Jumat, 27 Mei 2011

Ketika Tuhan Menyapa :)



Sungguh tidak pernah cukup waktu untuk menghitung berapa kali kekaguman itu keluar dari mulutku ketika melihat semua ciptaanNya begitu sempurna setiap mili meternya. Belum lagi ketika menyaksikan sendiri, betapa Allah mencitai hamba-hamba Nya dalam setiap kasih yang selalu tercurah dalam setiap hembus nafas, derak jantung serta volum darah yang bersirkulasi dalam tubuh kita, tidak terbatas. Dalam ilmu yang dipelajari bahkan, semua terhenti pada satu titik yang tidak bisa lagi ditembus oleh akal manusia dan hanya ada satu kata deskripsi untuk itu "Kun Fayakun".Ketika kita tersadar, sering kali yang terucap hanya puji-pujian kebesaran "Subhanallah" karena ternyata sudah sebegitu rapih Allah merencanakan rencana besar nya untuk kita semua. Rencana-rencana yang bahkan tidak pernah disangka sebelumnya. Rencana indah yang Allah memberikannya selalu tepat waktu dan tidak pernah terlambat, sadarkah itu kawan ?
Habis kata untuk melukiskan seberapa besar kekaguman atas keEsaan dan semua sifat ke Maha-an yang dimiliki Nya. Memang tetap saja mahluk adalah mahluk yang memiliki keterbatasan termasuk keterbatasan untuk berucap.

Sel yang merupakan susunan terkecil mahluk hidup dalam biologi, hingga atom yang juga struktur terkecil yang membentuk muka bumi turut tunduk dalam sifat KeIlahian yang Allah berikan. Bayangkan jika sel tidak bisa bermetabolisme dengan baik dan mengatur fungsi dNa dengan salah untuk bertranskripsi kemudian bertranslasi menjadi protein. Akan jadi apa manusia dan mahluk hidup yang ada. Bayangkan jika atom ternyata sangat reaktif dan tidak stabil, mungkin dunia ini tidak akan pernah ada sejak dulu. Sungguh banyak hal yang telah Allah atur dalam segi ilmu pengetahuan dan diluar penghitungan manusia tetapi masih banyak manusia yang bertanya
"Apakah Allah memang ada ???"
Sungguh pertanyaan bagi orang yang tidak berpikir dan sombong dengan ilmu yang masih memiliki batas.
Gunung yang meletus dan mengeluarkan tanah yang subur, air hujan yang turun ke bumi dengan teratur dan menyejukkan, daun yang gugur dengan anggun, termasuk air yang begitu segar dan memberikan kehidupan bagi dunia adalah bukti dari keberadaan Allah. karena benda-benda itu tunduk dengan sifat keIlahian dan dengan itulah seluruh alam bertasbih kapada Nya.

Jika gelap adalah satu variabel yang dipilih untuk mendefinisikan ketidakberadaan cahaya (terang). Jika ruang hampa adalah satu variable yang dipilih untuk mendefinisikan ketidakberadaan Oksigen. Maka, kejahatan dan kebruukan adalah bukti bahwa ketidakberadaan Allah dalam hati manusia.
Seluruh rahmat dan kebaikan berasal dari Allah sedangkan bencana datang dari diri manusia itu sendiri :)
Betul dan tepat memang. Coba pikirkan siapa yang menumpuk sampah ? menebang Hutan dengan tidak berotak? Membangun perumahan tanpa perhitungan? Padahal Allah telah menciptakan semuanya seimbang dan stabil dalam hukumNya.

Allah Maha Besar dengan segala Maha PengetahuanNya.
:)


Allah tidak selalu menyapa mu dengan kesenangan kawan. tetapi terkadang banyak tangisan dan cobaan bertubi-tubi datang. Tapi sadarkah bahwa semua itu hanya sebagian kecil dari cara Allah untuk menjadikan kebahagiaan mu lebih berharga?
 Sadarkah bahwa kesedihan itulah yang mebuat kamu lebih bijaksana. Kesedihan yang kamu benci itu adalah cara Allah untuk menaikkan derajatmu. Kesedihan dan cobaan itu adalah salah satu ujian Allah untuk memantaskanmu mendapatkan nikmat yang lebih.
Tidakkah kamu sadar ?
Kamu tidak akan bisa merasakan bahagia jika tidak ada nestapa.
Allah tidak menyapa mu dengan kesehatan selalu, tetapi kadang kamu juga harus menerima sakit pada tubuhmu. Tapi apakah kamu sadar bahwa sakit itulah yang membuatmu lebih sabar dan menyayangi dirimu sendiri.. Sakit yang kamu kutuki itulah yang membuat dosa-dosamua yang mengguung terkikis perlahan. sakit itulah yang membuat sehatmu lebih bermakna.

Allah mungkin saja memberikan keterbatasan fisik atau pikir pada kita. Tetapi apakah kamu sadar bahwa kita memang pantas mendapatkan keterbatasan itu karena yang Maha Sempurna hanya Allah sendiri. Ketidaksempurnaan yang ada pada kita adalah satu titik kelemahan kita sebagai mahluk, dan itu sangat wajar karena kita hanya mahluk yang diciptakan. Tetapi kerbatasan itu adalah cara Allah untuk menguji iman dan ketawakwaan kita. Keterbatasan itulah yang menjadikan kita tidak sombong dan masih tunduk pada ke Maha Sempurnaan Allah. Ketidak sempurnaan itu adalah cara Allah (lagi-lagi) untuk menjadikan jiwa kita besar dan pantas untuk menjadi mulia di sisi Nya. Keterbatasan yang kamu miliki selalu tertutupi dengan kelebihanmu. Keterbatasan mu bahkan ditutupi oleh pasanganMu. Tidak kah kamu berpikir tentang semua itu ?
Jadi salah, jika dengan keterbatasanmu kamu menyerah karena kamu masih dikaruniai kelebiha.
Salah jika kamu mengutuk diri sendiri dan masih tidak bersyukur karena banyak nikmat yang Allah berikan dan tertutupi oleh rasa ketidak terimaan dan kesombonganmu sendiri
Salah jika kamu berpikir Allah tidak adil, karena semua yang kamu terima adalah bentuk keadilan Allah, hanya seja Allah selalu memiliki rahasia dibalik rahasia.
dan kita mahluk, tetap terbatas untuk menembus itu
Allah ingin kita tetap berusaha, berjuang dan bertawakal kawan
Allah ingin kita menjadi lebih berarti dengan niat dan usaha tulus kita
Allah sungguh menyayangi kita kawan meski tanpa kita sadar sama sekali :)


0 komentar:

Posting Komentar