Minggu, 23 September 2012

Seandainya,

Kalau boleh berandai-andai, seandainya semua yang ada di dunia ini semudah pencet remot TV, yang kita bisa pilih cerita apa yang mau kita jalanin dan mana yang gak mau terjadi...

Seandainya, tentang perasaan itu semudah menekan tombol "next", yang kalo pas lagi perasaannya gak enak bisa di next, next, next, lalu berubah jadi lebih menyenangkan. Simpel...

Seandainya tentang cerita nyata itu sesimpel mengklik menu "undo", mungkin gak akan pernah ada penyesalan ya. Karena begitu tau salah atau akhirnya menyedihkan bisa langsung di undo, dan pilih pilihan lain yang punya akhir lebih indah ...

Seandainya, banyak hal yang saya hadapi bisa semudah mengklik menu "shut down" di komputer. Setelah lelah, setelah bingung harus apa, setelah semuanya error, bisa langsung di shut down, dan berakhir. Kemudian bisa dimulai lagi dari awal, dan semua sudah lebih baik, fresh...

Seandainya aja saya juga bisa menggunakan menu "back" gak akan jadi gak enak kan? saya bisa perbaiki tiap bgian yang salah, dan semuanya bisa sempurna ...

Seandainya tiap orang punya tombol "delete" yang bisa mendelete siapapun yang udah nyakitin dia. Bisa delete apapun yang bikin sedih. Bisa delete semua yang bikin nangis..

Sayang, gak bisa. Sayang semua menu-menu dan tombol itu cuma ada di alat-alat elektronik. Bukan manusia. Manusia malah dikasih hati yang perasa dan sensitif. Manusia malah dikasih logika yang kadang egois, gak mau salah, maunya menang sendiri. Manusia malah dikasih semua yang alat elektronik gak punya.

Alasannya simpel, manusia jauh lebih sempurna dari alat elektronik.

Tapi..... entah. Banyak hal yang ingin sekali saya ulang, saya perbaiki atau malah mau pilih pilihan lain yang saat itu ada dan mungkin lebih baik. Banyak hal yang ingin sekali gak ingin saya lewatin. Banyak hal yang ingin sekali gak saya lakukan. BANYAK HAL.

Saya yakin banyak orang juga begitu, kan???!! Manusiawi ko. Sampai sekarang saya sedang berusaha melihat semuanya dari sisi positifnya. Saya sedang berusaha menemukan makna-makna dari banyak kejadian gak enak yang sudah saya alami. Saya sedang berusaha menerima, dan memandang semuanya lebih bijak. SULIT.

Saya mengerti, ada beberapa orang yang harus melakukan kesalahan dulu sebelum tau mana yang benar. Ada sebagian orang yang harus sedih dulu untuk tau bagaimana caranya menghargai kebahagiaan. Ada sebagian orang yang harus bertemu dengan banyak orang yang salah dulu sebelum bisa mensyukuri orang yang benar. Ada sebagian orang yang harus merasakan sepi, sendiri, menyesal, dan lain-lain untuk belajar jadi orang yang jauh lebih baik. 

Saya salah seorang diantaranya ;")


0 komentar:

Posting Komentar