Kamis, 28 April 2011

Fourth Day : Full Training


Hari ini isinya bener-bener full training dari jam 08.00 sampe jam 17.00 (harusnya, tapi infact cuma sampe jam 16.30). Main hari kayanya bobo aku makin dahsyat lah yaaa.. pagi ini bangun kesiangan jam 06.00 baru bangun dari biasanya jam 05.00. Dingiiin sih *alesan. Dan hari ini dimulai dari pagi yang bosen makan roti, ham, keju, mustard dan kawan-kawannya itu, aku gak semangat banget sarapannya. Akhirnya Cuma ngabisin satu gelas susu yang rasanya emang Universal (sama dimana-mana) jadi gak bosen sama sekali. Ternyata bosen itu gak cuma aku, temen-temen semuanya juga bosen bedanya mereka tetep makan makanan pagi itu dengan lahap dan aku gak. Akhirnya kami ngudap popo mie lagi deh di kamar anak-anak cowok. Aku yang gak suka popmie banget malahan bawa popmie paling banyak kedua (pertama Om Satyo, ups aku punya om baru). Bukan popmie yang rebus ko ni, tapi campur-campur brandnnya, semuanya goring, jadi aku suka suka aja tuh karena baunya beda banget sama yang rebus (asalan gak suka popmie rebus, baunya bikin huek). Emang ya pagi kayanya pagi aku banget, mie yang udah aku tunggu-tunggu malah jatoh ke westafel semua. Hwaaaaaaaa..aku teriak gak ketahan. Lapeeeer banget akunya :’( trus mas Adit nolongin aku, dia ngambilin semuanya lagi dan bujukin aku kalo itu gak apa-apa, dia nawawin mie buat aku, maaf mas aku gak suka popmi gorieng :’( berhubung laper ditambah mas Adit ngeyakinin aku banget, akhirnya dengan berat (sangat) aku makan mie yang udah jatoh itu. Sumpah ya tragis dan sadis banget :’(
“Apapun yang udah nempel di mie ini, please damai ya, aku laperrrrr banget, aku harus makan kalo gak mau mual di bis” batinku L Anak-anak malah serumah itu, ngeledikin semua. Jahat (sunggguh) !

Perjalanan pagi ini gak sepanjang kemaren, kami semua Cuma berenti di Presidential Headquarters yang ada di Civil Defence untuk ngeteh bareng (aslinya ngejus sih karena yang dihidangin jus buah semua). Kemudian kami latihan Rescue di gedung-gedung sekitaran Civil defence itu. Training pertama ada di sebuah sekolah SD (lupa namanya), kami detraining bagaimana caranya menyelatkan anak-anal sekolah saat ada gempa bumi. Oh iya, sebelumnya perlu cerita nih, anak-anak disini cantik-cantik banget yaaa. Gak heran deh pas udah gedenya cantiknya juga minta ampun *iri banget. Lanjut lagi ke rescue, jadi salah seorang diantara kita dipilih untuk jadi gurunya (yang dipilih dari Brazil) kemudian guru tersebut milih 6 orang untuk ngebantu simulasi rescue ini,yang dipilih dari Azerbaijan dll dan salah satunya aku (hikkksss, aku lagi). Dan oke kami bingung semuanya harus ngelakuin kaya gimana (bapaknya yang ngejelasin gak jelas abis). Yang jelas secara umum, guru harus sebelumnya memilih 6 orang untuk membantu proses rescue saat ada bencana. Enam orang itu fungsinya untuk membantu mengamankan anak-annak yang lain dan memastikan anak-anak yang lain (dan diri sendiri) selamat. Simulasi itu berlangsung dengan aneh dan ganjil (buatlku). Selain simulasi itu, kami juga diajarkan posisi bertahan aktif saat ada gempa (ilmu baru nih). Bedanya dengan posisi bertahan pasih (yang udah familier) di posisi bertahan aktif kita gak boleh menunduk dan berlindung dibawah meja jika keadaan meja memamng tidak memungkinkan. Fungsinya adalah untuk bisa menghindar jika ada reruntuhan gedung atau benda lain yang mengancam. Good J

Pelatihan kedua dilanjutkan di gedung apa ini namanya, pokonya semacam tempat SAR dan pemadam kebakaran gitu. Kami semua dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok aku terdiri dari aku (tentu aja), Mba Mutia, Shamsi (Azerbaijan) dan Erchin (Azerbaijan). Kami tim yang hebat loh. Tugas pertama ini kami selesaikan dengan mulus. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan jika terjadi bencana si sebuah gedung (apapun ) adalah melakukan assassement apa-apa aja yang bisa membahayakan yang ada di sekitar gedung tersebut. Kami muterin gedung dan berdiskusi hebat, finally kami berhasil menemukan 12 daftar benda berbahaya (termasuk baju kotor  di jalan yang kami curigai milik teroris). Kami memang hebat !

Pelatihan ketiga ada di gedung yang sama, yang merupakan lanjutan dari langkah di pelatihan kedua. Kami diajarkan untuk bisa mendeteksi kira-kira adakah korban yang bisa ditolong didalam gedung yang sudah terkena bencana dengan mendengarkan baik-baik di setiap titik sudut ruangan (dari luar). Kelompok sebelumnya diubah lagi dan aku terpisah dari anak-anak Indonesia yang lain (mereka malah jadi 1 kelompok). Kelompokku sekarang lebih banyak lagi yaitu  terdiri dari 3 Azerbaijan, 1 Ukraina, 2 (entah dari mana, yang jelas bahasa mereka bahasa Turki juga). Oke dan aku terperangkap dalam pembicaraan asing ini, aku gak ngerti sama sekali apa yang mereka omongin. Untungnya ada Shemsi, translator dadakan ku hari ini. Hahahaha. Dan lagi-lagi tim kami memang hebat dengan banyak diskusi hebat (mereka baik juga ko, berusaha membuatku mengerti), namun kekurangannya kami belum bisa menentukan dimana center suara sebenarnya.No matter guys J

Pelatihan di potong break makan siang. Dan makan siang kali ini isteimewa. Selain menunya istimewa yaitu ayam kalkun panggang (gede banget), kami juga kedatangan tamu-tamu dari Azerbaijan dan beberapa tamu dari negara lain di meja kami. Kali ini kami makan di meja yang paling besar J seru lah pokonya, mereka asik-asik dan care banget orangnya. Selesai makan, pelatihan dimulai lagi.
Pelatihan keempat dilakukan didalam ruangan (masih di gedung yang sama dengan sebelumnya). Kali ini kami dilatih untuk bisa menyelamatkan orang (dan diri sendiri) dalam keadaan gelap serta menyelamatkan korban yang ada di reruntuhan gedung. Teknik ini lumayan mudah sih, kami dituntut untuk bisa menggunakan seluruh indera yang ada dengan maksimal. Tebak siapa yang jadi peraga kali ini?? Yap betul, jawabannya aku (lagi). Hyuuffff kenapa ya hari ini aku eksis banget (Mba Mutia juga, ya mba ?). Berasa orang bodoh aja nih, kami semua disuruh tutup mata dengan ruangan yang udah digelapin dan sumpah berasa orang buta. Gimana mau nolong orang coba nolong jalan diri sendiri aja susah. Hahaha. Lalu dalam keadaan buta, kami diarahkan untuk bisa menemukan reruntuhan gedung dan menyelamatkan orang yang ada di dalamnya. Kita tebakan lagi yu, ayo tebak siap yang masuk ke reruntuhan (read : bawah meja yang udah disusun) ? Yapp betul lagi, jawabannya tentu aja aku (Hiks). Malahan ya aku tuh pake sandal, karena gak mau lebih tersiksa pake heels. Jadi didalem itu aku malah ribet sendiri dengan sedalku, dan yang bikin tambah heboh, orang yang jadi korban itu asli orang Turki, jadi dia gak ngerti dan gak bisa Bahasa Inggris sama sekali. Oke, aku terjebak lagi dalam pembicaraan masing-masing satu arah dan aku hanya berteriak-teriak heboh. Hahahaha. Pas keluar dari situ tambah heboh lagi (mereka pikir aku gak bisa keluar sendiri), kaki aku ditarik-tarik. Ciaaaaaaaaaa…Sumpah berasa bego banget :((
Selanjutnya kami diliatian cara untuk menyelamtkan orang yang tertimpa benda berat (read:kulkas). Untuk teknik yang ini membutuhkan banyak alat-alat ni semacam palu besar, linggis atau tuas pengangkat dan balok untuk menahan benda berat itu. Kami Cuma didemonstrasiiin aja. Coba kalo kami ngelakuin, aku kawatir aku lagi yang jadi peraga dan harus ditimpa kulkas. Berrrrrr ! Pelatihn terakhir adalah pelatihan untuk memadamkan kebakarana, ya kalo yang ini sih udah biasa diliat ya, jadi gak begitu gimana-gimana sih. Kali ini yang jadi peraga adalah Mas Adi (dengan alasa, dia pake jaket tebal dan itu memang pas untuk memeragakan). Badan mas Adi diguling-guling dengan kepala yang dibekap karena ada apinya (alhamdulilah bukan aku ).hahahah

Akhir dari hari ini, super cape, lebih cape dari hari kemaren. Hwaaa kamarku belum dibuka dan kuncinya dibawa dua orang gadis Ukraina, teman serumah ku. Hey aku udah inget nama mereka nih, namanya Ayse dan Mavilie. Karena bingung mau tidur dimana (sumpah ini mata udah setengah watt) akhirnya aku dengan setengah sadar kekamar anak cowo dan langsung tidur di kasur bawah depan TV. Mba mutia seperti biasa langsung onlen jadi aku jalan kaya dewa mabok karena ngantuk gini sendirian. Gak inget apa-apa lagi, gak lama (kayanya) aku dibangunin Om Satyo, suruh pindah ke kamar atas yang ada heaternya. Soalnya dibawah emang dingin gitu, dia malah mau buka jendela karena mau nongkrong diluar. Dengan masih gak sadar aku pindah dan lagi-lagi gak sadar. Blek dan pas dibangunin Aziz udah waktunya makan malam. Hmmmmm,,, hari ini cape J

Selesai makan malem karena seoanjang sore tadi udah tidur aku bisa bertahan lebih lama dari biasanya dan kami (Aku, Mas adit, Mba Mutia) ditemenin ngobrol sama Erchin dan Shamsi, Asik banget … Jadwal besok kunjungan dan shopping time, aku rencana mau ake sandal lagi ah ..hahah.. See you all ….

Catatan : Kerinduan sudah mulai bisa dikendalikan (Mba Mutia), alhamdulilah Tuhan tenangkan hati orang-orang yang merindu dan dirindukan disana J Kalo aku bukan gak kangen sih, aku kangen ko tapi aku juga menikmati disini, kegiatan (read: liburan) ini indah, gak ada tugas dan aku jamin pulang ke Indonesia mendadak bodoh ;p

0 komentar:

Posting Komentar