Sabtu, 26 Maret 2011

Silahkan Simpulkan Sendiri

Sumpah …sedih banget liat cerita-cerita banyak perempuan yang ditinggal sama pasangannya setelah sekian lama berkomitmen.
Miris banget rasanya ..
Karena saya sendiri punya cerita yang sama sekali gak menyenangkan tentang cinta dan itu membuat saya bersimpati pada temen-temen sesama perempuan yang lain.
Cerita cinta saya kompleks bahkan GA AKAN pernah ada orang lain yang ngerti selain diri saya sendiri. Bahkan kadang saya bingung “ko bisa sih menjalani cerita kaya gituu ….”
Nyesel ?
Iya karena dengan cerita itu saya jadi orang yang emang nyebelin banget buat orang lain dan bahkan tanpa saya mau saya menyakiti banyak orang
Iya karena dengan cerita itu membuat luka-luka baru bagi saya dan banyak orang juga
Iya karena dari cerita itu saya jadi sosok orang bodoh, egois, dan yaaa ammpuunn gak banget
Tapi di sisi lain , sama sekali ga ada yang patut saya sesali..

Saya beruntung karena belum lebih jauh lagi melangkah
Saya beruntung karena saya jadi tau tentang betapa bodohnya diri saya dan banyak kelemahan saya, hal itu membuat saya semakin mengenal diri saya
Saya beruntung karena sekarang sudah terbebas dari semua cerita itu dan memetik banyak hikmah yang membuat saya bisa berpikir seperti sekarang
Saya beruntung karena tau bahwa ternyata menemukan orang yang tepat itu gak gampang dan gak asal mengucap janji disana-sini
Saya juga beruntung karena sekarang saya bisa lebih bedain mana cinta sesungguhnya

Mungkin emang rada telat karena banyak hal sudah terjadi bukan hanya menyangkut diri saya pribadi tapi juga banyak orang yang ikut tersakiti …
Tapi terlambat tetep labih baik daripada gak sama sekali..
Untuk itu saya meminta maaf ..maaf .. dan maaf …untuk banyak orang…

Yaaaa cukup cuap cuap tentang saya …lanjut lagi dengan topik pertama …
Dari cerita saya yang banyak rasanya (manis, asem, paittt) juga dari banyak cerita orang-orang sekitar saya tentang certita cintanya satu kesimpulan yang saya dapat bahwa perempuan SELALU jadi pihak yang dikorbankan dan menderita kerugian berlapis-lapis..
Saya sendiri perempuan, dan saya BENCI mendengar kesimpulan itu …

Walaupun nasib seseorang itu bergantung pada orang itu sendiri (dalam hal ini tentu aja perempuan), tapi pada dasarnya perempuan ya tetep perempuan yang punya perasaan super sensitive. Perempuan lebih cenderung menggunakan perasaan daripada logika. Perempuan lebih gampang percaya sama omongan orang lain (walaupun maksud orang itu Cuma sekedar menghibur ato ngegombal ya sama aja intinya sih BOHONG). Perempuan lebih sentimental kalo udah berhubungan sama perasaan dan cinta. Perempuan itu lembut banget. Perempuan tomboy sekalipun masih punya sisi sensitive terdalam di dirinya. Makanya ga heran kalo perempuan banyak jadi korban PEMBODOHAN.

Tapi saya menulis ini bukan berarti saya menjelek-jelekkan perempuan atau malah memojokkan dan balik mendukung laki-laki, inget saya juga perempuan. Saya menulis ini justru karena peduli dengan nasib perempuan yang seharusnya mendapat tempat istimewa di hati siapapun.

Sadarkah kita bahwa ibu yang melahirkan kita juga perempuan. Sadarkah bahwa orang yang selama ini membesarkan kita dan merawat kita dengan penuh kasih adalah seorang perempuan. Sadarkah bahwa Ayah yang sangat kita hormati dan kita banggakkan sekalipun bahkan terlahir dari rahim seorang perempuan dan sangat menghormati perempuan itu. Sadarkah bahwa banyak orang-orang sekeliling kita yang membantu kita dalam banyak hal untuk hidup juga berjenis kelamin perempuan. Sadarkah bahwa adik dan kakak yang sangat kita sayangi dan ingin kita lindungi juga ada perempuan. Lalu apa bedanya perempuan-perempuan yang tersakiti itu dengan Ibu, Nenek, Adik, Kakak, Bibi, Guru, semuanya. Apa bedanya ??
Sama-sama perempuan dengan sifat dan karakter dasar yang sama….

Pernahkah terpikir bahwa apa yang telah dialami oleh perempuan-perempuan yang tersakiti itu juga menimpa perempuan yang ada di keluarga kita ? persis seperti yang telah dilakukan oleh laki-laki yang tidak beradab itu. Pernahkah terpikir bagaimana jika adik, kakak, atau bahkan ibumu menempati posisi perempuan-perempuan itu ?

Sudahlah …sepertinya tidak sepatutnya pertanyaan itu dilontarkan. Orang yang beradab adalah orang yang menghargai dan menghormati jasa-jasa orang lain yang ada dalam hidupnya. Dan semua orang-orang berjasa itu bersumber pada perempuan. Silahkan simpulkan sendiri bagaimana orang yang menyakiti dan menyia-nyiakan perempuan dengan mudahnya seperti membuang barang bekas. Silahkan simpulkan sendiri bagaimana orang-orang yang dengan mudah berbuat dan berbicara kasar pada perempuan lebih-lebih dari sikapnya kepada binatang peliharaannya. Silahkan simpulkan sendiri ….

0 komentar:

Posting Komentar