang saya melihat si anak menangis dan dengan penuh kasih, dia membersihkan kotoran dan air seni bapaknya, yang seharusnya dibersihkan oleh perawat. Anak perempuan ini cantik dan sayang sekali dengan bapaknya yang sekarang sudah bernafas lewat selang oksigen. Tidak pernah ada tanda apapun dari bapaknya. Sampai saat ini. Miris, tapi itulah hidup :)

Mau belajar tentang kesetiaan ? Belajarlah pada ibu-ibu yang dengan sabar mengantar suaminya berobat ke poli Syaraf bertahun-tahun untuk menjalani pengobatan Parkinson. Penderita parkinson memiliki kekurangan motorik, yaitu mengalami bradikinesia atau sulit berjalan, tremor saat tidak melakukan gerakan pada tangan bahkan tremornya ini bisa sangat keras dan menghentak-hentak, serta mengalami kekakuan dan penurunan postur. Wajah penderita Parkinson sangat khas, tanpa ekspresi, makanya sering disebut dengan "Mask-like"
Ibu dengan suami Parkinson, kesemuanya sabar sekali. Menuntun suaminya kemana-mana, mengantar suaminya ini itu, bahkan mungkin sekali membantu suaminya dalam hal-hal pribadi. Namun, saya tidak pernah sekalipun menemui mata penuh paksaan atau mata-mata yang sudah lelah. Yang saya temui justru sebaliknya, mata-mata penuh harapan, kasih dan cinta. Indah sekali :)

Mau belajar tentang perasaan cinta yang mendalam ? Belajarlah pada ibu tua penderita neurotik karena dipisahkan dengan suaminya oleh ajal. Ibu itu selalu membawa satu album foto berwarna merah yang sudah lusuh setiap berobat ke Poli. satu album yang berisi sejuta kenangan indah bersama suaminya. Bahkan si ibu tidak pernah sungkan memperlihatkan satu per satu foto dia dan suaminya kepada saya, mulai dari mereka masih muda, menikah, tua, sampai suaminya menemui ajal. Semua terekam dalam gambar-gambar bisu itu. Dan dengan bangga si ibu selalu bercerita tentang suaminya,

"Suami saya ganteng ya bu waktu masih muda......Bapak selalu mencium kening saya setiap malam, dan di waktu pagi dia selalu bilang I Love You Mama.......Tapi sekarang di rumah sudah tidak ada lagi kalimat itu, yang ada hanya Allah, Malaikat can Cinta suami saya yang sampai sekarang masih saya rasakan bu ....."

Ah ibu yang berperasaan halus ini selalu bisa membuat saya tersentuh. Sudah dua kali ibu ini datang dan selalu saja bisa memberikan cerita-cerita yang membuat saya lemas. Cinta bapak dan ibu yang dipisahkan ajal ini begitu manis. Manis sekali :)

Pernah suatu hari ibu itu menangis di depan saya dan si ibu terlihat masih begitu syok. Si ibu menceritakan bagaimana suaminya memperlakukan dia dengan begitu lembut sewaktu masih hidup. Tahun ini adalah genap 50 tahun pernikahan mereka. Walaupun sudah 50 tahun menikah, sepasang suami istri ini belum dikaruniai anak, namun kehidupan rumah tangga mereka selalu bahagia. Dan, sekarang si ibu harus merayakan 50 tahun pernikahan mereka di depan pusara suami yang setiap hari selalu dia kunjungi, tidak pernah absen. Dia tidak mau suaminya merasa kesepian, seperti hatinya sekarang. Dia tidak mau suaminya sendirian, seperti dia sekarang.

Di samping cerita-cerita tersebut, saya menemui banyak sekali sisi kemanusiaan yang mengesankan. Antara pasangan, antar anak dan orang tua, bahkan antara saudara. Semuanya saling mengasihi dalam kekurangan dan keadaan yang begitu pelik. Kasih sayang dan cinta memang selalu indah hingga akhir :)

0 komentar:

Posting Komentar