And The Result is ...

Hari berikutnya, saya datang jauh lebih pagi ke UPJS University, penyelenggara kegiatan International Student Medical Congress 2012, karena apa? karena hari ini adaaaaaalah jadwal saya presentasi (terereng toreeeeeeeeeng;backsound). Setelah semaleman tidur karena cape muter-muter, saya emang rada gak siap untuk ketemu hari ini. Tapi namanya juga waktu, kita gak bisa atur, so saya harus tetep siap, atau gak sama sekali. Akhirnya seteleah selesai sarapan yang sudah disediakan dikantin (oya cuma menu sarapannya yang saya suka disini karena rasanya paling familiar di lidah, yaitu dua potong besar roti isi, satu isi kacang, satu isi stroberi :)), kemudian saya menuju lantai dua untuk memasuki ruang presentasi. Untungnya presentasi Public Health baru akan diadakan jam 14.00 siang nanti sementara beberapa sesi lain sudah dimulai, jadi sambil menunggu saya bisa mematangkan skrip dan berlatih di lobby tengah, tempat panitia menyiapkan buahan-buahan sebagai tea time kami :)

Dalam waktu singkat, alhamduilah saya sudah merasa siap. Walaupun entah secara materi bagaimana, yang penting secara mental saya siap menghadapi semua wajah-wajah asing yang mungkin nanti akan menghujani saya dengan pertanyaan atau pandangan aneh, atau sebagainya, saya siap.Satu jam sebelum presentasi dimulai, saya sudah berada didalam ruangan. Itu memang yang saya lakukan sebelum melakukan presentasi dimanapun, saya harus mengetahui medan dan situasi serta kondisi TKP. Sebelum saya datang, disana sudah ada satu orang kakek, berambut putih, yang terlihat pintar dari cara dia berbicara dan bersikap. Ternyata, setelah kami mengobrol, dia adalah salah satu juri dalam Kongres ini, dengan kata lain dia yang akan menjadi salah satu juri bagi penampilan saya. Whaaaaaaaaaatttttttt????? JUriiiiiii? Oh My GOD! Ternyata dinilai? Sumpah lah ya, seriusssaaan, saya bener-bener gak tau kalau ada sistem penilaian. Dalam bayangan saya sebuah Kongres hanya terdiri dari forum-forum yang dihadiri orang-orang terkait, lalu beberapa melakukan presentasi untuk didiskusikan.

Dan oookeeeeeee, saya seketika itu juga memutar otak, semua hasil latihan saya buyar, pecah, berantakan. Dan parahnya lagi saya mendapat urutan kedua. Ini baru bener-bener keparahan tingkat kecamatan! :( Dengan sekuat hati, saya berusaha fokus, fokus, dan fokus. Karena saya sadar, secara tidak langsung saya telah menjadi representatif dari mana saya berasal. Saya membawa nama kampus FK UII, saya membawa nama Indonesia dan lebih dari itu, saya berkerudung. Mereka disini semua tau, hanya saya yang beragama Islam dalam forum besar ini. Beban? Ya memang. Tapi itu semua konsekuensi logis, jadi sekali lagi saya HARUS SIAP!!!

Tidak lama, ruangan ini diisi oleh orang-orang yang menontong dan melakukan presentasi. Di meja barisan terdepan sudah ada 4 orang yang sudah duduk sebagai juri, termasuk bapak berambut putih tadi. Presntasi pun dimulai dengan presentasi dari seorang juri mengenai Kedokteran Psikiatri. Kemudian dilanjutkan dengan prsentan yang berasal dari Slovakia sendiri tentang penyakit AIDS di Slovakia. Presentan ini mendapat apresiasi yang cukup baik dari juri, oke ini membuat saya semaki tegang dan tenag :( Sampai akhirnya saya mendengar nama saya disebut, hwaaaaaaa "Astri Sulastri Prasasti from Indonesia" saya maju pelan, pelan, pelan sekali. Bismilah, saya melakukan pembukaan dengan menceritakan sedikit perjalanan saya, lalu sampai ke slide presentasi. Tau apa yang saya rasakan? BERANTAKAN. Beda banget sama pada saat saya latihan. Beberapa kali saya harus memutar otak untuk merangkai kata karena gugupnya. Apalagi, ruang presentasi mendadak sepi dan semua mata tertuju kedepan. Di akhir presentasi, saya hanya mendapat pertanyaan tentang seputar gunung merapi. Alhamdulilaaaaaaaaaaaaaahhhh :')

Aaaaarrrggggggghhhh! Walaupun saya tidak puas sama sekali dengan presentasi yang saya lakukan, tapi saya lega sudah berani maju dan berani berbicara di muka forum Internasional ini. Apapun hasilnya saya serahkan pada Allah SWT. Dia pasti memberikan yang terbaik bagi saya dan Indonesia tentu saja.

Hari itu berjalan dengan lancar, lalu setelah presentasi saya kembali menyusuri jalan utama di Kosice. Butuh waktu lebih dari seminggu untuk menelusuri keindahan kota ini. Saya saya hanya memiliki waktu kurang dari seminggu. Maka saya harus bergerak dengan cepat, dari satu tempat ke tempat lain. Dengan menaiki public transport yang nyaman, saya mendatangi tempat-tempat menarik yang ada dalam buku petunjuk yang diberikan panitia. Disana kita bebas pergi kemanapun, berpindah dari satu bus ke bus yang lain. Berjalan dari satu jalan ke jalan yang lain. Ah, nyaman.

Jalan utama Kosice yang bernama Hlavna, adalah satu buah jalan panjang yang disediakan bagi pejalan kaki. Sepanjang jalan itu terbentang restoran-restoran, kafe, salon, tempat hiburan, toko perbelanjaan dan lain-lain. Di jalan itu juga terdapat sebuah gereja terbesar di kosice, air mancur melodi dan sebuah gedung opera. Megah sekali!  Ini dia :
 Hlavna :)
 
Immaculata (Plague Column)




Park With Musical Fountain :) didepan Statne Studio (National Theatre)

Selain itu kami juga mengunjungi sebuah kastil yang besar sekali. Letaknya diantara Hlavna dan Taman Kota,
Jakaov Palace (Jakob Palace)



Metssky Park :) --> Taman Kota

Dua perjalanan itu saya lakukan dalam dua hari yang berbeda sambil berburu cendera mata. Pada malam hari sebelum malam terakhir, diadakan Small Party di bagian cafetaria Student Hostel, tapi karena harus mencari cendera mata, saya datang agak terlambat di acara itu. Ketika saya datang, saya langsung disapa oleh sekumpulan gadis Polandia. Mereka bilang, mereka menyukai baju-baju yang saya gunakan, karena berbeda dari gadis-gadis yang beragama Islam lain di negara mereka. saya mengenakan baju dengan warna-warna menarik, bukan hitam dari atas sampai bawah. Lalu sayapun bercerita kepada mereka tentang Indonesia, tentang indahnya Islam, dan tentang almamter saya tentu saja. Mereka pun bertukar pengalaman tentang yang mereke ketahui dan negara mereka. Malam itu adalah malam terbaik yang saya rasakan disini. Saya merasa kita semua dekat satu sama lain, karena sebelumnya kami hanya berbicara basa-basi yang menurut saya tidak terlalu penting. Lalu kami berfoto bersama dan bertukar email, sungguh menyenangkan :D

Pada hari terakhir, saya sudah bersiap untuk pulang jam 04.00 pagi hari. Karena saya harus berangkat ke Budapest terlebih dahulu karena tiket pesawat yang saya beli berangkat dari Budapest. Slovakia-Budapest hanya berjarak kurang lebih 3,5 jam menggunaan kereta api. Kereta apinya juga nyaman sekali. Pada pukul 05.00 saya sudah berangkat menuju stasiun dengan bus pertama yang menuju kesana, lalu saya melakukan perjalanan ke Budapest dengan tidak produktif, sepanjang jalan itu saya tertidur pulas, ya memang capek sekali rasanya. Malam tadi saya baru bisa tidur sekitar pukul satu malam, itupun saya tidur lebih dulu sebelum Party selesai.

Tiba di stasiun Budapest, saya langsung menuju Airport dan menitipkan barang-barang disana. Lalu saya memutuskan untuk sedikit mengunjungi Pusat kota Budapest dengan hanya berbekal peta. Pusat kotanya bernama City Center, dimana terdapat Gereja terbesar di Budapest, gedung Parlemen, Taman Kota, dan Main Street disana. Waktu yang saya punya hanya sekitar 5 jam. Dengan menggunakan public transport dan metro (kereta bawah tanah) saya sampai di tempat tujuan. Ini dia :



Lalu setelah 5 jam menyusuri Budapest, saya kembali ke Airpot dan aaaaaaah berat rasanya untuk pulang. Saya pulang dan melalui perjalanan selama 24 jam (lagi).


Pada hari terakhir ini, saya masih belum tau hasil dari Kongres tersebut karena saya tidak mengkuti Closing Ceremony, tapi saya sudah menitipkan pesan pada salah satu teman dari Lituania untuk memberitau jika ada satu pengumuman penting. Emang sih saya udah gak berharap sama sekali, merasa penampilan saya tidak sempurna karena gugup. saya hanya ingin tau hasil dari Kongres itu, minimal saya bisa menuliskan nama-nama pemenangnya di LPJ saya nanti.

Sampai pada hari kedua saya di Indonesia, akhirnya saya mendapat kabar bahwa saya mendapat Juara kedua dalam sesi Public Health as a Second Best Presentator. dalam surat pemberitahuan itu panitia berjanji untuk mengirimkan trofi, sertifikat dan hadiahnya langsung ke Indonesia.What an amazing info is that !!!! Terima kasih Allah......:D Ternyata semua kegalauan saya, semua kebingungan saya, semua usaha saya mendapat hasil yang sunggul luar biasa. Terima Kasih So Much Allah, I Love you!!!! Begitu juga buat Orang tua dan adik-adik saya yang sangat luar biasa yang telah mendukung saya. Teman-teman yang tidak henti-hentinya memberikan support. I Love you all!!!! <3

Komentar

Posting Komentar