Rabu, 04 Mei 2011

Aku Tertegun Sejenak

Tertegun sejenak untuk kemudian berpikir dan menimbang-nimbang sepertinya memang aku masih terlalu begitu egois sekali. Mungkin memang terkadang perlu sedikit kalimat-kalimat frontal yang tidak juga bernada keras untuk membuka mata hati lebih lebar karena mungkin saja baru-baru ini tertutup tidak disengaja. Bagus juga memiliki sedikit waktu bedua dan berbicara tentang apa dan bagaimana, berbicara tentang rasa, apa yang diinginkan dan tidak sesungguhnya. Karena mungkin, apa yang selama ini kita pikirkan sendiri hanya keegoisan belaka dan itu sesaat menutupi kata hati yang sebenarnya :)

Kembali pada pertanyaa, sebenarnya apa yang dicari dan seperti apa yang diingini? Tentu saja yang terbaik, dan pertanyaan berikutnya pun muncul. Bagaimana kita bisa tau, ini yang terbaik atau bukan ? Hmm sulit sekali dijawab :) itu urusan Tuhan ya. Dengan banyak mencobapun tidak menjadi jaminan akan menemukan yang terbaik malah akan semakin menurunkan derajat dan tidak berharga. Karena, cara bersikap itulah sesungguhnya nilai yang kita miliki ... Tau yang terbaik atau tidak itu urusan kita sendiri dengan Tuhan, hanya kita yang bisa merasakan dan Tuhan yang menunjukkan jalan, serta memberi jalan tentu saja.

Bagaimana dengan usaha ? Dimana tempatnya ? Usaha adalah bagian dari cara kita mendapatkan apa yang terbaik. Selama kita belum tau apa yang terbaik mana bisa kita berusaha mati-matian. Itulah gunanya doa kawan. Saat pikiran dan raga sudah menemukan suatu titik dimana sudah tidak lagi ada jalan, disitulah kekuatan doa baru terasa :) Maka ada baiknya, meluangkan waktu sejenak untuk banyak bedoa dan merenung apa dan bagaimana yang sebenarnya kita inginkan :))

Aku sendiri entah, masih sering berubah dan sering kali tidak medapatkan keteguhan hati. Haruskan aku menunggu sampai jawaban doaku menjemput ? Ataukah aku yang harus berusaha mencari jwaban doa mana yang aku ingini? ahhhh Tuhan, sungguh lemah hati manusia ini. Pantas saja aku bukan apa-apa sekarang karena masih sebegini rapuhnya hati dan pikiranku dalam menimbang. Bahkan untuk bersikap saja sering kali salah dan seakan tidak berpendirian....

Haruskah aku hanya tertegun ??

0 komentar:

Posting Komentar